Their Love Story

Their Love Story
ungkapan hati Alvaro


__ADS_3

Setelah mereka memisahkan diri dari orang tua mereka, mereka pun cari tempat untuk mengobrol masing-masing. Namun ternyata dalam hati Alvaro dan juga Azka, ingin sekali bisa bicara dengan pasangan mereka masing-masing


“An, mas bisa tidak mengobrol berdua dengan Silvia?” tanya Alvaro


“Hmm... Ya sudah deh.” Sahut Diandra agak sedikit ragu tapi juga mengerti dengan maksud kakaknya itu


“Sil, maaf nih kalau aku kemarin-kemarin tidak langsung mengenali kamu.” Ucap Alvaro begitu Diandra meninggalkan mereka berdua


“Iya tidak apa-apa kok, pak. Aku sendiri juga tidak mengenali bapak.” Sahut Silvia


“Tidak usah panggil aku bapak, kenapa?” ucap Alvaro yang merasa jadi tidak enak sendiri mendengarnya


“Terus aku harus panggil apa?” tanya Silvia bingung


“Panggil saja aku mas. Kaya’ Diandra panggil aku.” Pinta Alvaro


“Ya baiklah pak, eh salah, mas.” Ucap Silvia sambil nyengir


“Eh ya Sil, kamu sudah punya pacar belum?” tanya Alvaro langsung to the poin seperti ayahnya dulu, pak Chandra


Skip...


“Woi thor, jangan di bahas lagi napa kisah jaman dulu.” (pak Chandra)


“Lha memang iya kan?! Waktu itu pak Chandra langsung main lamar saja kan anak orang.” (author)


“Itu kan gara-gara author sendiri yang buat jalan ceritanya kaya gitu.” (pak Chandra)


“Ada apa ini? Ada apa ini? Bruk...(Pak Rudi)


“Benar-benar tidak berubah.. Hadeuh...” (pak Chandra)


“bwahahaha....” (Author)


“Author...!!!” (pak Rudi)


Skip end...


“Belum punya pak, eh mas.” Sahut Silvia


“Tapi kamu sudah punya orang yang kamu suka, Sil?” Tanya Alvaro

__ADS_1


“Hmm... Memangnya kenapa mas?” tanya Silvia


“Begini, kamu tadi ada di kelas tidak waktu aku nolak mahasiswi di kampus?” tanya Alvaro


“Ada. Mas bilang kan sudah punya calon. Itu beneran mas?” tanya Silvia hati-hati


“Itu akan jadi beneran kalau perempuan itu mau terima aku sekarang.” Jelas Alvaro


“Maksudnya apa, mas?” tanya Silvia bingung


“Maksudku, apakah kamu mau terima aku sebagai calon suami kamu?” ucap Alvaro


Skip...


“Tuh khan sama..” (Author)


“Woi varo, kenapa kamu langsung to the point kaya gitu?” (Pak Chandra)


“Lha di skenarionya kaya gitu kok. Masa’ aku mau ucapin kata-kata yang lain.” (Alvaro)


“Author...!!” (pak Chandra)


Skip end..


“Apa, pak? Eh mas? Aku tidak salah dengar kan? Bapak eh maksudku mas, mas pingin jadi calon suamiku?!” tanya Silvia yang sebenarnya jantungnya dag dig dug duer...


“Tidak. Kamu tidak salah dengar kok. Gimana?” tanya Alvaro


“Hmm... Aku mau pak, eh mas.” Sahut silvia malu-malu dengan wajah yang memarah.


“Benarkah itu, Sil?” tanya Alvaro


“Iya. Benar. Sebenarnya aku juga sudah lama suka sama ba.. Eh suka sama mas gitu.” Sahut Silvia


“Wow.. Berarti amang benar ya kalau ada istilah, jodoh itu tidak akan kemana.” Ucap Alvaro


“Hehehe... Iya.” Sahut Silvia yang lega ternyata orang yang sangat dia cintai selama ini juga ternyata mencintai dia


Dan disaat yang bersamaan, Azka mencoba mendekati Diandra


“Hai, An. Tadi kuliah?” tanya Azka

__ADS_1


“Kuliah. Emang napa?” tanya Diandra ketus


“Kok kamu tidak tengokin aku sih. Aku kan menunggu kamu.” Ucap Azka


“Ngapain juga aku tengokin kamu. Memangnya kamu sakit?” celetuk Diandra


“Ya tidak gitu juga, An. Maksudku itu, temuin gue sebentar gitu. Masa’ kamu tidak kangen?” tanya Azka


“Kangen? Tidak tuh. Aku tidak kangen.” Sahut Diandra sambil buang muka


Melihat sikap Diandra yang seperti itu, Azka pun merasa tidak enak hati


“Diandra, kamu masih belum bisa maafin aku ya?” tanya Azka memelas sambil duduk dihadapan Diandra


“Az, aku...”


“Diandra... Tunggu.. Jangan di jawab dulu.” (Author)


“Author, jangan kau gantung hatiku ini. Plis..” (Azka)


“Maaf, bukan maksud mau gantung hatimu, tapi authornya bingung, enaknya di maafin apa ga ya.” (Author)


“Hadeuh, begini banget sih nasibku.” (Azka)


“Ya terima saja, Az. Dulu om juga sering dibuat begitu sama author.” (Pak Chandra)


“Hehehe...” (Author)


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like dan comentnya ya...🙏

__ADS_1


__ADS_2