Their Love Story

Their Love Story
kelanjutan


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Bunda Ai, Alvaro dan juga Diandra pun sudah ada di luar.


Sementara ayah (pak Chandra) sedang mengajak ngobrol pak Rudi sekeluarga.


“Semuanya, aku minta maaf nih. Tadi masuk sebentar.” Ucap bunda Ai


“Iya tidak apa-apa, Ai. Aku mengerti kok. Kaya’ sama siapa saja?!” ucap mba Alya


“Gimana, bun?!” tanya pak Chandra lirih


“Beres.” Sahut bunda Ai yang juga lirih


“Jadi gimana ini? Apa bisa acara pertunangannya kita lanjutkan?” tanya pak Chandra


“Tentu saja bisa. Benarkan, Azka?” ucap pak Rudi namun Azka masih terdiam


“Azka! Ditanya tuh sama ayah.” Ucap mba Alya


“Oh..” sahut Azka singkat


“Gimana Azka, apa bisa kita lanjutkan?” tanya ayahnya (Pak Rudi)


“Hmm... Ayah, Apa boleh aku mengajukan 2 syarat sebelum aku mengiyakan pertunangan ini?” ucap Azka


“Syarat? Apa itu sayang?” tanya ayahnya (Pak Rudi)


“Pertama, aku ingin Diandra melanjutkan kuliah S2 nya lagi. Supaya kita kelak menjadi setara dan yang ke dua, aku ingin ada masa pendekatan dulu sebelum akhirnya kami menikah.” Ucap Azka


“Kalau aku pribadi, untuk syarat yang kedua itu sih tidak masalah. Tapi untuk syarat yang pertama, aku tidak bisa.” Ucap Diandra tegas

__ADS_1


“Itu sih terserah kamu saja. Tapi kalau ke dua syarat itu tidak bisa dipenuhi, maka kita batalkan saja acara pertunangan ini.” Ucap Azka yang tidak kalah tegas


“Hadeuh... Sudah.. Sudah.. Baiklah, nanti akan om pastikan kalau Diandra akan kuliah melanjutkan S2nya. Gimana?!” ucap pak Chandra


“Tapi, yah..” ucap Diandra terputus


“Sudah.. Tidak ada tapi-tapian. Ayah tidak suka adanya penolakan.” Ucap pak Chandra tegas dan bunda Ai pun memberi syarat pada Diandra agar tidak menentang keputusan ayahnya lagi


“Baiklah, ayah.” Ucap Diandra pasrah


“Nah, kalau begitu, berhubung kita sudah sepakat, kita akan lanjutkan ke rencana pernikahan.” Ucap mba Alya


“Apa? Menikah? Tapi kalian tadi kan bilang kalau mau kasih kami waktu dulu untuk pendekatan. Masa’ sudah bicara masalah rencana pernikahan?!” protes Azka dan bundanya (mba Alya) pun tersenyum


“Begini sayang, kamu tetap bisa kok melakukan pendekatan dulu. Kami hanya akan menikahkan kalian jika kami merasa kalau kalian sudah siap untuk dinikahkan. Benar begitu kan, Ai?!” ucap mba Alya


“Iya benar. Dan batas waktu pendekatan kalian itu sampai Diandra lulus S2. Gimana?” ucap bunda Ai


“Iya, aku setuju.” Ucap pak Chandra


Sementara Azka dan Diandra hanya menerima nasib mereka dengan pasrah.


“Oh.. Jortu.. Jortu.. Ikut saja deh.” Celetuk Alvaro


“Jortu? Apa tuh Jortu, Al?” tanya Azka


“Jortu itu jodoh di tangan orang tua tau. Bwek..” ledek Alvaro


“Sial kamu, Al. Senang banget menari di atas penderitaan orang lain.” Ucap Azka sewot

__ADS_1


“Biarkan saja.” Celetuk Alvaro singkat


Setelah acara ini sudah menemukan titik kata sepakat, maka di mulailah hari-hari dimana status mereka berubah.


***********************************


Keesokan harinya, Alvaro langsung mengurus semua prosedur pendaftaran mahasiswa baru sesuai instruksi ayahnya (Pak Chandra).


“Gimana Varo, sudah beres semuanya?” tanya ayahnya, pak Chandra


“Sudah beres, yah.” Sahut Alvaro


“Bagus. Lalu kapan Diandra sudah mulai bisa kuliah?” tanya ayah (pak Chandra) memastikan


“Besok juga sudah bisa dimulai kok, yah.” Sahut Alvaro


“Ya sudah, mulai besok, ayah titip tolong awasi Diandra. Jangan sampai dia bolos.” Ucap ayah tegas


“Baik, ayah.” Sahut Alvaro singkat


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan Coment nya ya...🙏


__ADS_2