Their Love Story

Their Love Story
Pernikahan ganda (END)


__ADS_3

Tak terasa sudah satu minggu berlalu dan kini saatnya pesta pernikahan ke dua pasangan ini. Sangat terlihat jelas betapa bahagianya keluarga mereka ini.


“Al, An, sebelum acara dimulai, bunda ingin sekali menyampaikan sesuatu untuk kalian.” Ucap bunda Ai


“Ada apa, bun?” tanya Alvaro


“Al, setelah hari ini, status kamu berubah menjadi kepala rumah tangga di keluargamu kelak. Tolong selalu jadilah pemimpin yang bijak dan baik ya. Jangan pernah sekali pun kamu melukai hati istrimu. Sebab tangisnya istri itu akan mempengaruhi perjalanan hidup rumah tangga kalian.” Ucap bunda mengingatkan


“Iya, bun. Makasih sudah diingatkan.” Sahut Alvaro


“Lalu untuk kamu, An. Bunda minta setelah kamu menikah, tolong kurangi keras kepala kamu dan dengarkan semua ucapan suami kamu. Selama ucapannya baik dan masuk akal, maka ikuti dan turuti.” Ucap bunda mengingatkan Diandra


“Iya, bun.” Sahut Diandra


Setelah berpesan itu semua pada anak-anaknya, bunda Ai menjadi merasa lebih tenang.


Namun terjadi kejadian yang tak terduga beberapa saat sebelum acara dimulai. Kalian tahu tidak apa itu... Hmmm... Tiba-tiba tangan Alvaro di tarik masuk ke dalam kamar oleh seseorang


“Lucy, kamu mau apa tarik aku ke sini?” tanya Alvaro bingung


“Mas, mas yakin mau menikahi anak manja seperti Silvia itu?” tanya Lucy


“Anak manja? Kenapa kamu bilang dia itu anak manja? Sedangkan kamu sendiri belum benar-benar mengenal dia.” Ucap Alvaro kesal


“Tidak usah kenal juga sudah kelihatan mas.” Sahut Lucy tanpa dosa


“Eh dengar ya, Lucy. Aku tidak tahu maksud kamu bilang ini ke aku itu untuk apa. Tapi yang pasti, aku sangat mencintainya. Aku tidak suka kalau ada orang lain yang menjelek-jelekan tentang dirinya.” Ucap Alvaro sebelum akhirnya pergi.


“Huh dasar sombong.” Gerutu Lucy

__ADS_1


Setelah meninggalkan Lucy, Alvaro pun langsung menemui Diandra


“An, gila tuh anak satu. Masa’ berani-beraninya dia menjelakkan Silvia. Padahal dia sendiri belum kenal dekat dengan Silvia.” Ucap Alvaro kesal sambil duduk di samping adiknya itu


“Maksud mas siapa?” tanya Diandra


“Itu si Lucy. Dia tadi menjelek-jelekan Silvia. Maksudnya apa coba?!” ucap Alvaro masih dengan nada kesalnya


“Sabar, mas. Sudah cuekin saja.” Ucap Diandra


Disaat yang bersamaan, Kayla rupanya mendengarkan semuanya


“Maaf mas, kak, aku masuk begitu saja.” Ucap Kayla sopan dan ini membuat Alvaro dan Diandra saling memandang


“O tidak apa-apa, Kayla. Ada apa?” tanya Alvaro


“Begini mas, Kayla datang kesini itu karena ingin minta maaf sama mas Alvaro dan juga mbak Diandra atas apa yang sudah dilakukan oleh mbak Lucy. Kalian berdua, apakah bisa,memafkan dia?” ucap Kayla


“Terimakasih, mas.” Ucap Kayla dan Alvaro pun mengangguk


Akhirnya mereka pun ngobrol-ngobrol sebentar dan tak terasa waktunya pun tiba. Mereka akan segera melaksanakan proses akad nikah dan juga pestanya.


Acara pun berjalan dengan lancar. Seluruh keluarga pun bahagia


“Jujur, aku tuh tidak kepikiran bisa jadi satu keluarga sama kamu, Ai.” Ucap pak Rudi


“Sama, pak. Aku juga tidak pernah menyangka kalau akan ada hari ini.” Sahut bunda Ai


“Selamat ya untuk kalian semuanya.” Ucap pak Lutfi

__ADS_1


“Terimakasih, pak.” Sahut bunda Ai


“O ya Ai, setelah acara ini selesai, mungkin kami akan pulang. Soalnya sudah terlalu lama kami meninggalkan rumah.” Ucap pak Lutfi


“Apa tidak menginap untuk beberapa hari lagi?” tanya pak Chandra


“Tidak, Chan. Terimakasih. Tapi memang ini sudah waktunya untuk kami pulang.” Ucap pak Lutfi


“O ya sudah kalau begitu. Tapi sebelum pulang, kalian harus menikmati dulu suasana di sini.” Ucap pak Rudi


“Iya Rud, itu sudah pasti.” Ucap pak Lutfi


Disaat yang bersamaan dan disisi lain...


“Kakak berempat, selamat ya.” Ucap Kayla sopan


“Terimakasih ya Kay.” Sahut Diandra


“O ya, sekalian saja aku mau pamit sama kalian. Mungkin setelah acara ini selesai, aku dan keluarga akan pulang.” Ucap Kayla


“Kok buru-buru, Kay?” tanya Alvaro


“Bukannya mau buru-buru, mas. Tapi aku kan harus menyiapkan segala sesuatu untuk sekolah baruku nanti.” Ucap Kayla


“Oh begitu. Ya sudah. Tapi kalau kamu menemukan kesulitan, kamu hubungi kami saja ya. Kamu catat nih nomor telpon kami.” Ucap Azka dan akhirnya Kayla pun menyimpan nomor mereka semua.


“Makasih ya kakak-kakak berempat.” Ucap Kayla sambil tersenyum dan akhirnya mereka pun foto bersama.


Begitulah akhir dari kisah cinta mereka berempat. Walau sudah banyak kesalahpahaman dan juga penantian yang panjang, tapi kalau memang jodoh, tidak akan kemana. Mereka akan tetap bersama dan disatukan oleh ikatan pernikahan.

__ADS_1


**THE END**


__ADS_2