
Setelah sampai di tempat yang dituju, mereka pun langsung mencari tempat yang nyaman untuk duduk.
Ketika sedang menunggu beberapa saat, akhirnya Alvaro pun datang
“Eh mas Alvaro. Lama sekali sih. Aku kan BT kalau tidak ada mas Alvaro.” Ucap Lucy yang langsung memeluk tangan Alvaro
“Tuh kan apa aku tadi bilang.” Ucap Diandra sewot
“Kalian berdua sabar ya. Cukup percaya saja sama Alvaro.” Ucap Azka berbisik
Beda dengan Diandra yang dari tadi tidak bisa menahan emosinya, Silvia justru tenang melihat tingkah Lucy yang seperti itu. Dia malah tersenyum geli melihatnya.
“Eh Sil, kamu tidak salah apa pasang ekpresi senyum gitu?” tanya Diandra heran
“Tidak. Memang ada yang salah ya?” ucap Silvia
“Ya tidak sih. Cuma aku bingung saja. Kamu itu tidak cemburu apa sama si Lucy itu?” tanya Diandra
“Tidak. Aku tidak cemburu. Justru aku kasihan ma tuh anak.” Ucap Silvia yang masih senyam senyum saja melihat tingkah Lucy
“Hai semua. Maaf. Sudah lama menunggu ya?” ucap Alvaro
“Tidak apa-apa kok, Al. Gimana urusanmu? Lancar?” tanya Azka
“So pasti lah. Lancar kaya jalan tol.” Sahut Alvaro lega
“Syukurlah. Jadi acaranya kapan?” tanya Azka lagi
“Besok.” Sahut Alvaro
“Oh besok ada acara ya? Aku boleh ikut tidak, mas?” tanya Lucy
“Tentu saja boleh. Memang acara ini tuh buat kalian semuanya kok.” Sahut Alvaro senyum
“Asik.” Ucap Lucy kegirangan
“O ya Sil, Aku besok sepertinya tidak mengajar dulu deh. Kamu ga usah ke kampus dulu ya." Pinta Alvaro
“Ya baiklah mas. Kebetulan, aku juga mau menyelesaikan tugas dari pak Azka.” Sahut Silvia
“Eh Sil, kamu dikasih tugas juga sama si Azka ini?” tanya Diandra lirih
“Ehm.. Ehm.. Aku bisa denger kali. Tidak usah bisik-bisik gitu.” Celetuk Azka dan Silvia pun tersenyum
“Iya, An. Tadi sebelum pulang, pak Azka kasih tugas di kelas. Lagian sih, ngapain juga kamu kabur tadi.” Ucap Silvia
__ADS_1
“Tuh kan, Al, Silvia saja bilang kalau si Diandra kabur dari kelasku.” Ucap Azka
“Apa kamu?!” celetuk Diandra
“Sudah.. Sudah.. Ya sudah kalau kamu memang mau mengerjakan tugas. Tapi usahakan selesai secepatnya ya. Masalahnya, lusa, kamu mau aku ajak ke suatu tempat.” Ucap Alvaro
“Baiklah mas.” Sahut Silvia
“Aku juga boleh ikut tidak mas.” Ucap Lucy yang lagi-lagi belum sadar dengan posisinya
“Hmm... Kalau masalah itu, lihat besok ya.” Ucap Alvaro dengan nada sopan
***
Keesokan harinya, tibalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Alvaro. Akhirnya sudah sekian tahun dia mencintai Silvia dan kini saatnya untuk dia akan melamar gadis pujaannya itu.
“Bagaimana? Semua sudah siap?” tanya bunda Ai
“Siap..!!” teriak pak Rudi yang ternyata ikut meramaikan suasana
“Ok. Kalau begitu kita berangkat sekarang.” Ucap pak Chandra
Tanpa menunggu lama, mereka pun semua berangkat. Sesampainya di rumah Silvia, Nara dan Gilang pun langsung menyambutnya dengan hangat.
