
Sesampainya mereka di rumah, Diandra langsung masuk ke dalam kamar.
“Varo, kenapa dengan Diandra?” tanya bunda Ai
“Tadi sepertinya berantem sama Azka, bun.” Sahut Alvaro
“Berantem? Kok bisa?” tanya bunda heran
“Entahlah, bun. Aku sendiri bingung dengan mereka berdua.” Ucap Alvaro
“Ya sudah. Kalau begitu biar bunda nanti yang tanya ke Diandranya.” Ucap bunda Ai
“Iya, bun.” Sahut Alvaro
Sementara di dalam kamar, Diandra sedang duduk termenung.
“Kenapa sih aku harus bertemu lagi sama tuh cowo?! Sudah gitu dijodohkan pula. Betapa suramnya masa depanku nanti.” Gerutu diandra
‘tok.. tok.. tok..’ tiba-tiba pintu kamar di ketuk
“Diandra, bunda boleh masuk tidak?” tanya bunda Ai dari luar kamar
“Masuk saja, bun.” Sahut Diandra dari dalam
“Kamu ada apa Diandra? Kok wajahmu terlihat BT seperti ini?” tanya bunda menyelidiki
“Tidak ada apa-apa, bun.” Sahut Diandra
“Beneran kamu tidak kenapa-kenapa?” tanya bunda lagi
“Iya, bun. Aku tidak kenapa-kenapa. Bunda tidak usah khawatir.” Sahut Diandra
“Ya sudah kalau kamu tidak mau cerita. Tapi, jika suatu saat nanti kamu berubah pikiran dan ingin cerita, bunda siap kok mendengar ceritamu.” Ucap bunda
__ADS_1
“Iya, bun. Makasih banyak.” Sahut Diandra
“Iya, sayang.” Ucap bunda yang langsung merangkul dan mengelus kepala Diandra
***********************************
Ke esokan harinya saat sedang sarapan, Ayah melihat raut wajah Diandra yang muram
“Diandra, kamu kenapa?” tanya ayah
“Tidak kenapa-kenapa, ayah.” Sahut Diandra singkat
“Kamu hari ini ada jam kuliah?” tanya Ayah
“Iya ayah. Mata pelajarannya mas Alvaro.” Sahut Diandra
“Oh.. Kalau begitu, kalian berangkat bareng lagi ya.” Ucap Ayah
“Tidak ah ayah. Aku mau berangkat sendiri saja. Masalahnya bisa-bisa aku kena masalah sama fans fanatiknya mas Alvaro.” Jelas Diandra
“Ya ela mas.. Dasar otak lurus. Coba donk sekali-kali perhatikan tuh sekitarnya. Ada banyak perempuan yang ngantri buat jadi pacar mas Alvaro.” Ucap Diandra
“Beneran itu, Varo?” tanya Ayah
“Yah, aku sendiri saja tidak tahu kalau ada hal semacam itu.” Sahut Alvaro
“Percuma yah, bicara sama mas Alvaro. Dia mah otaknya lurus. Jadi mana sadar kalau ada cewe bejibun yang antri.” Celetuk Diandra
“Apa sih kamu ini? Pagi-pagi jangan sebar gosip deh.” Ucap Alvaro
“Siapa yang sebar gosip? Orang ini kenyataan. Ya sudah kalau tidak percaya.” Ucap Diandra sewot
“Sudah.. Sudah.. Jangan ribut. Lebih baik kalian cepat sarapan lalu berangkat.” Ucap bunda menengahi
__ADS_1
Tak selang berapa lama kemudian, kami pun selesai sarapan.
“Bun, kami berangkat dulu.” Ucap Avaro
“Iya. Kalian hati-hati di jalan.” Pesan bunda
“Iya, bun.” Sahut Alvaro
“Diandra, kamu beneran tidak mau berangkat bareng nih? Sudah siang lho.” tanya Alvaro
“Hmm ya sudah deh. Tapi turunin aku agak jauh dari gerbang kampus ya.” Pinta Diandra
“Ya sudahlah. Ayo masuk.” Ucap Alvaro dan Diandra pun masuk ke dalam mobil
Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya sesuai permintaan Diandra, Alvaro menghentikan mobilnya agak jauh dari gerbang kampus
“Sudah sana kamu duluan yang masuk ke ke dalam kampus.” Ucap Alvaro
“Iya.” Sahut Diandra singkat dan kemudian Diandrapun langsung turun dari mobil
Setelah memastikan Diandra masuk ke dalam kampus, Alvaro pun kemudian menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan commentnya ya...🙏