
“Mas, ada apa? Itu dari siapa?” tanya Diandra penasaran tapi Alvaro hanya diam tak menjawab apa-apa
Diamnya Alvaro membuat Diandra langsung syok.
“An, kamu tidak apa-apa?” tanya Azka khawatir
“Az, ayah dan bunda, Az.” Ucap Diandra yang memang hanya itu yang dari tadi ada dipikiran Diandra
“Al, tolong kamu jelaskan, sebenarnya ini ada apa?” tanya Azka yang bingung
“Az, bisa aku bicara berdua sama kamu?” ucap Alvaro
“Ada apa, Al?” tanya Azka
“Kamu tahu tidak, kalau yang telepon aku barusan itu dari kepolisian?” ucap Alvaro
“Dari kepolisian? Memang polisi ngapain telepon kamu?” tanya Azka yang perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak.
“Polisi telepon aku itu karena mereka kasih kabar kalau mobil yang dikendarai ayah dan bunda, hangus terbakar di pinggir hutan.” Jelas Alvaro
“Apa, Al? Lalu bagaimana keadaan om dan tante?” tanya Azka
“Mereka berdua tidak ditemukan. Karena saat mobil ditemukan, keadaan pintu mobil terbuka.” Jelas Alvaro
“Berarti, om dan tante masih ada peluang untuk hidupkan, Al?!” ucap Azka
“Iya juga sih. Ya sudah. Aku coba buat minta tolong pihak kepolisian untuk mencari ayah dan bunda.” Ucap Alvaro
“Baiklah, Al. Kita juga harus ikut dalam pencarian om dan tante.” Ucap Azka
Disaat yang bersamaan, Diandra datang dan ternyata sempat mendengar semuanya.
“Mas, coba bilang ke aku kalau semua itu tidak benar?” ucap Diandra yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar
__ADS_1
“Diandra, dengarkan penjelasan mas dulu. Kamu jangan terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak.” Ucap Alvaro mencoba menenangkan adiknya, Diandra
“Jadi semua yang aku dengar itu benar, mas? Mobil milik ayah terbakar?!” ucap Diandra
“Benar, An. Yang kamu dengar itu memang benar. Mobil ayah memang terbakar. Tapi kamu jangan punya pikiran macam-macam dulu. Karena ayah dan bunda tidak ada di tempat kejadian.” Jelas Alvaro
“Jadi maksud mas berarti ada peluang kalau ayah dan bunda masih hidup, iya,mas?” ucap Diandra
“Iya. Oleh karena itu kita tidak boleh putus asa. Kita harus segera meminta tolong pada pihak kepolisian untuk mencari keberadaan ayah dan bunda.” Ucap Alvaro
“Dan tentunya kita juga harus membantu mencarinya juga. Kamu mau ikut?” ucap Azka yang menambahkan ucapan Alvaro
“Iya aku mau. Aku mau ikut, Az.” Sahut Diandra semangat
“Terus kapan kita mulai pencariannya, mas?” tanya Diandra tidak sabaran
“Tergantung pihak kepolisian. Masalahnya kita tidak boleh bertindak sendiri.” Ucap Alvaro.
“Iya. Ini juga mas mau telepon pihak kepolisian.” Ucap Alvaro
“Kalau begitu, aku juga mau menelepon ayah dan bundaku dulu. Mamberitahu kabar ini ke mereka.” Ucap Azka dam Alvaro serta Diandra pun mengangguk
Beberapa jam kemudian, pak Rudi dan mba Alya pun datang.
“Diandra, kamu tidak apa-apa?” tanya bunda Alya yang langsung memeluk Diandra
“Tidak apa-apa, tante. Aku hanya syok saja terima kabar ini.” Ucap Diandra
“Diandra, kamu yang sabar ya. Kita semua di sini dan akan bersama kamu terus.” Ucap bunda Alya lembut sambil melepaskan pelukannya.
“Al, gimana? Apa ada tindakan lebih lanjut dari kejadian ini?” tanya pak Rudi
“Iya om. Tadi aku sudah minta tolong pihak kepolisian untuk menolong kami mencari keberadaam ayah dan bunda.” Ucap Alvaro
__ADS_1
“Oh jadi ada kemungkinan kalau orang tua kalian masih hidup, iya Alvaro?” tanya bunda Alya
“Iya, tante. Karena di tempat kejadian, tidak ditemukan jasad siapa pun. Dan juga pintu mobil dalam keadaan terbuka. Jadi ada kemungkinan mereka selamat.” Ucap Alvaro
“Oh begitu. Lalu kapan pihak kepolisian mulai proses pencarian?” tanya pak Rudi
“Saat ini juga, om.” Ucap Alvaro
“Ok, kalau begitu kita juga ikut mencari.” Ucap pak Rudi
“Aku ikut, om.” Ucap Diandra
“Jangan. Lebih baik kamu tunggu di sini dengan tantemu. Urusan mencari, biar kami saja. Kalian tunggu saja kabar dari kami.” Ucap pak Rudi
“Tapi om..” ucap Diandra
“Diandra sayang, kamu tenang ya. Serahkan semua ini pada mereka. Kita lebih baik tunggu kabar saja dari mereka. Ok. Siapa tahu saja orangtuamu pulang.” Ucap bunda Alya.
“O ya dudah kalau begitu.” Ucap Diandra
pasrah
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1