
Beberapa hari sudah berlalu, hubungan Diandra dan Azka pun sudah mulai membaik. Namun walau kadang kala, mereka berdua masih sempat bertengkar.
Dan hari ini, pagi ini, tiba-tiba pak Chandra dan juga Ai memutuskan untuk berlibur.
“Bun, lama tidak di sana?” tanya Diandra pada bundanya sebelum bundanya berangkat
“Tergantung ayahmu.” Ucap bunda sambil tersenyum
“Oh...” sahut Diandra sedih
“Kenapa, sayang?” tanya bunda
“Jangan lama-lama ya, bun. Nanti aku bisa kangen sama bunda.” Rengek Diandra sambil memeluk bundanya
“Iya sayang. Nanti bunda usahakan untuk pulang cepat.” Sahut bunda sambil mengelus-ngelus kepala Diandra
“Bunda janji ya.” Ucap Diandra
“Iya sayang.” Sahut bunda
Disaat yang bersamaan...
“Sayang, ayo kita segera berangkat.” Teriak ayah dari luar
“Iya sebentar, yah..” sahut Ai yang juga teriak
Tak menunggu lama, bunda pun menghampiri ayah
“Sudah siap?” tanya Ayah, pak Chandra
“Sudah, yah.” Sahut bunda Ai
“Kalian berdua hati-hati di rumah ya. Jangan berantem.” Pesan bunda
“Dan kamu Al, tolong jagain adik kamu baik-baik.” Pesan bunda lagi
__ADS_1
“Iya bundaku sayang. Jangan khawatir masalah itu.” Sahut Alvaro
“Ayah, bunda, hati-hati di jalan ya.” Ucap Diandra
“Ayah, hati-hati bawa mobilnya. Kalau sudah sampai, jangan lupa telepon kami.” Pesan Diandra
“Iya sayang. Ayah bakalan hati-hati bawa mobilnya dan juga bakalan telepon kalian begitu sampai.” Sahut ayah
Dan mereka pun akhirnya pergi.
“Ayolah, An. Kamu bukan anak kecil lagi. Jangan menangis gitu ah.” Ucap Alvaro
“Mas, aku sedih. Aku ngerasa kok sepertinya ayah dan bunda bakalan pergi jauh sekali ya?!” ucap Diandra
“Huss.. Kamu jangan terlalu kebanyakan berpikir yang tidak-tidak. Tidak bagus.” Ucap Alvaro sambil menyentil dahi Diandra pelan.
“Ya sudah, ayo kita sekarang masuk ke dalam.” Ajak Alvaro ke adiknya
***
Sore hari, perasaan Diandra makin tak tenang...
Dan disaat yang bersamaan, Azka datang
“Al, adikmu kenapa?” tanya Azka
“Tidak tahu tuh. Semenjak ayah dan bunda pergi tadi pagi, dia seperti orang gelisah.” Jelas Alvaro
“An, kamu tidak apa-apa?” tanya Azka
“Eh Az, aku kepikiran bunda ma ayah terus dari tadi. Perasaan aku tidak enak terus.” Ucap Diandra
“Ya sudah kamu sini, duduk dulu.” Ucap Azka sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya
“Nih, kamu minum dulu.” Ucap Azka sambil memberikan segelas air putih ke Diandra
__ADS_1
“An, kamu sudah tenang sekarang?” tanya Azka ketika Diandra sudah meminum air itu
“Tidak, Az. Aku belum tenang sebelum aku dapat telepon dari ayah atau bunda.” Sahut Diandra kekeh
“Ya sudah.. Ya sudah.. Daripada kamu begini terus, kenapa bukan kamu saja yang telepon mereka duluan?” ucap Azka
“Oh iya ya. Aku kok tidak kepikiran. Ya sudah, kalau begitu aku coba telepon mereka dulu.” Ucap Diandra sambil langsung mengambil Hpnya
Setelah beberapa saat, ternyata HP ayah maupun HP bunda, dua-duanya tidak dapat dihubungi. Diandra pun panik.
“Mas, sudah aku telpon berkali-kali, kenapa hp ayah atau bunda masih tetap tidak bisa dihubungi. Ada apa dengan mereka ya, mas?” tanya Diandra panik
“An, kamu tenang dulu. Bisa saja di sana sedang tidak ada signal. Kamu jangan selalu berpikiran macam-macam begitu ah.” Ucap Alvaro
“Iya, An. Kamu harus tenang dan selalu berpikiran positif.” Ucap Azka
Disaat kepanikan terjadi pada Diandra, tiba-tiba hp Alvaro berbunyi..
“Ya Hallo...” ucap Alvaro saat mengangkat telepon
“Apa?..” teriak Alvaro yang tiba-tiba dan ini membuat Diandra semakin panik
.
.
.
.
.
Bersambung..
Kira-kira Alvaro mendapat kabar apa dan darimana ya?!
__ADS_1
Tunggu di next..
Jangan lupa like dan komentarnya ya...🙏