Tapi disisi lain...
“Ayo semuanya masuk. Maaf kalau rumahnya berantakan.” Ucap Nara basa basi
“Oh ini pasti anak-anaknya pak Lutfi ya?!” ucap Nara
“Iya Nar, mereka ini anak-anakku. Yang paling besar namanya Lucy, dan yang satunya namanya Kayla Azahra.” Sahut pak Lutfi
“Cantik-cantik sekali.” Ucap Nara
“Salam Kenal Tante, Om.” Ucap Kayla sopan dan Narapun tersenyum
“Sebentar aku ambilkan minuman dulu ya.” Pamit Nara
“Tidak usah repot-repot, Nar.” Ucap Bunda Ai
“Tidak kok. Tidak repot. Sebentar ya.” Ucap Nara
Setelah menunggu beberapa saat, Nara pun kembali dengan membawa minuman dan juga cemilan
“O ya tante, Silvianya mana?” Tanya Alvaro
__ADS_1
“Duh yang sudah tidak sabaran.” Goda Nara
“Bukan begitu tante.” Sahut Alvaro malu-malu
“Ya sudah.. Ya sudah.. Tante panggilkan dia dulu ya. Kalian mengobrolah dulu.” Ucap Nara
“Sebenarnya ini tuh ada acara apa sih?” gumam Lucy dalam hati yang masih juga belum sadar
Beberapa saat kemudian, Nara pun keluar dengan baju yang seadanya. Karena dia tidak tahu kalau hari ini ternyata Alvaro akan melamarnya
“Bun, ini ada apa ya? Kok mereka semua datang kesini?” tanya Silvia lirih dan bingung
“Nanti kamu juga akan tahu sendiri.” Ucap bunda Nara
“Gimana? Kita bisa mulai acaranya?” tanya Pak Chandra
“Ya baiklah, pak.” Sahut Nara
“Begini, maksud kami datang kemari itu karena ingin melamar Silvia menjadi menantu kami. Apakah Silvia bersedia menikah dengan Alvaro?” tanya Pak Chandra yang dari dulu tidak berubah. Selalu to the point
“What? Ini tuh ternyata acara lamarannya mas Alvaro buat si Silvia itu?” gumam Lucy dalam hati yang masih tidak percaya
“Aku mau kok, om.” Sahut Silvia malu-malu walau tadi sempat terkejut
“Oh syukurlah kalau begitu. Kami berencana ingin mengadakan pernikahannya minggu depan. Apa pihak perempuan keberatan?” Tanya pak Chandra
“Oh, kami mah tidak keberatan pak. Lebih cepat lebih baik.” Sahut Nara
“Baguslah kalau begitu. Sudah diputuskan ya pernikahan ini akan dilaksanakan hari sabtu minggu depan.” Ucap Pak Chandra dan semuanya pun mengangguk
“Tunggu dulu, Aku juga ikutan donk, om. ingin menikahi Diandra barengan sama Alvaro.” Ucap Azka
‘Pletak..’ kepala Azka di jitak oleh Diandra
“Apaan sih kamu, An? Sakit tahu.” Ucap Azka sambil pegangin kepalanya yang tadi di jitak Diandra
“Gimana, Rud? Anakmu ingin buru-buru nikah juga tuh.” Ucap pak Chandra
“Setuju...!!!” sahut pak Rudi
“Ok, berhubung semua sudah tidak ada masalah apa-apa lagi. Berarti hari sabtu minggu depan bakalan ada pernikahan ganda.” Ucap Pak Chandra tersenyum
Tapi, disisi lain ternyata...
“Ah malas banget deh. Tahu gitu tidak ngarep deh sama mereka semua.” Gerutu Lucy dalam hati dan Diandra pun tersenyum lihat ekspresi wajah kecewanya Lucy
__ADS_1
Lanjut..👇