This Wound

This Wound
Episode 9


__ADS_3

Kini deni telah berangkat untuk mengontrol lapaknya sekalian mengantar Lisa sekolah, tadinya Deni sempat malas untuk sarapan di ruang makan karena pasti akan bertemu dengan Reyna. Dia ingin menghindari Reyna dulu agar dia bisa memikirkan jalan keluarnya. Dan seakan dunia berpihak kepadanya, Reyna tidak terlihat ada di meja makan, maka dari itu Deni dengan semangat melahap sarapan pagi yang di buatkan oleh Lestari, lalu setelah itu berangkat sambil mengantarkan Lisa.


Reyna sendiri kenapa gak keluar-keluar sungguh dirinya sangat pusing sekali, mual pun dia rasakan tapi dia masih bisa menahannya. Tadinya setelah salat Reyna berencana untuk sarapan bersama dengan Lestari, namun rasa pusing yang dia rasakan tidak bisa di tahan hingga dia memilih merebahkan tubuhnya kembali. Reyna tau tadi Lestari sempat ke kamarnya dan memanggilnya untuk sarapan, tau lestari orang baik , tapi itulah yang membuat nya iri hingga nekat menggoda suami dari Kaka sepupu nya sendiri.


" Kau memang baik mbak, tapi aku tidak bisa berhenti sampai di sini! aku juga akan memperjuangkan hak anak yang aku kandung." ujar Reyna dalam hati.


****


Di sebuah tempat Deni sedang merenungkan apa yang harus dia lakukan. Dia ingin sekali minta pendapat kepada orang lain tapi dia tidak bisa, kalau dia minta pendapat orang lain otomatis aibnya pun akan terbongkar. Dia belum siap ada orang yang tau tentang masalahnya yang nanti nya beresiko pada Lestari yang akan mengetahuinya juga.


Deni tau cepat atau lambat Lestari pun akan tau, tapi dia ingin lestari tau dari dia sendiri bukan dari orang lain.


"Andai waktu bisa aku putar, aku tidak akan bermain-main dengan Reyna! namun semuanya sudah seperti ini, apa yang harus aku lakukan?" ujar Deni.


****


Di rumah, Lestari sedang menyiram tanamannya. Beginilah kebiasaan Lestari jika dirinya sedang santai kalo tidak membaca novel atau menonton drama dia akan menyiram tanamannya untuk menghilangkan rasa suntuknya karena Ridwan sedang tidur setelah di mandikan juga Lisa yang sedang sekolah. Saat sedang asyik menyiram tanaman, tiba-tiba saja Reyna menghampiri lestari.


"Mbak!" ujar Reyna.


"Kamu sudah bangun?" tanya Lestari.


"Sudah mbak, mbak bolehkah aku hari ini izin tidak pergi menjaga lapak?" ujar Reyna.


"Kamu kenapa sakit?" tanya Lestari khawatir.


"Iya mbak aku sedikit pusing dan mual-mual." jawab Reyna.


Lestari pun tersenyum.


"Oh itu hal yang wajar di usia kandunganmu yang masih muda, apakah kamu sudah periksa ke dokter atau bidan untuk mengetahui perkembangannya?" ujar lestari.


"Belum mbak, aku belum siap orang-orang tau kalau aku sedang hamil." jawab Reyna sendu.

__ADS_1


Lestari diam, dia juga sedih melihat Reyna mengalami nasib seperti ini tapi salah Reyna sendiri yang menjalin hubungan dengan pria beristri jadi dia sendiri harus menerima resikonya.


"Ya sudah kamu istirahat aja dulu! nanti mbak buatkan teh manis dan makanan yang segar agar kamu bisa sarapan." ujar lestari.


"Mbak gak usah! aku gak mau merepotkan kamu terus, biar nanti kalau rasa mualnya sudah reda aku buat makananku sendiri mbak." ujar Reyna.


"Tidak apa-apa, kebetulan mbak lagi sedang tidak sibuk, kamu ke kamar aja dulu! nanti makanannya mbak antar ke kamarmu." ujar Lestari pada Reyna.


"Baik mbak, terimakasih." ujar Reyna.


