Their Love Story

Their Love Story
harga diri


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mata kuliah Azka pun berakhir.


“Nah sebelum kita akhiri pertemuan ini, saya akan berikan tugas pada kalian. Tugas ini akan dikumpulkan di pertemuan selanjutnya.” Ucap Azka


“Oh ya satu lagi, kamu..!! Mahasiswi baru..!! Tolong bawakan buku saya ini ke meja saya.” Ucap Azka memerintah pada Diandra


“Bapak suruh saya?” tanya Diandra memastikan


“Iya. Siapa lagi di sini yang mahasiswi baru?” tanya Azka ketus


“Oh...” ucap Diandra singkat


“Aku ikut, An.” Ucap Silvia


“Ayo atuh.” Ucap Diandra


Setelah beberapa saat, akhirnya Diandra pun sampai di meja Azka, sementara Lisna mampir dulu nengok meja Alvaro


“Ternyata kamu beneran kuliah?” tanya Azka


“Terpaksa.” Sahut Diandra singkat


“Terpaksa? Kok mau kamu di paksa?” tanya Azka


“Halah, tidak usah belaga sok tidak tahu deh. Ini semua kan gara-gara kamu tahu.” Ucap Diandra lirih namun penuh dengan kebencian


“Ye, kan aku tidak maksa kamu. Aku bilang, kalau ke dua syarat yang aku ajukan itu tidak bisa kamu penuhi, berarti semua rencana mending di batalkan saja. Kan gampang?!” ucap Azka santai


“Kamu tu ya? Ok. Kita lihat saja nanti. Kamu jangan halangi aku mau melakukan apa saja yang aku sukai.” Ucap Diandra

__ADS_1


"Ya tidak bisa begitu, kamu kan tunganku. Aku berhak tahu apapun yang kamu lakukan." ucap Azka


“Sebodo amat.” Ucap Diandra sambil pergi meninggalkan meja dan Azka pun geleng-geleng


“Woi, An. Kamu sudah urusannya dengan pak Azka?” tanya Silvia yang tidak tahu apa-apa


“Sudah. Yuk ah cepat pergi dari tempat ini.” Ucap Diandra yang langsung menarik tangan Silvia


“Eh.. Eh.. Tunggu. Aku belum ketemu yayang beb. Yayang beb.. I miss u.” Teriak Silvia yang tidak begitu dihiraukan oleh Diandra


Sesampainya di luar, terlihat jelas, betapa kesalnya Diandra. Dia sudah benar-benar seperti dijatuhkan harga dirinya oleh Azka.


“Ini semua gara-gara ayah. Kenapa sih pakai mengikuti syarat dari si Azka itu?!” gumam Diandra lirih dan terdengar samar oleh Silvia


“Eh, kamu tadi bilang apa?” tanya Silvia


“Ah tidak. Aku tidak bilang apa-apa kok. Ya sudah yuk. Aku lapar nih. Cari makan yuk.” Ucap Diandra


“Hadeuh ni bocah satu. Harga dirimu di taruh dimana sih? Sampai segitunya sih kamu suka sama si pak Alvaro itu.” Celetuk Diandra


“Ah, demi pak Alvaro, aku tidak mau pikirkan harga diri. Yang penting aku bisa menyatakan perasaan aku, itu saja sudah senang sekali.” Ucap Silvia


“Walau nanti ujung-ujungnya di tolak?” tanya Diandra


“Iya. Tapi kan yang penting aku sudah berani menghadapi perasaanku sendiri.” Sahut Silvia


“Wuih.. Aku salut sama kamu. Jadi kamu tidak mau nih menemaniku cari makan, sebelum kamu ketemu ma pak Alvaro?” tanya Diandra dan Silvia pun mengangguk


“Hadeuh... Ya sudah deh kalau begitu, kamu tunggu di sini dulu sebentar ya. Aku mau telepon dulu.” Ucap Diandra dan Silvia pun mengangguk

__ADS_1


Tak selang berapa lama, telepon Alvaropun berbunyi


“Mas, mas sudah selesai mengajar belum?” tanya Diandra saat telepon di angkat oleh Alvaro


“Sudah. Memang ada apa, dek? Kamu sudah mau pulang?” tanya Alvaro


“Tidak kok. Aku pingin makan dulu. Mas temani makan mau tidak?” tanya Diandra


“Boleh deh.” Sahut Alvaro


“Ya sudah, kalau begitu aku tunggu mas di kantin kampus gimana? Tidak apa-apa kan makan di kantin kampus?” tanya Diandra


“Ok. Tidak apa-apa.” Sahut Alvaro


“Ya sudah kalau begitu, aku tunggu di sana. Jangan lama-lama ya.” Ucap Diandra


“Iya, adikku sayang.” Sahut alvaro


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Kira-kira bagaimana kelanjutan kisahnya ya? Di tunggu aja di next ya...😉


Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏


__ADS_2