
Sesampainya di taman kampus, Alvaro langsung mencari sosok Silvia. Dan benar saja, ternyata Silvia sedang duduk sendirian
“Sil, kamu kok tidaktunggu aku?” tanya Alvaro tapi Silvia diam
“Sil, kamu marah sama aku?” tanya Alvaro lagi dan Silvia masih tetap saja diam
“Sil, kamu jangan diam seperti ini donk. Jawab aku. Aku bingung kalau kamu seperti ini.” Ucap Alvaro
“Mas, kenapa mas ke sini?” tanya Silvia yang akhirnya buka suara
“Maksudnya?” tanya Alvaro
“Mas kenapa ke sini? Mas kenapa tidak lanjutkan saja mengobrolnya sama bu Yulia? Kalian kan serasi.” Ucap Silvia yang benar-benar susah payah menahan tangis
“Sil, tidak ada yang perlu aku obrolkan dengan dia. Jadi untuk apa juga aku harus lama-lama di sana?!” ucap Alvaro
“Mas, bu Yulia sepertinya sangat cocok untuk mas.” Ucap Silvia
“Maksud kamu itu apa sih, Sil?” Tanya Alvaro yang makin bingung dengan arah pembicaraan Silvia
“Mas, kenapa mas tidak jadian saja sama ibu Yulia? Dia sepertinya cinta mati tuh sama mas.” Ucap Silvia yang masih menahan tangisnya
__ADS_1
“Hadeuh Sil.. Walau dia suka seperti apapun sama aku, cinta cinta apapun sama aku, aku tetap tidak mau sama dia. Aku cuma maunya sama kamu. Kamu harus tahu itu.” Ucap Alvaro
“Tapi mas.. Dia tadi sepertinya tulus deh sama mas.” Ucap Silvia
“Sil, kamu ini kenapa sih? Sekali aku bilang tidak, ya tidak!!” ucap Alvaro agak emosi dan membuat Silvia terdiam lagi
“Sil, maafkan aku. Aku tidak ada maksud membentakmu. Hanya saja tolong, jangan seperti itu.” Pinta Alvaro tapi Silvia diam tidak merespon
“Sil.. Tolong. Plis.” Ucap Alvaro putus asa dan Silvia pun masih diam
“Hayolah Sil, aku mohon. Jangan begini. Kalau kamu kaya’ begini, terus aku harus gimana?” ucap Alvaro yang tiba-tiba duduk jongkok dihadapan Silvia.
“Mas, aku cemburu mas. Mas tahu tidak sih?” ucap Silvia yang akhirnya menangis
“Jujur, aku senang kalau kamu cemburu seperti ini, tapi aku juga sedih kalau melihat kamu menangis.” Ucap Alvaro sambil memeluk Silvia
“Sil, kamu tidak usah merasa cemburu seperti ini. Karena dalam hatiku, dari dulu hingga detik ini, kamulah yang aku cintai.” Lanjut Alvaro setelah melepaskan pelukannya dan menatap perempuan yang dihadapannya dengan tatapan serius
“Dulu memang aku sempat berpikir membina hubungan dengan wanita lain. namun ternyata, hal itu tidak membuat aku bisa melupakanmu. Malahan aku semakin rindu padamu dan berharap suatu saat nanti, kita bisa bertemu lagi.” Jelas Alvaro
“Dan saat itu aku berjanji pada diriku sendiri, jika aku diberi kesempatan untuk bisa ketemu kamu lagi, maka aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi.” Jelas Alvaro lagi
__ADS_1
“Jadi, mulai saat ini, kamu tidak usah cemburu-cemburu lagi ya sama perempuan manapun.” Pinta Alvaro sambil mengelap air mata Silvia dan Silvia pun mengangguk
“Sekarang apa kamu sudah merasa jauh lebih baik?” tanya Alvaro dan Silvia pun menggelengkan kepala
“Kok begitu? Memang ada apa? Apa ada yang mau kamu tanyakan ke aku?” ucap Alvaro
“Mas, terus ibu Yulia itu siapa?” tanya Silvia
“Oh dia memang dulu pernah dekat denganku. Jadi begini ceritanya...” ucap Alvaro yang kemudian memulai menjelaskannya agar Silvia tidak salah paham lagi
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan comentnya ya...🙏