Their Love Story

Their Love Story
berkabung


__ADS_3

Saat polisi sudah pergi, Diandra yang baru bangun dari tidurnya pun datang.


“Mas, tadi siapa yang datang mas? Kok agak berisik ya?” tanya Diandra yang memang terbangun karena suara obarolan Alvaro dan juga polisi


“Aduh.. Gimana cara menyampaikannya, ya?!” gumam Alvaro dalam hati


“Woi mas, di tanya kok malah diam sih?! Tadi siapa yang datang?” tanya Diandra lagi


“Hmm itu tadi polisi yang datang, An.” Sahut Alvaro berhati-hati


“Polisi?” ucap Diandra memastikan dan Alvaro mengangguk


“Terus tadi polisi kasih kabar apa?” tanya Diandra lagi


“Hmm... Mereka bilang kalau semua bukti fisik yang mereka temukan itu mengarah pada ayah dan bunda.” Jelas Alvaro


“Apa mas? Jadi itu berarti dua jasad yang kita temukan kemarin adalah jasad dari ayah dan bunda?” tanya Diandra dengan suara gemetar


“An, kamu tenang dulu. Walau seperti yang polisi tadi katakan bahwa semua bukti fisik telah mengarah pada Ayah dan bunda, tapi mas masih belum yakin kalau kedua jasad itu jasad mereka. Masalahnya mereka tidak bisa melakukan tes DNA.” Jelas Alvaro


“Belum yakin gimana sih, mas?! Walau tes DNA tidak bisa dilakukan, tapi bukankah bukti fisik saja sudah cukup untuk menentukan dua jasad itu siapa?” ucap Diandra.


“An, mas bingung cara menjelaskannya sama kamu. Tapi, mas harap, kita sebagai anak ayah dan bunda, harus tetap optimis kalau ayah dan bunda masih hidup.” Ucap Alvaro.


“Baiklah, mas. Tapi mas, gimana dengan dua jenazah itu. Polisi kan tadi sudah bilang kalau dua jasad itu adalah ayah dan bunda.” Ucap Diandra

__ADS_1


“Ya kita bantu untuk memakamkannya saja. Gimana?” ucap Alvaro


“Baiklah, mas. Gimana baiknya saja.” Ucap Diandra yang akhirnya tenang


Disaat yang bersamaan...


“Woi Al, gimana kabar hasilnya? Polisi udah ke sini belum?” tanya pak Rudi yang tiba-tiba masuk tanpa ketuk pintu


‘pletak..’ kepala pak Rudi di pukul oleh bunda Alya


“Yah, kalau masuk rumah orang itu, ketuk pintu dulu. Jangan main nyelonong saja. Tidak sopan tahu.” Ucap bunda Alya memarahi pak Rudi


“Habisnya aku penasaran, bun.” Ucap pak Rudi


“Tapi tetap saja tidak boleh. Ya kan, Al.” Ucap bunda Alya


“Tuh kan. Alvaro saja tidak apa-apa. Kenapa kamu yang marah?” ucap pak Rudi.


“Huh..” sahut mba Alya singkat dan Alvaro pun tersenyum


“Sudah cuekin saja tantemu. Jangan pedulikan. Terus gimana? Apa polisi sudah kasih kabar?” ucap pak Rudi


“Sudah, om. Tadi polisi bilang kalau hasil bukti fisik yang di dapat ternyata mengarah pada ayah dan bunda.” Ucap Alvaro


“Jadi seperti itu hasilnya.” Ucap pak Rudi yang tiba-tiba meneteskan air mata

__ADS_1


Bunda Alya yang mendengar jawaban itu pun langsung memeluk tubuh Diandra


“Sayang, kamu harus kuat ya.” Ucap bunda Alya


“Iya, tante.” Sahut Diandra datar


Tak selang berapa lama, Silvia pun datang bersama dengan kedua orangtuanya, Nara dan Gilang


“Al, An, maaf kami baru bisa datang ke sini. Kami sudah dapat cerita dari pak Rudi, terus sekarang ada kabar apa lagi?” ucap Gilang


“Om, tante, ayah dan bunda sudah dinyatakan meninggal oleh pihak kepolisian. Karena mereka menemukan semua bukti fisik mengarah pada ayah dan bunda.” Jelas Alvaro


“Lalu apa hasil DNAnya juga menunjukkan hasil yang sama?” tanya Nara tidak terima dengan hasil yang dia dengar


“Polisi kesulitan melakukan tes DNA karena kedua jasad yang ditemukan itu sudah habis terbakar 99%.” Jelas Alvaro


“Oh begitu.” Ucap Nara yang tiba-tiba sedih


.


.


.


.

__ADS_1


.


Next...😙


__ADS_2