
“Eh tunggu dulu, An. Ok, aku percaya. Ya sudah kalau begitu, kamu mulai besok bakalan belajar intensif sama aku. Aku bakalan ke rumah kamu, kalau sedang tidak ada kelas. Dan itu berlaku untuk satu semester ini.” Ucap Azka yang dalam hatinya sebenarnya memanfaatkan situasi yang ada
“Apa, pak?!” ucap Diandra terkejut
“Hadeuh ni orang. Kaya’nya ni orang lagi manfaatin situasi yang ada deh. Harus gimana nih?! Sebenarnya aku malas banget ketemu dia terus, tapi kalau tidak di iya kan, ayah bakalan tahu terus marah deh ma aku. Hadeuh.. Gimana nih?!” gumam Diandra dalam hati
“Diandra, kamu kenapa? Gimana? Kamu setuju tidak?” tanya Azka
“Hmm... Mau gimana lagi. Ya sudah deh.” Sahut Diandra dengan berat hati
“Ya sudah kalau begitu. Kamu sudah boleh pergi.” Ucap Azka
“Uh dasar..!!!” gerutu Diandra lirih tapi masih bisa di dengar oleh Azka dan membuat Azka geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihatnya
Sementara di tempat lain, Alvaro dan Silvia sedang berbicara, lalu tiba-tiba datang seorang perempuan
“Hai, Al. Lama kita tidak ketemu ya!” sapa perempuan itu
“Eh Yulia. Apa kabar?” ucap Alvaro
“Kabarku baik. Kamu sendiri gimana?” tanya Yulia
“Baik kok. Kamu ngapain ada disini?” Sahut Alvaro
“Lha aku kan ngajar juga di kampus ini.” Sahut yulia
“Oh begitu. Tapi kok kita tidak pernah ketemu ya?!” ucap Alvaro bingung
__ADS_1
“Ya jelas saja tidak ketemu. Kan aku baru kemarin mengajarnya.” Ucap Yulia
“Oh begitu.” Ucap Alvaro
“Eh, kapan-kapan kita jalan yuk. HItung-hitung merayakan pertemuan kita lagi.” Ajak Yulia
“Sori, Yul. Aku tidak bisa.” Tolak Alvaro
“Kok tidak bisa sih?! Kamu jangan bilang kalau takut ma pacarmu ya?!” Ucap Yulia yang tidak tahu kalau pacarnya Alvaro juga sedang ada disitu
“Aku bukan takut, tapi aku..” ucapan Alvaro langsung dipotong Yulia
“Kamu sebenarnya masih belum bisa move on kan dari aku?! Ya sudah kalau begitu, aku tunggu kamu di tempat biasa ya. Jam 7 malam nanti.” Ucap Yulia yang langsung pergi tanpa memberikan kesempatan kepada Alvaro untuk menjawab
Setelah Yulia pergi, Silvia merasa tidak enak hati. Dia pun memutuskan untuk meninggalkan Alvaro sendirian
“Sil, tunggu. Kamu mau kemana?” tanya Alvaro
“Aku mau masuk kelas. Sebentar lagi kelas mau dimulai.” Sahut Silvia
“Sil, kamu marah ya?” tanya Alvaro
“Pikir saja sendiri. Sudah ah. Aku ke kelas dulu.” Ucap Silvia yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Alvaro sendirian
“Hadeuh... Sil, kamu jangan marah ya. Ini cuma salah paham.” Gumam Alvaro lirih
***********************************
__ADS_1
Keesokan harinya, benar yang dikatakan oleh Azka. Dia benar-benar datang ke rumah di saat sedang tak ada jam ngajar.
“Permisi tante, Diandranya ada?” tanya Azka saat bunda membukakan pintu
“Oh Azka. Diandra ada kok. Ayo sini masuk.” Ucap bunda mempersilahkan masuk Azka dan Azka pun masuk.
“Kamu langsung saja ke kamarnya. Kamarnya itu, yang di sana.” Ucap Bunda sambil menunjuk ke arah kamar Diandra
“Apa tidak apa-apa, tante, kalau aku masuk ke kamarnya?” tanya Azka ga yakin
“Ya tidak apa-apa. Kan cepat atau lambat, kamu itu bakal jadi suaminya Diandra.” Sahut Bunda sambil sedikit menggoda
“Ah tente ini bisa saja.” Ucap Azka
“Ya sudah sana masuk. Nanti bunda antarkan minuman dan juga makanan. Kamu duluan saja sana.” Ucap bunda santai
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan comentnya ya...🙏