Their Love Story

Their Love Story
ilfiil


__ADS_3

“Lha memang kenapa kalau aku yang di tunggu sama kakak kamu?!” Celetuk Azka


“Haiz.. Mas, kok mas ajak ni orang ke sini sih?! Aku jadi tidak nafsu makan tahu.” Ucap Diandra sewot


“Sudahlah.. Aku pergi saja kalau begitu.” Ucap Diandra tanpa memdengarkan penjelasan Alvaro


“Woi, An. Kamu mau kemana? Makananmu belum habis nih?” panggil Silvia


“Aku sudah tidak nafsu.” Sahut Diandra sambil berteriak


“Haizz ni anak...” gumam Alvaro


“Kamu temannya Diandra?” tanya Alvaro


“Iya, pak.” Sahut Silvia


“Tolong kamu temani dulu Diandra. Nanti aku susul.” Pinta Alvaro


“Al, tidak usah. Biar aku saja yang susul Diandra. Lagipula ini semua salahku kok.” Ucap Azka


“Beneran tidak apa-apa?” tanya Alvaro yang tidak yakin Azka bisa menenangkan Diandra


“Beneran kok, tidak apa-apa.” Sahut Azka


“Ya sudah. Aku titip Diandra ya. Masalahnya aku masih ada kelas lagi.” Ucap Alvaro


“Lha terus aku gimana?” ucap Silvia polos


“Memang kamu sudah tidak ada kelas lagi?” tanya Alvaro dan Silvia pun menggeleng


“Ya sudah, kamu ikut masuk kelasku saja dulu. Sekalian setelah itu, ada yang mau aku bicarakan ke kamu masalah Diandra.” Ucap Alvaro.


“Oh ya sudah kalau begitu.” Sahut Silvia yang dalam hati kegirangan

__ADS_1


“Ya sudah kalau begitu, aku susul Diandra dulu ya mas.” Ucap Azka


“Iya.” Sahut Alvaro yang kemudian mereka pun berpisah.


Tak selang berapa lama, Azka pun bisa menemukan Diandra


“Mau apa kamu menyusulku?” ucap Diandra ketus


“Haiz.. Bisa tidak sih kita bicaranya baik-baik?” ucap Azka


“Tidak ada yang perlu kita bicarakan baik-baik. Karena aku sudah terlanjur ilfill sama kamu.” Ucap Diandra


“Kamu memang masih belum bisa melupakan kejadian waktu itu?” tanya Azka hati-hati namun tidak di jawab oleh Diandra.


“Sebenarnya waktu itu, aku tidak bisa datang karena aku sakit dan masuk rumah sakit. Aku di rawat selama satu minggu. Aku kena DBD saat itu.” Jelas Azka


“Jadi aku tidak bisa bantu kamu buat terima hukuman.” Lanjut Azka dan Diandra pun masih diam


“An, kamu jangan begini. Aku beneran menyesal waktu itu. Aku mau mendatangimu, tapi aku terlalu takut kalau kamu bakalan marah-marah lagi sama aku.” Jelas Azka tapi lagi-lagi Diandra masih saja diam


“Maaf pak Azka. Rasanya malas bicara sama bapak. Aku mau pulang.” Ucap Diandra yang langsung meninggalkan Azka sendirian duduk termenung


“An, sampai segitunya kamu benci aku?” gumam Azka lirih


Sementara di tempat lain, Silvia yang selalu serius memperhatikan wajah Alvaro, tiba-tiba terkejut. Karena ada yang melempar batu ke arah jendela tempat duduk Silvia


“Diandra?!” ucap Silvia lirih


“Sil, sini. Keluar.” Panggil Diandra


“Hah?” ucap Silvia yang tidak mendengar ucapan Diandra dan ini diketahui oleh Alvaro. Lalu Alvaro pun mencoba mencari tahu.


“Sil, pergilah. Temui Diandra.” Ucap Alvaro

__ADS_1


“Tapi pak..” ucapan Silvia terpotong


“Sudah tidak apa-apa. Lain kali saja kita bicaranya. Tolong jaga dia ya sampai aku selesai.” Pinta Alvaro


“Baiklah pak kalau begitu. Aku keluar dulu.” Pamit Silvia dan Alvaro pun mengangguk


Setelah sampai di luar, Silvia pun langsung mendatangi Diandra yang sedang duduk sendirian


“Ada apa, An?” tanya silvia


“Tidak ada apa-apa.” Sahut Diandra santai


“Lha kalau tidak ada apa-apa, terus kenapa kamu menyuruhku keluar? Kan lagi asyik-asyiknya lihat pak Alvaro mengajar.” Protes Silvia


“Ya elah.. Repot banget sih punya teman yang lagi jatuh cinta.” Gumam Diandra


“Hehehe...” sahut Silvia nyengir


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira apakah Diandra bisa memaafkan Azka ataukah tidak?


Ditunggu saja ya kelanjutannya...😉

__ADS_1


Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏


__ADS_2