Their Love Story

Their Love Story
teman baru


__ADS_3

Setelah sampai di kelas, ternyata sudah banyak sekali yang datang. Dan mayoritas yang ada itu mahasiswi yang dandannya super duper keren.


Lalu Diandra pun masuk dan mencari tempat duduk yang kosong.


Setelah menemukan yang dia cari, Diandra pun duduk. Dan tak selang berapa lama, datang seorang mahasiswi cantik namun berpakaian sederhana.


“Hai, mahasiswi baru ya?” tanyanya ketika duduk di samping Diandra


“Iya.” Sahut Diandra


“Oh.. O ya, kenalkan, namaku Silvia. Kamu namanya siapa?” tanya Silvia


“Oh namaku, Diandra.” Jawab Diandra


“Wow.. Nama yang bagus.” Ucap Silvia memuji


“Terimakasih.” Sahut Diandra sambil tersenyum


“Eh ya, kamu sudah tahu belum kalau mata kuliah hari ini tuh mata kuliah favoritku selain mata kuliahnya pak Alvaro?!” ucap Silvia


“Oh.. Benarkah itu?” tanya Diandra yang terkejut ternyata mata kuliah masnya itu jadi mata kuliah favorit di kalangan mahasiswi


“Iya benar dan kamu tahu tidak?! Sebelum aku putuskan buat masuk kelas ini tuh aku dilema banget.” Ucap Silvia dengan wajah serius


“Dilema? Kok bisa?” tanya Diandra heran


“Ya bisalah. Kan pak Alvaro juga sekarang lagi ada jam. Dan kebetulan jam nya sama seperti mata kuliah pak Azka yaitu sama-sama jam 9. Aku bingung.” Ucap Silvia frustasi


“Hadeuh... Begitu saja bingung. Terus aku mau tanya, sebenarnya hari ini, kamu tuh ambil mata kuliah apa?” tanya Diandra

__ADS_1


“Sebenernya sih aku adanya mata kuliah pak Azka. Tapi aku ingin ketemu juga sama pak Alvaro.” Rengek Silvia


“Sudah.. Sudah.. Sekarang kamu ikut pelajaran ini saja dulu. Kalau memang kamu ingin ketemu ma pak Alvaro, aku rasanya bisa bantuin kamu deh.” Ucap Diandra


“Beneran kamu bisa temuin aku sama pujaan hatiku?!” tanya Silvia dengan wajah yang memerah


“Iya.” Sahut Diandra singkat


“Ya sudah deh. Aku percaya kalau begitu. Tapi kamu beneran janji ya.” Ucap Silvia memastikan


“Iya, aku janji.” Sahut Diandra


Setelah beberapa saat kemudian, ternyata dosen yang ditunggu pun datang.


“Eh, An, kamu lihat tidak, pak Azka itu ganteng ya?!” ucap Silvia lirih


“Ah kamu, An. Cowo cakep di bilang biasa saja.” Ucap Silvia


“Lha iya memang biasa saja. Tidak ada yang spesial tuh dari wajahnya. Punya mata, hidung, mulut, telinga, alis, dahi, pipi.” Sahut Diandra sekenanya


“Hadeuh... Ya terserah apa kata kamu saja lha, An.” Ucap Silvia pasrah


“Oh ya, setelah aku pikir-pikir, kamu kan suka sama pak Azka dan juga pak Alvaro. Tapi aku bingung. Diantara mereka berdua, mana yang lebih kamu suka? Pak Azka atau pak Alvaro?” tanya Diandra.


“Waduh.. Pertanyaan yang sulit ya. Habis dua-duanya ganteng sih.” Sahut Silvia


“Ampun deh. Jawab saja kali. Kamu lebih suka yang mana?” tanya Diandra


“Ya kalau boleh aku jujur sih, aku lebih suka sama pak Alvaro.” Sahut Silvia malu-malu

__ADS_1


“Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya?!” ucap Silvia


“Iya, aku tidak akan bilang siapa-siapa. Palingan juga aku bilang sama pak Alvaronya langsung.” Celetuk Diandra


“Eits.. Jangan donk. Aku malu tahu kalau pak Alvaro sampai tahu aku suka sama dia.” Ucap Silvia


“Biarkan saja.” Goda Diandra


“Hadeuh.. Plis. Jangan kasih tahu pak Alvaro ya.” Pinta Silvia


“Ya sudah.” Sahut Diandra pada akhirnya


Setelah mengobrol lirih, akhirnya Diandra dan juga Silvia memperhatikan Azka yang lagi menerangkan rumus.


“Hadih... Ni cowo’ satu bikin heran saja. Kenapa banyak banget sih yang suka sama kamu?!” gumam Diandra dalam hati


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa like dan Coment nya...🙏

__ADS_1


__ADS_2