Their Love Story

Their Love Story
disangka bohong


__ADS_3

“Sil, aku mau bilang kalau tadi tuh pada waktu kelas si Azka, tidak tahunya ada kuis dadakan. Dan kamu tahu tidak kalau tadi aku tidak bisa jawab satu soal pun.” Ucap Diandra


“Apa, An?! Kamu tidak bisa isi satu pun? Kamu gimana sih, An? Itu yang di ajarkan sama pak Azka kan mata kuliah S1. Ini kan cuma mengulang, An.” Ucap Silvia greget


“Masa’ iya sih? Kok aku waktu perhatikan tu soal, kenapa susah banget?!” ucap Diandra


“Hadeuh.” Sahut Silvia


“Terus gimana donk, Sil? Mana tadi Azka bilang kalau sampai ketahuan ada yang bohong, bakalan tidak boleh mengikuti pelajaran dia sampai semester depan. ****** deh aku. Nanti bisa-bisa kalau ketahuan ayah, pasti bakalan dimarahi habis-habisan kalau begini caranya.” Ucap Diandra


“Lha sekarang aku mau tanya sama kamu. Kamu tidak isi tuh soal, karena kamu benar-benar tidak tahu atau memang kamu sengaja tidak isi?” tanya Silvia


“Ya aku benar-benar tidak tahulah. Dibilangin, tuh soal aku tidak mengerti sama sekali. Susah.” Ucap Diandra


“Kalau kamu memang beneran tidak bisa isi, berarti kamu tidak bohongkan. Kenapa juga kamu harus takut, An?!” ucap Silvia


“Ngomong sih gampang kamu, Sil. Aku nih ya. Aku lagi ketakutan kalau si Azka salah paham sama aku dan mengira kalau aku sudah pura-pura tidak bisa. Padahal kan aku memang tidak bisa beneran. Bukan pura-pura.” Jelas Diandra


“Oh begitu. Ya berarti kamu berdoa saja supaya pak Azka tidak menyangka kalau kamu bohong.” Sahut Silvia


“Hadeuh..” ucap Diandra sambil menghela nafas panjang


Dan disaat yang bersamaan, Alvaro datang.


“Dek, kamu disini?” tanya Alvaro

__ADS_1


“Memangnya aku tidak boleh di sini?” tanya Diandra balik


“Kamu ini ya, ditanya malah balik nanya. Kebiasaan banget sih.” Ucap Alvaro


“Lha lagian mas sih, ngomongnya kaya begitu.” Ucap Diandra


“Sudah.. Sudah.” Ucap Silvia menengahi


“Ada apa, mas?” tanya Silvia


“Ini nih, aku mau tanya sama ni bocah satu. Kenapa tadi waktu kuis dadakannya si Azka, kamu kosongin lembar jawaban kamu?!” Ucap Alvaro to the point.


“Oh, jadi tuh orang mengadu ya sama mas? Dasar..!!” ucap Diandra.


“Dia tidak mengadu, dia cuma cerita.” Sahut Alvaro


“Jadi kenapa kamu kosongkan tuh lembar jawaban, hah?!” tanya Alvaro agak marah


“Lha aku memang tidak tahu harus jawab apa. Ya jadi aku kosongkan saja lembar jawabannya.” Ucap Diandra


“Hadeuh dek.. Dek.. Itu kan pelajarannya mengulang. Dulu waktu kamu S1 kan juga pernah di ajarkan tentang materi itu.” Ucap Alvaro kesal


“Ya namanya juga lupa, trus gimana?” sahut Diandra


“Hadeuh dek.. dek.. Kamu ini bikin mas kesal dan tidak tahu lagi harus ngomong apa sama kamu.” Ucap Alvaro yang benar-benar putus asa menghadapi adiknya itu.

__ADS_1


“Sudah.. Sudah.. tidak usah marah-marah lagi. Sekarang aku mau tanya, terus tadi apa komentarnya pak Azka?” tanya Silvia


“Dia frustasi tuh. Dia pikir, sampai segitunya kamu benci dia, sampai-sampai pelajarannya pun ikut kamu benci.” Ucap Alvaro ke Diandra


“Biarkan saja kalau dia pikir begitu.” Ucap Diandra sewot


“Eits, An. Kamu tadi tidak ingat apa, pak Azka bilang kan kalau ada yang terbukti bohong, orang itu tidak boleh ikut pelajarannya sampai semester depan. Terus sekarang kamu dengar sendiri kan, ternyata memang benar dia berfikir kalau kamu itu sudah berbohong sehingga sengaja mengosongkan lembar jawaban.” Ucap Silvia mencoba mengingatkan Diandra


“Hadih... Iya ya... Terus aku harus gimana nih sekarang?” ucap Diandra panik


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira Diandra akan diapakan ya sama Azka?


Tunggu kelanjutannya di next...

__ADS_1


Jangan lupa like dan comentnya ya...🙏


__ADS_2