Their Love Story

Their Love Story
semakin terbiasa


__ADS_3

“Kamu sudah jauh lebih baik, An?” Tanya Azka saat diperjalanan pulang


“Iya, lumayan.” Sahut Diandra


“Sebenarnya apa sih yang sudah terjadi selain aku tidak bisa bantu kamu dulu?” tanya Azka lagi


“Dulu, waktu kamu tidak bantuin aku, aku sempat sakit. Hari ke 5 hukuman, aku drop. Aku demam karena kecape’an. Tapi ingat karena takut tidak lulus mata kuliah, jadinya aku memaksakan diri buat menyelesaikan hukuman itu.” Jelas Diandra


Mendengar itu, Azka semakin merasa bersalah pada Diandra. Karena sudah membuat perempuan disamping tempat duduknya itu mengalami kesusahan


“An, aku minta maaf. Aku benar-benar tidak tahu masalah itu.” Ucap Azka menyesal


“Sudahlah, Az. Itu sudah berlalu. Masa-masa itu tidak bakal bisa terulang lagi walau kita mencoba untuk memperbaikinya.” Ucap Diandra


***********************************


Beberapa hari sudah berlalu semenjak kejadian itu. Diandra pun sudah mulai terbiasa dengan tugas-tugas yang diberikan Azka padanya.


Dan kali ini, Azka memberikan tugas untuk menyalin semua materi dari awal sampai akhir sebanyak 3x. Dan ini membuat Diandra seperti hampir putus asa.


Tapi apa mau dikata. Jika tugas ini tidak dikejakan, maka Diandra harus bersiap-siap mendapatkan tugas yang lebih menyulitkan lagi nanti.


“Hadeuh Azka.. Azka, kamu tu ya, senang banget buat hidup aku susah.” Ucap Diandra saat diantar pulang oleh Azka


“Hehehe... Tapi nilai kamu kan naik. Tidak tanggung tanggung lagi. Kamu juga bisa gantikan aku mengajar.” Ucap Azka tanpa dosa


“Ye itu sih enak di kamu tidak enak di aku.” Ucap Diandra sewot

__ADS_1


“Bwahahaha...” tawa lepas Azka


“Eits nih orang satu. Malah ketawa. Memangnya ada yang lucu apa?” tanya Diandra


“Lucu sih tidak, tapi bagiku, kamu itu satu-satunya perempuan yang bisa mengikuti kemauan aku. Ups..!!” ucap Azka keceplosan


“Apa? Eh asal kamu tahu saja ya, kalau bukan karena kamu selalu ngancam bakalan kasih tahu ayah masalah lembar jawaban aku yang kosong waktu itu, mungkin aku juga malas kali menuruti semua keinginan kamu.” Sahut Diandra sewot


“Iya.. Iya.. Maaf. Sabar ya.” Ucap Azka sambil menahan tawanya


“Sabar pala mu peang.” Celetuk Diandra


“Hehehe...” Azka pun tertawa lagi. Namun kali ini dia menahannya supaya tidak telalu los


“Cih..” ucap Diandra kesal


***********************************


“Ni orang kenapa lagi?! Kok tiba-tiba tidak kasih tugas ke aku?” tanya Diandra dalam hati


“Hei An, lama aku tidak ketemu kamu. Kamu kemana saja sih?” tanya Silvia


“Eh kamu, Sil, ah biasa, Aku kan lagi menjalankan hukuman dari si Azka itu.” Jelasku


“Memang masih berlanjut?” tanya Silvia


“Iya. Sampai kemarin. Tapi hari ini aku tidak tahu. Kenapa tiba-tiba, si Azka tuh tidak kasih aku tugas apa-apa lagi buat gue.” Jelasku

__ADS_1


“Mungkin menurut pak Azka, hukuman kamu sudah selesai kali, An!” ucap Silvia menebak


“Mungkin. Eh tapi kalau sesuai dengan perkataannya dulu, hukumanku itu berlaku sampai semester depan. Jadi mana mungkin sekarang sudah selesai.” Ucapku


“Eh, An. Dimana-mana orang tuh senang klo hukumannya sudah selesai. Tapi lihat kamu sekarang, seperti suntuk banget ga dikasih tugas.” Ucap Silvia


“Iya juga sih. Tapi mau gimana lagi ya, gue lama-lama tuh udah terbiasa sama tugas-tugas dari dia.” Sahut Diandra


“Ya sudah, kalau begitu, kenapa ga kamu coba tanya sama mas Alvaro saja. Siapa tahu aja pak Azka cerita sama mas Alvaro.” Ucap Silvia


“Oh iya ya. Benar juga. Ya sudah nanti di rumah, aku bakalan tanya mas Alvaro.” Ucap Diandra


“Nah gitu donk. Sudah jangan kaya orang bingung gitu ah.” Ucap Silvia dan Diandravpun tersenyum


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like dan comentnya ya...🙏

__ADS_1


__ADS_2