Lalu dia berjalan ke arah kamar tempatnya menginap.


"Kasian sekali Reyna, aku harus minta bantuan mas Deni untuk mencari info siapa laki-laki itu?" ujar Lestari sambil menatap kepergian Reyna.


****


Hari-hari pun berlalu, tidak terasa sudah dua Minggu Reyna tinggal di rumah Lestari, namun belum ada yang berubah! Deni yang terus menghindar dari Reyna, Reyna yang terus berada di dalam kamar karena mengalami masa ngidamnya.


Sebenernya Lestari sedikit aneh melihat suaminya, dia seperti sedang menghindari Reyna karena selama Reyna tinggal bersamanya Deni jadi jarang di rumah, tapi Lestari segera menepis rasa anehnya itu untuk apa suaminya menghindar dari Reyna? mungkin memang karena Deni sekarang sedang sibuk.


Lestari yang sedang memikirkan Reyna tiba-tiba mendengar tukang sayur lewat, dia pun buru-buru menghampiri tukang sayur takut ketinggalan karena ada bahan masakan yang habis, dia gak sempat belanja ke pasar.


"Bang beli bawang merah, bawang putih, cabai sama Bombaynya ya setengah kilo semuanya ya!" ujar Lestari kepada si Abang sayur.


"Siap Bu." jawab si Abang.


"Mbak Lestari itu perempuan yang tinggal di rumahmu siapa?" tanya tetangganya yang kebetulan sedang membeli sayur juga.


"Oh itu dia sepupu saya mbak, lagi sedang liburan jadi tinggal di sini beberapa bulan." ujar Lestari .


"Hati-hati lho mbak Lestari, kadang sepupu kita bisa menusuk dari belakang karena keadaan suami mbak lestari sekarang lagi sedang naik-naiknya, jadi kita harus waspada!" ujarnya.


"Hus... bu tidak boleh soudzon dulu pamali, itu jatohnya fitnah." jawab si Abang sayur.

__ADS_1


"Ya aku hanya memberitahukannya untuk berhati-hati saja, ya mudah-mudahan sepupunya tidak seperti itu." jawab tetangga Lestari.


Lestari pun tersenyum.


" Iya mbak terimakasih sudah kasih tau." ujar Lestari.


"Iya mbak sebagai tetangga kita harus saling mengingatkan." jawab si mbak sambil membalas tersenyum.


"Mbak Lestari itu orangnya baik, kadang ada orang suka memanfaatkan kebaikan kita." ujar si mbaknya lagi.


Lestari pun tersenyum dan menanyakan harga kepada si Abang sayur.


"Berapa bang semuanya?" tanya Lestari.


"Semuanya 150 Bu." ujar si Abang.


Lestari pun memberikan uang kepada si Abang sayur dan mengucapkan terimakasih lalu pamit kepada tetangganya untuk kembali ke rumahnya .


"Ingat mbak lestari hati-hati ya!" ujar si mbak lagi.


Lestari hanya mengangguk dan tersenyum , lalu dia masuk ke gerbang rumahnya, saat sudah masuk gerbang rumahnya dia kaget melihat ibunya sedang menggendong Ridwan di teras rumahnya


" apan ibu datang? ko aku gak sadar ya." ujar Lestari dalam hati.


"Ibu kapan datang?" ujar Lestari sambil mencium punggung tangan ibunya.


"Baru saja, tadi ibu melihat kamu sedang serius belanja jadi ibu langsung masuk saja, eh pas nyampe dalam rumah kamu ibu dengar suara Ridwan menangis jadi ibu langsung aja gendong dia, ibu sudah kangen sama cucu ibu ini." ujar ibu.


"Iya ibu mereka juga kangen sama nenek ya." ujar Lestari.


"Ayo Bu kita masuk!" ajak Nayla pada ibu.


Lalu mereka pun masuk ke dalam rumah, berjalan menuju ruang tengah untuk bersantai sambil mengobrol namun ibu kaget melihat Reyna keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Reyna!" panggil ibu.


"Budeh." jawab Reyna langsung menghampirinya.


__ADS_2