This Wound

This Wound
Episode 20


__ADS_3

"Jadi kamu hamil anaknya Deni?" tanya Melani, Nama dari mamahnya Reyna.


"Iya mah, maaf!" ujar Reyna, sungguh dirinya takut sekali melani marah besar. Namun semua di luar dugaan Reyna, Melani malah mendukung Reyna membuat Reyna tersenyum senang.


"Bagus, mamah dukung kamu! sekarang Deni sudah sukses, kamu harus bisa menyingkirkan Lestari!" ujar Melani.


Sungguh ibu dan anak yang tega sekali.


"Itulah masalahnya mah, mas Deni gak mau menceraikan mbak Lestari! malah tadi aku gak sengaja dengar, bahwa mas Deni menikahi aku hanya sampai melahirkan anak ini, kalau Reyna sudah melahirkan, dia juga akan langsung menceraikan Reyna." ujar Reyna dengan nada sedih.


"Apa budeh, pakdemu sudah tau?" tanya Melani.


"Sepertinya belum mah." jawab Reyna.


"Tapi budeh tau kalau aku sedang hamil, aku bilangnya sama mereka mamah mengusir aku, karena aku hamil dan lelaki itu tidak mau tanggung jawab." ujar Reyna.


"Coba kamu telpon si Deni, bilang kalau mamah ada di sini dan sudah tau kalau yang menghamilimu adalah dirinya." perintah Melani.


"Baik mah." ujar Reyna.


Dia yakin dengan dukungan dari mamahnya, semua rencananya akan berhasil.


Reyna pun menuruti apa yang di perintahkan Melani, namun sayang berkali-kali dia memanggil nomer Deni, Deni tak kunjung menjawab. Dia pun mengirimkan pesan namun sama tidak juga di baca, hingga akhirnya Reyna pun lelah sendiri.


"Gak di angkat mah, bahkan pesan pun tidak dia buka, apa dia si rumah budeh ya?" ujar Reyna.


"Itu lebih bagus, jika sampai besok subuh Deni belum juga membalas pesanmu, maka kita bisa datang ke rumah budehmu, di sana mamah akan pura-pura marah dan baru tau bahwa yang menghamilimu adalah Deni." ujar Melani tersenyum miring.


"Apa tidak apa-apa mah?" tanya Reyna.


"Tidak apa-apa Reyna, kau bilang Deni tak mau menceraikan Lestari tapi bagaimana jika budeh, pakde mu tau? Apa mereka masih akan mendukung Deni?" ujar Melani sambil mengedipkan matanya.


"Iya mah betul juga, aku ikut apa kata mamah saja nanti aku pura-pura saja tidak bisa menahan mamah untuk tidak ke rumah budeh." ujar Reyna lagi.


"Bagus, baru ini anak mamah." ujar Melani sambil memeluk Reyna.


Reyna yang di peluk mamahnya pun merasa terharu, inilah yang dia ingin kan.


"Bagus, aku akan mempunyai cucu dari lelaki sukses" batin Melani.


*****

__ADS_1


Karena sampai subuh pun Deni belum membalas pesan Reyna, Reyna dan Melani pun berencana untuk menjalankan rencananya pagi-pagi sekali agar Deni dan lestari masih berada di sana, belum menuju arah pulang.


"Ayo Rey, ini sudah jam 6! pasti mereka sedang berkumpul bersama, ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahukan kehamilanmu pada budeh pakde mu." ujar Melani.


"Iya mah sebentar, kalau jam seperti ini mualnya agak parah." ujar Reyna.


Reyna pun terpaksa berganti pakaian, untuk pergi ke rumah orangtua Lestari, padahal dirinya sangat pusing dan mual namun demi rencananya agar berhasil dia paksakan.


*****


Di rumah orangtua Lestari, Lestari sudah bangun dari subuh. Dia juga sudah melaksanakan solat subuh dan langsung menyiapkan sarapan juga teh dan kopi untuk bapak dan suaminya, suaminya pun sama telah bangun dari subuh dan langsung pergi ke mesjid bersama bapak.


