
Kini Lestari dan keluarga kecilnya sedang melaksanakan solat magrib berjamaah yang sudah lama tak mereka lakukan bersama, ya tadi setelah tangis haru Lestari dan Deni! Deni terus saja menempel pada Lestari hingga adzan magrib berkumandang mereka memutuskan untuk solat berjamaah.
Setelah selesai, Deni pun mengulurkan tangannya kepada Lestari dan Lisa untuk mereka cium dan setelahnya Deni mengecup kening mereka masing-masing.
"Aku senang bisa solat berjamaah lagi sama ayah!" ujar Lisa.
"Iya sayang, mulai sekarang ayah janji akan menyempatkan solat berjamaah dengan kalian jika ada di rumah kalau ayah tidak ke masjid." ujar Deni.
"Hore..... apa ayah tidak kerja jauh lagi? terus ayah akan tidur di rumah ini lagi? tanya Lisa.
"Iya sayang mulai hari ini ayah akan tidur lagi di sini karena kerja jauhnya sudah selesai." jawab Deni.
"Hore.....hore....." ujar Lisa kesenangan.
"Sudah... sudah .... kita ke kamar saja dulu yuk! adik lagi tidur sendiri di kamar.
"Ayukk mah, malam ini aku tidur lagi sama ibu dan ayah boleh?" tanya Lisa.
"Boleh sayang tapi gak boleh sering kan Kaka sudah besar!" jawab Lestari.
"Iya ibu.. hore...." ujar Lisa sambil lompat-lompat membuat Lestari tersenyum.
Deni pun mengajak Lisa ke kamar terlebih dahulu karena Lestari mau merapihkan peralatan solatnya terlebih dahulu.
Setelah selesai Lestari pun menyusul suami dan anaknya ke kamar, Lestari senang kini hatinya lega! Deni sudah kembali kepadanya, Lestari berdoa semoga ini awal yang baik untuk keluarga kecilnya.
Saat sampai kamar, Lestari melihat Deni sedang memberikan susu kepada Ridwan, Lisa yang berada di samping Deni juga membantu ayahnya mengusap perut Ridwan agar adiknya tidur lagi membuat Lestari tersenyum melihat kekompakan mereka.
"Kaka juga...." ujar Lestari terhenti ketika Lisa dan Deni kompak menghentikannya berbicara dengan cara menaruh jari telunjuknya di mulut mereka.
"Suttttt...." suaranya berbarengan hingga membuat Lestari tersenyum lalu ikut bergabung dengan mereka.
Setelah itu Lestari mengajak Lisa menjauh terlebih dahulu dan Lisa pun menurut.
"Kaka sayang kamu ada tugas gak dari sekolah?" tanya Lestari pelan.
"Ada ibu!" jawabnya.
"Ya sudah, ayo kita kerjakan dulu! biar ibu temani." ujar Lestari.
"Iya ibu." jawab Lisa.
__ADS_1
Lestari pun meminta izin kepada suaminya untuk menemani Lisa mengerjakan tugas sekolahnya terlebih dahulu dengan isyaratnya, Deni pun mengerti dan langsung menganggukkan kepalanya tanda dia mengizinkannya.
Setelah selesai menemani Lisa mengerjakan tugas ternyata waktu isya telah datang, Lestari pun mengajak Lisa dan Deni solat berjamaah lagi baru setelah itu menyuruh Lisa tidur.
****
"Sayang terimakasih, telah memberikan mas kesempatan kedua ini! mas janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." ujar Deni sambil memeluk Lestari dari belakang.
Kini mereka sedang tiduran di kasur king size milik mereka dimana Lisa, Ridwan juga tidur dengan mereka saat ini, tadi setelah melaksanakan solat isya Lisa pun tertidur karena tadi siang dia tidak tidur siang dulu.
"Sama-sama mas, aku juga Terimakasih mas sudah berusaha menunjukan perjuangan mas selama 3 bulan ini." jawab Lestari sambil mengusap tangan Deni yang sedang memeluknya.
Lestari pun membalikkan tubuhnya hingga menghadap Deni.
"Mas sebentar lagi Reyna melahirkan." ujar Lestari.
"Maaf!" ujar Deni ketika ingat dosanya yang telah berzina dengan Reyna.
"Sudah mas yang lalu biar berlalu, kita lupakan semuanya! aku sudah iklas menerima semua ini." jawab Lestari.
