
“Udah boleh jawab nih, thor?” (Diandra)
“Hmm... Boleh deh.” (Author)
“Benaran ini jawabannya?” (Diandra)
“Iya.” (Author)
“Ya sudah deh kalau begitu.” (Diandra)
***********************************
“Hmm... Pak Azka, maaf. Tapi aku sulit sekali untuk memaafkan bapak.” Ucap Diandra
(catatan Author: Ketika Diandra sedang dalam emosi memuncak, Diandra akan memanggil Azka dengan sebutan pak. Yang menandakan Azka bukan siapa-siapa di hidup Diandra)
“Oh begitu ya?! Jadi kamu tidak mau maafin aku?” ucap Azka
“Iya.” Sahut Diandra
“Baiklah.. Mulai saat ini dan detik ini, kamu akan menyesal telah membenciku.” Ucap Azka tegas
Walau hati Azka seperti teriris pisau mengatakannya, namun Azka berjanji pada hati dan dirinya sendiri untuk bisa membuat Diandra menyesali keputusannya.
Sementara, di saat yang bersamaan, Alvaro dan Silvia sedang asyik ngobrol
“Oh ya mas, aku mau tanya?” ucap Silvia
“Mau tanya apa?” ucap Alvaro
“Mau tanya, kalau boleh tahu, Diandra dan pak Azka kenapa ya?” tanya Silvia
__ADS_1
“Oh, mereka ada sedikit kesalahpahaman.” Sahut Alvaro
“Tapi aku lihat, kenapa Diandra sampai segitu bencinya dengan pak Azka?” tanya Silvia lagi
“Entahlah. Aku sendiri bingung.” Sahut Alvaro
“Memang kemarin-kemarin Diandra tidak cerita apa-apa sama kamu?” tanya Alvaro
“Tunggu.. Biar aku ingat-ingat dulu.” Ucap Silvia
Setelah beberapa saat mengingat...
“Ah iya, kemarin dia sempat cerita sama aku, katanya dia pernah mengenal seorang cowo. Karena suatu kesalahan, si cowo tidak mau minta maaf dan di saat mereka sedang bertengkar, guru mereka tahu dan akhirnya mereka dihukum. Namun ternyata si cowo itu tidak mau terima hukuman itu. Hanya Diandra sendiri yang nanggung hukuman itu.” Jelas Silvia
“Hukuman? Gara-gara apa dan hukumannya apa? Kok Diandra tidak pernah cerita ya selama ini?!” ucap Alvaro
“Untuk masalah itu, aku tidak tahu mas. Diandra tidak jelasin detailnya ke aku. Tapi dia bilang, walau si cowo sudah berusaha menjelaskan kenapa hal itu bisa sampai terjadi, tapi Diandra sudah terlanjur benci sama tuh cowo.” Jelas Silvia lagi
“Oh begitu ya.” Sahut Alvaro
“Aku sendiri tidak yakin. Tapi kemungkinan besar sih iya.” Ucap Alvaro
“Oh pantasan saja Diandra sampai segitunya dengan pak Azka.” Ucap Silvia dan Alvaro pun mengangguk membenarkan
“Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan untuk mereka berdua?” ucap Silvia
“Kita tidak usah ikut campur urusan mereka. Biar mereka yang mengatasi kesalahpahaman mereka sendiri dengan cara mereka.” Ucap Alvaro
“Oh begitu ya?!” Ucap Silvia
Disaat yang bersamaan Azka datang menghampiri.
__ADS_1
“Kalian akur banget. Jadi iri.” Ucap Azka
“Lha jelas akurlah. Kan kita memang tidak ada masalah. Ya kan, yang?” ucap Alvaro pamer kemesraan dan Silvia pun mengangguk malu
“Hadeuh.. Kalian jadian ya?” tanya Azka
“Hehehe.. Bukan cuma jadian, tapi aku juga ingin banget jadikan Silvia istriku. Ya kan, yang?! Kamu mau tidak?!” tanya Alvaro dan Silvia pun mengangguk lagi
“Duh yang lagi kasmaran. Repot dah. Bikin iri saja kalian.” Ucap Azka
“Hmm... aku turut berduka Az atas hatimu yang sedang sedih.” Ledek Alvaro
“Sial kamu, Al. Senang banget perasaan lihat calon adik iparmu ini merana gara-gara adikmu sendiri.” Protes Azka
“Bwahahaha....” tawa Alvaro pecah
“Hadeuh... Benar-benar deh. Adik kakak ini bikin orang jadi tambah frustasi.” Gerutu Azka dan Alvaro pun ketawa cekikikan
“Awas kamu ya, aku bales nanti.” Gumam Azka dalam hati dengan senyum licik
“Ayo, Sil. Temani aku saja. Aku lagi sedih nih. Ngomong ma kakak beradik ini cuma bisa buat aku kesal. Hanya kamu yang waras.” Ucap Azka yang langsung merangkul Silvia sambil mengajaknya pergi.
“Woi, apa kamu bilang? Itu.. Itu cewe’ aku mau kamu bawa kemana?” Teriak Alvaro yang yang membuat Diandra tanpa sadar tersenyum melihat tingkah mereka bertiga
***********************************
“Bwahahaha.... Ternyata Azka mirip Ayahnya ya, pak Rudi.” (Author)
“Emang iya, Thor?!” (Diandra)
“Iya. Bwahahahaha......😂” (Author)
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan Comentnya ya...🙏