"Mas, bapak ini kopi dan tehnya untuk kalian." ujat lestari.


"Terimakasih nak." ujar bapak.


"Terimakasih sayang." ujar Deni juga.


"Iya sama-sama." jawab Lestari.


Lestari pun melanjutkan pekerjaannya membuat sarapan yang sempat tertunda, ibu masih di kamar karena tiba-tiba saja kepalanya pusing, jadi Lestari menyuruh ibunya untuk beristirahat dahulu! ketika sarapan sudah jadi dia akan memanggilnya.


Tak lupa lestari juga mengajak bapak dan suaminya untuk sarapan.


Ridwan dan Lisa masih tertidur nyenyak jadi nanti saja Lestari bangunkan untuk sarapan, karena tau istrinya sedang banyak pikiran Deni pun mengambil sarapannya sendiri.


Saat sedang asyik sarapan bersama tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum." suara di luar.


"Siapa ya, seperti suara Tante melani." ujar lestari.


"Ibu, bapak, biar aku yang buka pintunya." ucap Lestari.


"Iya nak, siapa yang bertamu pagi-pagi seperti ini?" ucap bapa.


"Entahlah pak." jawab Lestari dan langsung berjalan ke arah pintu utama rumah orangtuanya.


Saat di buka pintu, Lestari terkejut melihat Reyna jika Tantenya yang datang seperti dugaannya tadi.


" Tante apa kabar?" tanya lestari, sambil mencium punggung tangan tante nya.

__ADS_1


"Kabar tante baik, dimana suami mu Lestari?" tanya Melani.


Ada di dalam tante, memang ada apa?" jawab Lestari was-was.


"Apakah tante sudah tau kalau Reyna hamil?" ujarnya dalam hati.


Lestari melirik ke arah Reyna yang menunduk.


Deg...


Entah kenapa hatinya tiba-tiba menjadi tidak enak.


"Tante ke sini hanya ingin bertemu suamimu." ujar Melani.


"Baik tante silahkan masuk, kebetulan kami sedang sarapan, tante bergabung lah bersama kami!" ujar Lestari.


Lalu Lestari berjalan terlebih dahulu yang Melani dan Reyna mengekor di belakangnya.


Setelah sampai di ruang makan, bapak dan ibu mengerutkan keningnya.


"Lho Melani, ada apa sampai masih pagi sudah ke sini?" tanya bapak.


Deni pun menengok ke arah seseorang yang datang, dan betapa terkejutnya dia bahwa yang datang adalah Reyna dan mamahnya. Mendadak hatinya menjadi risau, dia takut sepasang anak dan ibu itu membuat kekacauan.


Melani yang melihat Deni berada di sana pun langsung menghampiri Deni dan menyeretnya untuk berdiri lalu,


Plak... plak...


"Kurang ajar, dasar pecundang, kau telah menghancurkan masa depan anakku! dan lebih menjijikannya, kau malah tak mau bertanggung jawab." ujar Melani menggebu.


Semua orang yang ada di sana kaget melihat apa yang di lakukan Melani terutama bapak.


"Kamu ini kenapa Melani, datang-datang langsung maen menampar orang dan memarahinya, mana ini masih pagi! kesalahan apa yang Deni lakukan? hingga kamu murka seperti ini." tanya bapak.


"Mas tanya sendiri sama menantu mas, apa yang dia lakukan terhadap Reyna?" jawab Melani pada bapak.


Ibu yang melihat Melani marah dan menyangkut pautkan ini dengan Reyna pun langsung menutup mulut dia langsung menduga


"Jangan-jangan Reyna hamil anak Deni? tidak, ini tidak mungkin!" ucap ibu dalam hati yang membuat sakit di kepalanya semakin bertambah.


☘️☘️ Semoga kalian tetap suka sama alur ceritanya. Terimakasih ☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2