
"Tante Melani?" ujar Lestari saat melihat nama yang tertera di ponselnya.
"Kenapa tante Melani menghubungiku bukan ibu?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Lestari pun mengangkat panggilan tante Melani.
"Hallo assalamualaikum tante." ujarnya.
"Waalaikumsalam Lestari." jawab Melani di sebrang telpon sana.
"Iya tante apa kabar?" tanya Lestari sengaja berbasa-basi karena takut menyinggung Melani jika dia langsung menanyakan intinya.
"Tante baik Lestari! Lestari tante menelponmu karena ada hal yang ingin tante bicarakan sama kamu, ini penting Lestari." jawab Melani.
Benar sekali dugaan Lestari l.
"Iya tante, ada apa?" tanya Lestari.
"Bisakah kamu menolong tante kali ini?" jawab Melani.
"Menolong apa tante? tante baik-baik aja kan?" tanya Lestari langsung menghawatirkan tantenya.
"Bukan tante tapi Reyna Lestari! tante mohon tolong Reyna!" jawab Melani.
"Reyna! kenapa dengan Reyna tante? bukankah saat ini dia sedang di jemput om Rudi untuk pulang ke rumah kalian?" tanya Lestari heran.
"APAAA! kamu tidak bohongkan Lestari?" ujar Melani kaget.
"Iya tante, tadi pagi aku habis dari rumah ibu! Reyna dengan senang menceritakan pertemuannya dengan om Rudi yang meminta maaf dan meminta Reyna untuk tinggal bersama kalian lagi." ujar Lestari.
"Tidak itu tidak boleh terjadi Lestari! tante mohon cegah Reyna untuk ikut Rudi!" ujar Melani dengan suara gemetar.
Deg.....Sura jantung Lestari sepertinya akan terjadi sesuatu dengan Reyna.
"Maksud Tante apa? kenapa kita harus mencegahnya untuk ikut om Rudi? sebenernya apa yang terjadi tante?" tanya Lestari dengan nada tak kalah kawatir.
"Tante tidak bisa menceritakan di sini, sekarnag yang terpenting tolong kamu cegah dulu Reyna supaya jangan ikut Rudi dulu! ini tante akan segera ke rumah ibumu." jawab Melani.
"Baik tante." ujar Lestari dan langsung mematikan panggilannya, dia pun langsung menghubungi orangtuanya untuk mengatakan apa yang barusan Melani katakan, namun sampai beberapa panggilan pun orangtuanya tidak mengangkat panggilannya.
"Aduh ibu sama bapak kemana? kenapa panggilannya tidak di angkat." ujar Lestari.
Deni yang melihat Lestari begitu menghawatirkan sesuatu pun bertanya.
"Ada apa sayang?" tanyanya.
Lestari pun menengok ke arah suaminya dan langsung saja berkata.
"Mas sekarang ayo kita ke rumah ibu!" ujarnya tanpa menjawab pertanyaan Deni.
__ADS_1
"Iya ada apa sayang? apa terjadi sesuatu sama ibu atau bapa? terus tadi yang telpon siapa" tanya Deni.
"Aku jawabnya di mobil saja ya mas, sekarang ayo kita harus ke rumah ibu secepatnya!" ujar Lestari.
"Baiklah ayo! kamu tenang kan dirimu dulu ya sambil berjalan, biar Ridwan mas yang gendong!" ujar Deni berusaha menenangkan istrinya.
Lestari pun mengangguk dan berjalan ke arah luar di susul Deni sambil menggendong Ridwan juga menggandeng Lisa.
"Kita mau kemana ayah?" tanya Lisa karena heran melihat ibunya yang seperti terburu-buru.
"Kita mau ke rumah kakek dan nenek." jawab Deni.
"Asyik..." ujar Lisa.
Setelah sampai di mobil Deni mendudukkan Lisa dan Ridwan di belakang, tentu saja Ridwan memakai kursi pengaman khusus untuk bayi.
Lalu Deni melajukan mobilnya, Deni belum mau menanyakan apa yang terjadi karena takut Lestari semakin gelisah, tapi tiba-tiba saja Lestari sendiri yang memulai pembicaraannya.
"Mas kita harus segera sampai di rumah ibu!" ujarnya.
"Iya sayang, ini mas sudah di kecepatan cepat membawa mobilnya." jawab Deni.
"Sebenernya ada apa sayang?" tanya Deni.
"Reyna mas, kata tante melani Reyna tidak boleh ikut om Rudi, kita harus mencegahnya mas!" jawab Lestari.
"Aku gak tau mas, tante Melani hanya bilang itu saja, dia tidak sempat menjelaskan semuanya." jawab Lestari.
