
Beberapa saat kemudian, pak Rudi datang dengan didampingi beberapa polisi
“Az, lebih baik kamu ajak Diandra pergi dari sini.” Ucap pak Rudi
“Baik, ayah. Ayo, An.” Ucap Azka
“Memang ada apa, Az? Kok kita disuruh pergi. Terus kok tadi banyak polisi yang dibawa ma om.” Ucap Diandra
“Sudah kamu ikut aku saja dulu. Nanti aku kasih tahu alasannya kalau kita sudah pergi dari tempat ini.” Ucap Azka yang membuat Diandra semakin bingung dan semakin penasaran.
“Eh, An. Kamu mau kemana?” tanya Azka yang mendapati Diandra balik badan dan menuju ketempat dia tersandung lagi
“Gawat..” ucap Azka
Lalu Azka pun bergegas menyusul Diandra.
Ketika Diandra sampai, dia melihat ada dua kantong jenazah. Dan ini membuat Diandra menjadi histeris
“Ini... Ini apa maksudnya? Kenapa ada dua kantong jenazah di sini? Lalu siapa yang ada di kantong jenazah itu?” tanya Diandra bertubi-tubi
“An, kamu tenang ya.. Iya iya aku jelasin. Tapi tidak di sini. Lebih baik kamu ikut aku saja ya.” Ucap Azka yang berhasil menyusul Diandra
Akhirnya, dengan bujukan dari Azka, Diandra pun mau menurutinya. Mereka pun mencari tempat yang tenang untuk berbicara.
__ADS_1
“An, tenangin diri kamu dulu. Setelah itu, aku bakalan cerita.” Ucap Azka dan Diandra pun mengangguk
“Suda, Az. Aku sudah siap mendengarkan cerita kamu.” Ucap Diandra
“Yakin kamu sudah siap, An?” tanya Azka memastikan
“Iya, Az. Aku sudah siap.” Ucap Diandra
“Ok kalau begitu. Kamu dengerkan aku baik-baik ya.” Ucap Azka dan Diandra pun mengangguk
“An, sebenarnya yang tadi kamu sandung itu dua jenazah yang seluruh badannya sudah hangus terbakar..” belum sempat azka melanjutkan, Diandra langsung menangis
“Jadi ternyata, tadi yang aku sandung itu adalah 2 jenazah. Dan itu berarti orang tuaku sudah meninggal?” tanya Diandra yang menyimpulkan sambil menangis
“Belum tentu, An. Kita harus lakukan penyelidikan dulu untuk lebih memastikannya lagi.” Ucap Azka
“Sudah.. Sudah.. An, aku tahu gimana perasaanmu sekarang. Tapi apa salahnya kalau kita berharap. Iya kan, sayang?!” ucap Azka lembut sambil memeluk Diandra
Sementara diwaktu yang sama dan di tempat lain, polisi memberitahukan agar supaya dilakukan penyelidikan dulu, sampai pada akhirnya bisa menentukan siapa dua jenazah yang terbakar itu.
***
Tiga hari setelah pencarian terakhir, akhirnya polisi pun datang ke rumah Alvaro.
__ADS_1
“Pagi, pak. Silahkan masuk.” Ucap Alvaro mempersilahkan polisi itu masuk
“Gimana pak dengan hasil yang didapat? Apa pihak kepolisian sudah mengetahui, siapa identitas dari dua jenazah yang terbakar itu?” tanya Alvaro begitu polisi itu duduk
“Begini, pak Alvaro. Dari serangkaian bukti fisik yang kami dapat di tempat kejadian, ternyata semuanya mengarah kepada Tuan dan Nyonya Chandra. namun kami juga masih meragukan apakah benar ini mereka atau bukan. karena seluruh tubuh mereka sudah terbakar habis hampir 99%. jadi kami kesulitan melakukan tes DNA. Kami turut menyesalkan kejadian ini pak. Kami berharap, keluarga yang mengalami ini semua dapat menerimanya.” Ucap polisi itu
“Oh begitu rupanya. Iya, pak. Walau syok, kami selaku keluarga yang mengalami kejadian ini, mau tidak mau harus berusaha ikhlas.” Sahut Alvaro
“Kalau begitu, kami mohon pamit pak Alvaro. Di kantor, kami masih banyak tugas lagi.” Pamit polisi itu
“Iya, pak. Kami ucapkan banyak terimakasih karena pihak kepolisian sudah banyak membantu kami.” Ucap Alvaro
“Sama-sama, pak.” Ucap polisi itu dan kemudian pergi
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..
Next...😄