Their Love Story

Their Love Story
dibantu Alvaro


__ADS_3

“Kenapa, Al?” tanya Azka


“Tidak ada apa-apa. Aku hanya sudah bisa menduganya saja.” Ucap Alvaro


“Terus sekarang aku harus bagaimana, Al?” tanya Azka


“Hmm bagaimana, ya?! Jujur, aku sendiri juga bingung. Masalahnya aku tahu banget kalau Diandra itu keras kepala.” Ucap Alvaro


“Oh begitu ya?!” ucap Azka putus asa dan akhirnya mereka berdua terdiam sejenak


Setelah beberapa saat, akhirnya Alvaro punya ide


“Az, gimana kalau kamu ngobrol berdua dengan Diandra?” ucap Alvaro


“Aku sih mau. Tapi dianya mau tidak?” ucap Azka ragu


“Untuk urusan itu, kamu tidak usah khawatir. Kamu serahkan ke aku. Kamu tunggu saja kabar dariku.” Ucap Alvaro


“Ya sudah, aku percayakan sama kamu.” Ucap Azka dan Alvaro pun mengangguk


Setelah itu, mereka pun pulang ke rumah masing-masing


Sesampainya di rumah, pak Rudi menegur Azka


“Bagaimana, Az? Apa Alvaro bisa membantumu?” tanya Ayah saat melihat Azka pulang


“Belum tahu, yah. Masalanya dia juga tidak yakin.” Sahut yang langsung duduk di samping ayahnya


“Tapi kamu masih tetap berusaha kan, Az?” tanya Ayah


“Iya, ayah. Aku masih tetap berusaha kok.” Ucap Azka


“Bagus kalau begitu. Itu baru anak ayah. Semangat ya, Az.” Ucap pak Rudi


“Iya, ayah. Makasih.” Sahut Azka

__ADS_1


Dan di saat yang bersamaan dan di tempat lain, Alvaro mencoba berbicara dengan Diandra


“An, mas bisa bicara tidak sama kamu?” tanya Alvaro setelah mengetuk kamar Diandra


“Mas mau bicara apa?” tanya Diandra ketika membuka pintu kamarnya


“Kita bisa bicara di dalam kamar saja?” tanya Alvaro dan Diandra pun mengangguk


“An, mau sampai kapan kamu seperti ini dengan Azka?” tanya Alvaro


“Tidak tahu mas. Aku masih kesal dengannya.” Ucap Diandra


“Tapi, An. Jangan seperti ini. Berilah dia kesampatan untuk menjelaskannya.” Ucap Alvaro tapi Diandra hanya diam saja


“An, kamu dengar mas tidak?” tanya Alvaro sambil menggoyangkan badan Diandra


“Mas, aku takut, aku takut kecewa lagi sama dia.” Ucap Diandra


“Tidak akan, An. Mas jamin, dia tidak akan buat kamu kecewa lagi.” Ucap Alvaro.


“Baiklah, mas. Akan aku coba. Tapi ini untuk yang terakhir kalinya ya, mas.” Ucap Diandra


“Iya. Ya sudah, kalau begitu besok kalian ketemu di taman kota bagaimana?! Sekitar jam 10 pagi. Sekalian mas juga mau ajak Silvia keluar.” Ucap Alvaro


“Ya sudah deh, mas. Aku setuju.” Ucap Diandra pasrah


“Nah gitu donk. Itu baru adiknya mas.” Ucap Alvaro sambil mengelus-ngelus kepala Diandra


Setelah mendapat persetujuan dari adiknya, Alvaro pun langsung mengirim pesan singkat ke Azka


‘Az, besok jam 10 pagi, lo bisa ketemu dengan Diandra di taman kota. Jangan sampai telat. Bicarakan semuanya baik-baik. Jangan sampai ada masalah lagi.’


***********************************


Keesokan harinya, Azka pun datang ke taman kota, tepat jam 10 pagi.

__ADS_1


Di sana dia sudah melihat Diandra sedang duduk sendirian


“Hai, An. Sudah lama menunggunya?” tanya Azka


“Tidak kok. Barusan.” Ucap Diandra


“Alvaro mana?” tanya Azka basa basi


“Lagi jalan tidak tahu kemana sama Silvia.” Ucap Diandra datar.


“An, maaf sebelumnya Kalau aku sudah buat kamu sakit hati. Tapi An, jujur, itu hanya salah paham. Aku tidak seperti itu.” Ucap Azka


“Jadi menurut kamu, apa yang aku dengar itu semua hanya salah paham?!” ucap Diandra dan Azka pun mengangguk.


“Terus, jadi yang benar itu yang kaya gimana?” tanya Diandra


“itu...”


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira bisakah mereka berbaikan? Atau apakah masalahnya jadi tambah rumit?


Tunggu kelanjutannya di next...


Jangan lupa like dan comentnya ya...🙏

__ADS_1


__ADS_2