"Berarti firasat aku dan ibu benar ya mas, dari pagi kalau mengingat Reyna selalu saja tidak tenang." lanjutnya.
"Iya sayang kamu tenangkan dirimu dulu ya!" ujar Deni.
Setelah beberapa menit akhirnya Lestari sampai di rumah ibunya, dia pun langsung turun dari mobil dan langsung saja berlari ke dalam rumah orangtuanya, Deni pun memaklumi istrinya yang sedang gelisah, dia pun menggendong Ridwan dan menggandeng Lisa mengikuti istrinya masuk ke dalam rumah mertuanya.
Sedangkan Lestari setelah masuk ke dalam rumahnya, langsung saja memanggil ibunya.
"Ibu.... ibu.... ibu...." panggilnya.
"Bapak...bapak....bapak...." lanjutnya.
Rina dan Agus yang sedang di kamar pun langsung menghambur keluar ketika Lestari memanggil namanya.
"Lho Lestari ada apa? kenapa wajahmu seperti cemas sekali? apa yang terjadi" tanya Rina dengan nada khawatir l.
"Ibu Reyna dimana?" tanya Lestari tanpa menjawab pertanyaan ibunya.
"Reyna! Reyna ya sudah berangkat bersama Rudi ayahnya." jawab Rina heran.
"Ya Alloh Bu..." ujar Lestari lemas.
__ADS_1
"Ada apa Lestari kenapa kamu begitu mencemaskan Reyna? dia kan pergi bersama ayahnya." tanya Agus kali ini, walau dalam hatinya dia merasa kawatir juga karena tak biasanya Lestari begini.
"Gini lho pak, bu tadi tante Melani menghubungi aku, dan katanya kita harus mencegah Reyna agar tak ikut om Rudi!" jawab Lestari sambil terengah-engah.
"Sudah...sudah .... kamu tenangin saja dirimu dulu! ayo kita duduk dulu, baru cerita kan pelan-pelan sama kita!" ujar Agus.
Lestari pun mengangguk dan mengikuti perintah bapaknya dan duduk di ruang keluarga lalu menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya.
Setelah melihat Lestari sedikit lebih tenang, Agus pun kembali bertanya kepada Lestari.
"Sekarang kamu ceritakan semuanya sama kita semua apa yang terjadi? kenapa kita harus mencegah Reyna pergi bersama ayahnya." tanya bapak atau Agus.
Lestari pun menghela nafasnya lagi, lalu menceritakan semua yang tadi Melani katakan kepada Agus dan Rina, juga Deni.
"Astagfirullah.... terus sekarang kita harus bagaimana pak?" tanya ibu kawatir setelah mendengar jawaban dari Reyna.
"Bukankah kata Lestari Melani nanti akan ke sini? kita tunggu Melani datang saja! agar tau apa sebenarnya yang terjadi?" jawab bapak.
"Aku takut Reyna kenapa-kenapa pak!" ujar ibu atau Rina.
"Iya sabar, kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa terhadap Reyna!" ujar bapak menenangkan ibu.
Tak lama mereka menunggu kedatangan Melani, akhirnya Melani pun datang.
"Assalamualaikum mas Agus mbak Rina!" ujar Melani ketika masuk ke dalam rumah orangtua Lestari.
"Waalaikumsalam Melani!" jawab ibu langsung berdiri dan menghampiri Melani lalu memeluknya.
"Maaf mbak, aku langsung masuk saja karena pintunya terbuka lebar." ujar Melani.
"Iya tidak apa-apa, ayo masuk semua orang telah menunggumu." jawab Rina.
Melani pun mengangguk dan mereka pun berjalan ke arah ruang keluarga dimana semua orang sedang menunggu Melani, setelah sampai Melani dan Rina pun duduk.
"Maaf mas, apa Reyna masih di sini?" tanyanya ketika sudah duduk.
"Seperti yang kamu lihat di sini tidak ada Reyna!" jawab Agus.
"Ya Alloh." ujar Melani lesu.
"Sebenarnya apa yang terjadi Melani? kenapa Reyna tidak boleh ikut dengan Rudi? bukankah Reyna akan tinggal kembali bersama kalian?" tanya Agus.
"Sebenarnya mas..." ujar Melani tertahan.....
☘️Sekian dulu ya.☘️
Jadi apa yang terjadi? kenapa Melani mamah dari Reyna melarang Reyna pergi dengan Rudi? lalu bagaimana nanti nasib Reyna sendiri?
Yang penasaran dengan jawabannya ikutin terus ya cerita Lestari ini, jangan lupa dukungan untuk author ya agar author semangat dalam menulisnya. Terimakasih.🤗🤗
__ADS_1