
“Hai Sil, aku mau tanya sesuatu sama kamu. Kamu jawab jujur ya.” Ucap Diandra pada akhirnya
“Ya. Aku bakalan jawab jujur. Ada apa, An?” tanya Silvia
“Sil, ini duku sekali aku pernah kenal seorang cowok. Tapi cowo itu tidak banget deh.” Ucap Diandra
“Tidak banget gimana maksud kamu, An?” tanya Silvia bingung
“Ya begini. Jadi tuh, itu cowo tuh manja banget. Sudah gitu dia sombong dan angkuh. Pernah suatu ketika dia melakukan kesalahan. Dan dia tidak mau minta maaf . Akhirnya karena kami bertengkar, membuat guru kami tuh menghukum kami. Dan kamu tahu tidak yang bikin aku kesal sampe sekarang tuh apa?!” ucap Diandra
“Apa memang, An?” tanya Silvia
“Dia itu tidak bantu aku buat terima hukuman. Dia menghilang begitu saja.” Ucap Diandra
“Dan sekarang dia tiba-tiba datang, trus dengan gampangnya minta maaf begitu saja. Walau dia sudah menjelaskan, tapi aku susah banget buat terima penjelasannya itu.” Sambung Diandra menjelaskan
“Oh begitu. Jadi yang sebenarnya mau mau kamu tanya ke aku itu apa, an?” tanya Silvia bingung
“Aku ingin tahu, kalau kamu di posisiku, kamu bakalan gimana mengahadapi tuh cowo?” tanya Diandra
“Oh.. Aku ya?! Kalau aku sih bakalan marah. Tapi marahnya aku tuh ya tidak yang lama-lama gitu. Palingan setelah dengar penjelasan dia dan dirasa masuk akal, kenapa juga harus diperpanjang.” Jelas Silvia
“Oh begitu ya?!” guman Diandra yang masih bisa di dengar oleh Silvia, lalu Silvia pun mengangguk
“Tapi Sil, aku tidak tahu ya. Kenapa kalau lihat tuh cowo lagi, aku tuh hawanya ingin marah saja.” Ucap Diandra
“Entahlah. Hanya kamu yang tahu jelas alasannya. Tapi kalau boleh aku kasih saran, kita tidak boleh terlalu membenci orang. Bisa jadi orang yang kita benci itu adalah orang yang benar-benar berarti buat hidup kita.” Ucap Silvia
“Masa’ bisa begitu?!” ucap Diandra tidak percaya
__ADS_1
“Ih ya sudah kalau tidak percaya.” Sahut Silvia
Ketika mereka sedang asik-asik mengobrol, tiba-tiba Alvaro datang
“Dek, kamu ngapain di sini?” tanya Alvaro
“Lha mas sendiri ngapain ke sini?” tanya Diandra ganti
“Ye.. Kamu ini. Di tanya malah balik nanya.” Ucap Alvaro
“Ya si mas ini gimana? Ya aku tungguin mas lah. Aku lagi Bad mood buat pulang sendiri.” Sahut Diandra
“O ya sudah kalau begitu. Sebentar lagi kita pulang. Mas taruh ini dulu ya.” Ucap Alvaro sambil menunjuk pada buku yang dia bawa
“Iya. Jangan lama-lama.” Ucap Diandra dan Alvaro pun mengangguk
“Eh kamu tidak bareng kita saja pulangnya?” tanya Diandra
“Memang boleh?!” ucap Silvia
“Ya jelas saja boleh. Apalagi kamu tuh teman pertamaku, kakakku pasti mau lah mengantar kamu pulang.” Ucap Diandra
“Oh ya sudah deh kalau begitu.” Ucap Silvia yang dalam hatinya berbunga-bunga
Tak selang berapa lama, Alvaro pun datang.
“Yuk, sekarang kita pulang.” Ucap Alvaro
“Mas, Silvia boleh bareng ya?!” ucap Diandra dan alvaro pun mengangguk
__ADS_1
“Terimakasih, An.” Ucap Silvia
“Sama-sama.” Sahut Diandra
Tak selang berapa lama, mereka pun akhirnya pulang. Namun sebelum itu, mereka mengantarkan Silvia pulang ke rumahnya duluan
“Pak, makasih ya. Sudah mau mengantar sampai di rumah.” Ucap Silvia
“Iya. Sama-sama.” Sahut Alvaro
“Kalian tidak mampir dulu?!” tanya Silvia
“Mungkin lain waktu saja, Sil. Makasih.” Ucap Diandra menolak halus
“Oh ya sudah kalau begitu. Kalian hati-hati di jalan ya.” Pesan Silvia dan kami pun mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like dan coment nya ya..🙏
__ADS_1