Their Love Story

Their Love Story
lamaran sementara


__ADS_3

“Mas, sebenarnya ini tuh ada apa sih?” tanya Silvia yang bingung


“Sayang, ayo sekarang kamu ikut aku lagi.” Ajak Alvaro yang langsung menggandeng tangan Silvia dan meninggalkan Bi Mina


“Kita mau kemana lagi?” tanya Silvia


“Sudah ayo kamu ikut saja.” Ucap Alvaro


Dan beberapa saat kemudian...


“Mas, ini kamar siapa?” tanya Silvia


“Ini kamar kita sayang.” Sahut Alvaro


“Kamar kita?! Maksudnya?!” tanya Silvia yang semakin bingung


“Sil, maukah kamu menikah denganku?” ucap Alvaro yang tiba-tiba berjongkok di hadapan Silvia sambil menyodorkan sebuah cincin


“Ya Ampun mas. Ya tentu saja aku mau mas. Aku mau menikah denganmu.” Sahut Silvia terharu


“Benarkah?” tanya Alvaro


“Iya mas.” Sahut Silvia mantap


“Terimakasih, sayang.” Ucap Alvaro yang kemudian memakaikan cincin di jari manis Silvia dan memeluknya


“Nah, sekarang kita sudah tidak main-main lagi. Mungkin ini hanya lamaran sementara, tapi dalam beberapa waktu ke depan, aku akan melamar kamu ke orang tuamu.” Ucap Alvaro


“Iya mas. Tidak apa-apa.” Sahut Diandra


“Ya sudah, sekarang kita makan yuk. Sudah lama aku tidak makan masakan bibi.” Ucap Alvaro


“Ayo. Aku juga sudah lapar nih mas. Hehehe...” ucap Silvia


Lalu mereka pun pergi ke ruang makan. Di sana bibi ternyata belum masak


“Bi, bibi belum masak?” tanya Alvaro

__ADS_1


“Belum tuan. Masalahnya bibi tidak tahu kalau tuan mau datang. Jadi bibi masaknya sesempatnya bibi saja.” Ucap bibi yang lagi membersihkan halaman


“Oh begitu, ya sudah deh.” Ucap Alvaro pasrah


“Gimana ini, sayang?” tanya Alvaro


“Bi, maaf, apa bibi punya bahan untuk dimasak?” tanya Silvia


“Ada non, di kulkas.” Sahut bibi dari luar


“Kamu mau ngapain, Sil?” tanya Alvaro bingung


“Sudah tenang saja. Lebih baik mas bantu bibi saja sana. Biar urusan makanan, serahkan ke aku.” Ucap Silvia


“Kamu mau masak?” tanya Alvaro


“Sudah sana keluar dulu. Ok?!” pinta Silvia sambil mendorong badan Alvaro


“Ya sudah... Ya sudah... Aku keluar. Tapi apa kamu yakin?” tanya Alvaro khawatir


“Iya mas, aku yakin. Sudah sana.” Ucap Silvia dan akhirnya Alvaro pun menurutinya


“Hadeuh...” gumam Alvaro saat berdiri di dekat bi mina


“Eh tuan, ngapain tuan berdiri di sini? Mana non Silvianya?” tanya bi mina


“Dia ada di dalam bi. Tidak tahu lagi apa. Tadi aku disuruh keluar, suruh bantu bibi katanya.” Jelas Alvaro


“Oh tidak usah tuan. Ini sudah selesai kok.” Sahut bibi


“O ya tuan, itu non Silvia yang dulu pernah tuan tunggu tunggu ya?” tebak bi mina


“Iya, bi.” Sahut Alvaro


“Akhirnya sekarang bisa ketemu juga ya Tuan?! Ucap bi mina


“Iya bi. Aku sendiri juga tidak menyangka akhirnya bisa ketemu juga.” Ucap Alvaro

__ADS_1


“Dulu bibi masih ingat gimana frustasinya tuan setiap ingat non Silvia. Rasa rindu tuan melebihi segalanya.” Ucap bi mina


“Iya, bi. Itu masa-masa yang sangat menyiksa dalam hidupku.” Ucap Alvaro


(catatan author: Alvaro tidak akan pulang kerumah pak Chandra da Ai di saat dia sedang merasa frustasi akibat rindunya ke Silvia. Dan rumah yang dia punya sekarang adalah hasil dari tabungannya selama ini.)


Namun, ketika beberapa waktu asyik mengobrol dengan bi Mina, Silvia tiba-tiba memanggil


“Mas, sekarang mas dan bibi sudah boleh masuk.” Panggilnya dari dalam


“Iya.” Sahut Alvaro dari luar


“Ayo bi, kita masuk. Aku penasaran dengan apa yang dia lakukan di dalam.” Ajakku


“Iya tuan. Tuan masuk duluan saja. Nanti bibi susul.” Ucap bi Mina


“O ya sudah kalau begitu, aku masuk duluan ya.” Ucap Alvaro dan bibi pun mengangguk


Setelah sampai di dalam, ternyata...


“Silvia, kenapa kamu bisa jadi seperti ini?” tanya Alvaro terkejut setengah mati


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kira-kira apa ya yang terjadi dengan Silvia, sehingga sampai membuat Alvaro terkejut sekali?


Tunggu jawabannya di next..

__ADS_1


Jangan lupa like dan Comentnya ya...🙏


__ADS_2