
“An, aku akui aku salah. Dari dulu awal kita ketemu, aku memang sudah melakukan kesalahan. Aku sadar itu. Sekarang aku benar-benar ingin menebusnya, An. Aku ingin sekali kamu mau memaafkan aku. Aku tidak mau kaya begini terus sama kamu.” Ucap Azka memohon
“Az, jujur, aku, untuk masalah yang dulu itu sebenarnya aku sudah memaafkan kamu. Tapi buat yang tempo hari, rasanya aku tuh kecewa banget sama kamu.” Ucap Diandra
“Iya. Aku sadar kok kalau aku sudah buat kamu kecewa, tapi aku beneran tidak seperti itu. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk memanfaatkanmu demi bisa batalkan pertunangan kita. Aku sama sekali tidak begitu. An, tolong kamu percaya aku. Please...!!” ucap Azka
“Terus, yang kemarin aku dengar itu maksudnya apa?” tanya Diandra
“Itu semua ucapannya Satria. Kamu ingat kan dengan Satria, sahabatku waktu kuliah dulu?!” ucap Azka dan Diandra pun mengangguk
“Waktu itu dia datang kasih undangan buat aku. Terus dia ungkit-ungkit kejadian waktu itu. Dan kebetulan kamu datang dan dengar yang kamu kemarin dengar itu. Tapi sumpah, An, itu bukan aku yang bilang. Itu semua ucapannya Satria.” Jelas Azka
Saat mendengarkan penjelasan dari Azka, Diandra hanya diam saja. Dalam hatinya terbesit antara percaya dan tidak percaya.
“An, tolong, kamu percaya sama aku ya. Aku sudah tidak tahu lagi harus gimana kalau kamu tidak memaafkan aku.” Ucap Azka
“An..??” ucap Azka sekali lagi karena Diandra hanya diam dari tadi
“Ya sudah, kalau kamu tidak mau memaafkan aku dan juga tidak percaya sama aku. Aku pergi. Sekali lagi maafkan aku.” Ucap Azka sebelum dia pergi
Ketika dia pergi, tiba-tiba terdengar suara....
‘Ciiit... Brak’
__ADS_1
“Apa itu tadi?” gumam Diandra yang terkejut
Lalu Diandra sadar, ternyata Azka sudah tidak ada di hadapannya. Dan tiba-tiba firasat Diandra tidak enak. Sehingga membuatnya langsung berlari ke arah sumber suara.
“Tidak... Azka...” teriak Diandra saat mendapati tubuh Azka yang sudah berlumur darah akibat tertabrak mobil
“Ambulans.. Tolong.. Seseorang panggilkan Ambulans..!!” teriak Diandra panik sambil memangku kepala Azka yang sedang tak sadarkan diri
“An, Azka..!!” ucap Alvaro yang terkejut
“Mas, Azka, mas...” ucap Diandra sambil menangis
“Ya sudah, kamu tenang ya. Mas telepon ambulan dulu.” Ucap Alvaro yang menenangkan Diandra
Sesampainya di rumah sakit, Azka langsung dimasukkan ke ruangan UGD. Saat itu, Diandra terlihat seperti orang yang sedang putus asa
“Az, kamu jangan sampai kenapa-kenapa. Az, aku mohon.” Gumam Diandra dalam hati saat melihat Azka di bawa masik ke UGD
Tak selang berapa lama, orang tua Diandra (Ai dan pak Chandra) dan orang tua Azka (Pak Rudi dan mba Alya) datang bersamaan
“Gimana keadaan Azka, An?” tanya bunda Alya
“Aku belum tahu tante.” Sahut Diandra dan kemudian menangis membayangkan keadaan Azka waktu dibawa ke rumah sakit
__ADS_1
“Kamu kenapa nangis, Diandra?” tanya Bunda Alya lembut
“Tante, ini semua salahku. Andaikan waktu itu aku bisa lebih percaya pada Azka, mungkin sekarang Azka tidak seperti ini.” Ucap Diandra menyesal
“Sudahlah An, tante dan om tidak akan menyalahkanmu atas kejadian ini. Ini semua hanya kecelakaan dan juga takdir. Jadi kamu tidak usah sedih dan juga menyalahkan diri sendiri lagi ya.” Ucap bunda Alya dan Diandra pun terdiam
.
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira gimana ya keadaan Azka?
Lanjut...😉
Jangan lupa kasih komentar dan like nya ya...🙏
__ADS_1