
Satu bulan semenjak kejadian itu, baik Alvaro maupun Diandra sudah bisa move on. Karena bagi mereka, orangtuanya belumlah meninggal
Sementara keluarga pak Rudi, khususnya pak Rudi sendiri masih kadang suka menangis jika teringat Ai dan pak Chandra
Contohnya seperti sekarang, pak Chandra masih saja mengeluarkan air mata.
“Az, kenapa tuh sama om? Aku perhatikan kok dari tadi dia ngelap pipinya terus.” Tanya Diandra saat main ke rumah Azka
“Sudah, An. Kamu tidak usah lihat si Ayah. Dia memang begitu kalau lagi ingat ma orang tuamu.” Jelas Azka
“Oh.. Memang mereka dekat sekali ya?” tanya Diandra
“Mereka bukan hanya sekedar dekat, tapi meraka itu sangat dekat.” Sahut bunda Alya yang tiba-tiba datang
“Eh tante.” Ucap Diandra
“Gimana perasaanmu saat ini sayang?” tanya bunda Alya yang langsung duduk di samping Diandra dengan membawa cemilan
“Sudah jauh lebih baik tante. Trimakasih.” Sahut Diandra
“Bun, Diandra datang ke sini karena ingin mengundang kita ke acara peringatan kematian orangtuanya.” Jelas Azka
“O begitu rupanya, tentu saja kami akan datang. Kapan acaranya akan diadakan?” tanya bunda
“Satu minggu lagi tante.” Sahut Diandra
“Baiklah kalau begitu.” Ucap bunda Alya
“Ayah, satu minggu lagi kita akan ke rumah Diandra.” ucap bunda Alya dengan sedikit berteriak dan pak Rudi pun hanya mengangguk lesu
“Tante, apa tidak apa-apa kalau om dibiarkan begitu?” tanya Diandra
“Ya mau digimanakan lagi. Tante juga tidak bisa berbuat apa-apa. Om mu itu terlalu sayang sama orangtuamu.” Ucap bunda Alya
__ADS_1
“Oh.. Kalau begitu coba biar Diandra yang menasehati om ya, tante. Boleh tidak?” tanya Diandra
“Ya tidak apa-apa. Coba saja.” Ucap bunda Alya
Diandra pun mencoba mendekati pak Rudi...
“Om... Boleh aku duduk di samping om?” tanya Diandra dan pak Rudi pun hanya mengangguk
“Om, mau tahu tidak rahasia tentang ayah dan bunda?” ucap Diandra dan seketika spontan pak Rudi menengok ke arah Diandra.
Dia merasa heran karena selama ini dia merasa sudah mengenal pak Chandra dan juga Ai. Jadi, mana mungkin masih ada rahasia lagi yang disembunyikan oleh temannya itu dari dirinya
“Memang orang tuamu masih punya rahasia ya?” tanya Pak Rudi dan Diandra pun tersenyum
“Masih.” Sahut Diandra
“Apa itu?” tanya pak Rudi penasaran
“Benarkah?” tanya pak Rudi dan Diandra pun mengangguk
“Lalu kalau ayahmu bagaimana?” tanya pak Rudi
“Kalau ayah sih dulu pernah bilang kalau ayah Bangga punya sahabat seperti om.” Jelas Diandra
“Oh..” sahut pak Rudi singkat
“Tapi om, aku punya satu rahasia lagi. Apa om mau tahu?” tanya Diandra
“Apa itu?” tanya pak Rudi penasaran
“Sebenarnya, aku dan mas Alvaro terlihat tabah seperti ini, karena kami yakin bahwa dua jenazah yang kemarin kita temukan itu bukanlah ayah dan bunda.” Ucap Diandra berbisik
“Kenapa kamu seyakin itu?” tanya pak Rudi bingung
__ADS_1
“Karena tidak ada kepastian dari hasil tes DNA.” Jelas Diandra
“Oh begitu.” Ucap Pak Rudi sambil mengangguk-angguk seolah-olah paham dengan yang dikatakan Diandra
“Oleh sebab itu, om. Om juga harus yakin. Agar cepat move on dari kesedihan ini.” Ucap Diandra
“Baiklah, An. Om akan coba untuk bisa yakin akan hal itu.” Ucap Pak Rudi
“Tapi, An...” pak Rudi memotong omongannya
“Tapi kenapa, om?” tanya Diandra
“Tapi kalau ternyata hal itu tidak berubah, gimana? bukannya kita sendiri yang akan kecewa.” ucap pak Rudi
“Kecewa atau tidak, kalau aku sih lihat gimana nanti saja. Tapi yang pasti, aku dan mas Alvaro akan tetap dengan keyakinan kami itu.” Ucap Diandra kekeh...
“Oo...” sahut Pak Rudi
.
.
.
.
.
Bersambung...
Akankah keyakinan Diadra itu bisa menjadi kenyataan..??
Tunggu kelanjutannya ya...😙
__ADS_1