
Setelah pergi meninggalkan ruang dosen, Azka pun langsung mencari-cari Diandra.
“An, kamu kemana sih? Tolong kasih aku kesempatan untuk menjelaskannya.” Gumam Azka saat mencari-cari Diandra
“An...!!” gumam Azka putus Asa
Sementara di taman, Diandra sudah jauh lebih tenang.
“An, gimana? Sudah lega?” tanua Silvia
“Lumayan, Sil. Makasih ya.” Ucap Diandra
“Sama-sama, An.” Sahut Silvia
“Oh ya, An. Kalau aku boleh tahu, kamu tadi kenapa?” tanya Silvia
“Aku tadi habis dengar sesuatu yang tidak seharusnya aku dengar, Sil.” Ucap Diandra
“Maksud kamu apa? Memang kamu sudah dengar apa?” tanya Silvia
“Tadi aku sudah dengar obrolannya Azka sama sahabatnya yang dulu.” Ucap Diandra
“Obrolan? Obrolan tentang apa ya?” tanya Silvia
“Obrolan tentang kejadian beberapa tahun yang lalu.” Ucap Diandra
“Oh.. Terus hubungannya sama kamu apa?” tanya Silvia
“Ya jelas ada hubungannya lha. Kamu ingat tidak waktu dulu aku pernah cerita ke kamu kalau aku ketemu sama cowo yang tidak banget?!” tanya Diandra
__ADS_1
“Oh.. Masalah itu, ya?! Terus?” ucap Silvia
“Jadi tadi sahabatnya itu mengungkit-ngungkit masalah itu. Dan ternyata selama ini, Azka sudah membohongiku. Dia cuma memanfaatkan aku saja. Setelah itu, dia berencana untuk membatalkan perjodohan kita ini dengan memakai alasan aku yang benci dia duluan.” Jelas Diandra
“Oh jadi begitu ceritanya. Terus kamu kenapa sampai menangis kaya’ gitu? Bukannya kamu memang tidak begitu suka ya sama pak Azka?” tanya Silvia
“Tadinya aku memang tidak suka sama dia, tapi semalam, aku sadar kalau aku sudah jatuh cinta beneran sama dia. Kamu bisa kebayang tidak rasa sakitnya seperti apa?!” ucap Diandra
“Iya.. Iya aku mengerti. Ya sudah, kamu mending sekarang tenangkan dulu hatimu. Kamu mending sekarang pulang. Urusan Absen, biar aku yang absenin kamu.” Ucap Silvia
“Terus gimana sama mas Alvaro? Nanti dia ngadu, lagi, sama Ayah.” Ucap Diandra
“Untuk urusan mas Alvaro, biar aku nanti yang jelaskan ke dia. Kamu tidak usah khawatir. Sudah sekarang kamu mending pulang saja ya.” Ucap Silvia
“Ya sudah deh kalau begitu. Aku pulang duluan. Thanks ya, Sil.” Ucap Diandra
“Iya, An.” Sahut Silvia sambil tersenyum
“Sil, kamu lihat Diandra tidak?” tanya Azka
“Dia barusan aku suruh pulang pak. Masalahnya dia kelihatan kacau. Jadi percuma saja kalau kuliah. Tidak akan bisa fokus.” Ucap Silvia
“Oh begitu.” Sahut Azka lirih
“Kalau boleh saya tahu, ada apa ya, pak?” tanya Silvia
“Gimana ya ceritanya?! Diandra salah paham sama aku.” Ucap Azka
“Salah paham gimana maksud bapak?” tanya Silvia
__ADS_1
“Dia mengira aku sudah memanfaatkan dia.” Sahut Azka
“Memanfaatkan gimana maksudnya?” tanya Silvia
“Dia mengira kalau selama ini yang aku lakukan itu demi agar dia mau memaafkan aku. Setelah itu, aku memanfaatkan dia supaya bisa membatalkan perjodohan kita.” Jelas Azka pada akhirnya
“Bukankah itu semua benar, pak?” tanya Silvia
“Tentu saja bukan begitu. Aku melakukan semua itu, memang benar-benar ingin mendapatkan sebuah kata maaf darinya. Sedangkan masalah perjodohan, aku tidak ada niatan untuk mengakhirinya. Karena aku udah merasa nyaman bersama dengannya dan aku juga sudah mulai terbiasa dengan semua sikapnya itu ke aku.” Jelas Azka
“Hedeuh... Kenapa jadi tambah runyam begini sih?” ucap Silvia
“Entahlah, Sil?! Aku sendiri juga bingung kenapa bisa begini?!” ucap Azka
.
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira bagaimana kelanjutan hubungan Azka dan Diandra ya?
Tunggu di next...
__ADS_1
Janhan lupa like dan Comentnya ya...🙏