"Apakah mas tidak ingin melihat keadaan Reyna? bagaimana pun juga bayi yang di kandung Reyna adalah saudara Lisa dan Ridwan secara biologisnya." tanya Lestari.
"Mas tidak berani sayang, mas malu sama kamu! mas serahkan semua terhadapmu ya!" jawabnya.
"Baiklah mas." ujar Lestari.
"Ya sudah sekarang kita tidur sekarang! kamu juga pasti lelah." ajak Deni.
"Iya mas." jawab Lestari sambil tersenyum, lalu Deni mengecup kening Lestari juga bibir Lestari, setelahnya mereka langsung tertidur pulas.
****
Adzan subuh sudah terdengar! Lestari pun langsung membuka matanya, hal yang pertama dia lihat adalah wajah Deni.
Lestari pun tersenyum sambil mengusap wajah suaminya, sudah lama dia tidak menikmati pemandangan ini, lalu Lestari pun bangkit dari tidurnya dan mencoba membangunkan suaminya.
"Mas bangun...." ujar Lestari sambil mencoba mengguncangkan badan suaminya.
"Deni pun membuka matanya dan langsung tersenyum ketika melihat wajah Lestari, momen yang selalu dia rindukan.
"Ini sudah adzan mas, mas mau solat sama aku apa di masjid?" tanya Lestari.
__ADS_1
"Mas ingin solat di mesjid ya!" jawabnya.
"Baiklah mas, aku siapkan bajunya dulu." ujar Lestari karena sebagian baju Deni masih ada di lemari sengaja Lestari sisihkan.
"Iya, mas ke kamar mandi dulu." ujar Deni lalu bangkit dan pergi ke kamar mandi sedangkan Lestari berjalan ke arah lemari untuk menyiapkan baju suaminya.
Setelah Deni berangkat ke mesjid, Lestari pun langsung melaksanakan solat subuh sendiri lalu setelahnya kembali lagi takut Ridwan terbangun meminta susu.
Karena sekarang pekerjaan rumah Lestari ada yang membantu, jadi setelah solat subuh Lestari langsung bersantai di kamarnya menjaga kedua anak-anaknya nanti jam setengah 7 pagi baru dia ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Jam 6 pagi Deni pun pulang dari mesjid dan langsung masuk ke kamarnya, hal yang pertama dia lihat, Lestari yang sedang menggendong Ridwan sambil mengajaknya berbicara, dia pun ikut bergabung dengan Lestari.
"Anak ayah sudah bangun?" tanyanya sambil mencium pipi Ridwan lalu kening Lestari.
"Sudah ayah." jawab Lestari dengan suara yang menirukan anak kecil.
"Ya sudah, sini sama ayah gendongnya." ujar Deni, Ridwan pun seperti mengerti dan langsung meminta Deni untuk menggendongnya.
"Ya sudah mamah bangunkan Kaka Lisa dulu ya!" ujar Lestari sambil berjalan ke arah tempat tidurnya.
"Kaka sayang, Ayuk bangun! sudah pagi, adik dan ayah juga sudah bangun." ujar Lestari sambil mengecup pipi Lisa berkali-kali.
"Hem... geli ibu." jawabnya dengan mata yang masih terpejam.
"Ya sudah ayuk bangun!" ujar Lestari.
Lisa pun membuka matanya.
"Iya ibu." jawabnya.
"Cuci muka dulu gih! bau iler." ujar Lestari sambil pura-pura menutup hidungnya.
"Hehehe iya ibu." jawabnya dan langsung bangkit berjalan ke arah luar kamar untuk ke kamar mandi.
"Mas aku siapkan sarapan dulu ya!" ujar Lestari.
"Iya sayang." jawab Deni sambil tersenyum.
Lestari pun keluar mengikuti Lisa untuk membuatkan suami dan anak-anaknya sarapan karena kini Ridwan juga sudah di kasih mp asi yang dia bikin sendiri agar kualitas dan kebersihannya terjamin.
☘️Sekian dulu ya.☘️
__ADS_1
Jujur saja author lagi kehilangan ide untuk meneruskan cerita Lestari dan Deni ini, jadi maaf update nya agak lama.
Dukung author terus ya dengan like, poin dan votenya tidak lupa komentarnya juga, terimakasih.