This Wound

This Wound
Episode 46


__ADS_3

Di kota S, di kediaman Mr.john.


Lestari membuka matanya dengan pelan, walau pusing sangat dia rasakan tapi dia memaksakan matanya untuk terbuka!


"Dimana aku?" ujarnya ketika dirinya menyadari bahwa sekarang dia bukan berada di kamarnya atau kamar yang ada di rumah Lestari.


Reyna menatap ke sekeliling kamarnya, tetap saja dia tidak mengenali tempatnya dan kamar siapa ini?


"Kenapa rasanya pusing sekali? apa yang terjadi denganku?" lanjutnya sambil memijat pelipisnya.


"Oh iya bukankah aku di ajak tinggal bersama ayah? apa ini rumah baru ayah?" ujarnya dalam hati saat mengingat bahwa dirinya pergi bersama ayahnya.


Reyna pun bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju pintu kamarnya, ada rasa bahagia dalam hatinya karena yang dia kira saat ini dirinya akan tinggal bersama kedua orangtuanya lagi! dia rindu kebersamaan itu lagi seperti dirinya yang waktu itu masih kecil.


Namun sayang saat Reyna sampai depan pintu, pintunya terkunci dari luar.


"Ayah...ayah...ibu..ibu..." panggil Reyna sambil mencoba membuka pintunya.


"Aku sudah bangun Bu.. ayah...." lanjutnya, namun pintu tidak terbuka juga.


Karena tidak mendapatkan respon atau jawaban dari luar, Reyna pun kembali ke tempat tidur dan mendudukkan dirinya di atas kasur.


"Kenapa ayah dan ibu mengunci pintu kamarnya? sebenernya aku ini sedang dimana?" tanyanya pada diri sendiri.


Sedangkan di luar kamar, salah satu bodyguard Mr.john yang di perintahkan untuk menjaga pintu kamar Nayla pergi ke ruang kerja Mr.john untuk memberitahukan bahwa Reyna telah sadar.


Tok..tok...tok..


"Mr. ini saya, penjaga kamar nona Reyna!" ujar bodyguard itu.


"Masuk!" perintah Mr.john.


"Apa yang terjadi?" tanyanya ketika bodyguard itu telah sampai di depannya.


"Nona Reyna telah sadar! dan dia memanggil ayah dan ibunya! sepertinya dia mengira sedang berada di rumah orangtuanya." jawab si bodyguard.


"Sungguh malang nasibmu, di hamil oleh suami sepupumu dan di jual oleh ayahmu sendiri!" ujar Mr.john sambil mengepalkan tangannya.


"Baiklah aku akan segera ke sana! mari kita beritahu bahwa ayahnya telah menjualnya ke sini!" lanjutnya sambil bangkit dan berjalan ke luar dari ruangannya menuju kamar yang di tempati Reyna.


Saat Mr.john sampai di depan kamar yang Reyna tempati, para bodyguard pun dengan sigap membukakan pintu kamarnya dan membiarkan bos nya masuk lalu menutup kembali pintunya.

__ADS_1


Reyna yang tau ada yang membukakan pintu kamar pun langsung berbalik dan terkejut bahwa orang yang masuk tidak dia kenali.


"Siapa kamu?" tanya Reyna.


Mr.john pun tersenyum menyeringai licik.


"Hay nona kita bertemu kembali?" jawabnya.


"Siapa kamu? aku tidak pernah bertemu denganmu!" tanya Reyna lagi.


"Wahh ternyata kau sudah melupakannya! karena kau sibuk ingin merebut suami sepupumu bahkan rela hamil anaknya! namun sayang kau tetap terbuang." jawab Mr.john.


Apa yang di katakan Mr.john membuat Reyna terkejut, bagaimana bisa orang asing tau apa yang dia alami? siapa orang ini? karena Reyna merasa tidak pernah bertemu dengannya.


"Dan yang membuat nasibmu malang, kau pun di jual oleh ayahmu sendiri dalam keadaan hamil seperti ini! ck...ck... sungguh menyedihkan!" ujar Mr.john kepada Reyna membuat Reyna kaget sekali.


"Apa maksudmu?" tanya Reyna.


"Maksudku....Rudi ayahmu telah menjual dirimu beserta bayimu itu! dan mulai saat ini kau dan bayimu adalah milikku jadi mulai saat ini kau harus menuruti apa perkataan ku!" jawab Mr.john.


"Itu tidak mungkin! mana mungkin ayahku melakukan itu, kau jangan macam-macam padaku... atau aku akan laporkan kamu ke polisi." ujar Reyna marah.


"Oh iya, bawahanku akan membawakan makanan untukmu, makanlah karena aku tidak ingin seseorang yang tinggal bersamaku akan kelaparan! dan akan ada seseorang yang akan membawa surat kontrak mu agar kau menandatanganinya! karena aku telah membelimu dengan mahal, aku tidak ingin kau nantinya kabur atau melakukan kesalahan." lanjut Mr.john lalu keluar dari kamar Reyna.


Reyna yang mendengar semua itu pun langsung terduduk dengan lemas.


"Apa benar ayah melakukan ini semua? tapi kenapa? apa salahku?" ujar Reyna mulai menangis, air matanya mulai berjatuhan karena tidak terima dengan apa yang sedang dia alami saat ini.


"Mbak lestari, budeh, pakdeh.... tolong aku! maafkan aku!" ujarnya.


Disaat seperti ini, dia hanya mengingat Lestari juga kedua orangtua Lestari.


****


Di kediaman Lestari...


"Apa sudah ada kabar dari Rudi?" tanya Rina ibu Lestari kepada Melani.


"Belum mbak, mas Rudi seperti hilang begitu saja! aku tidak tau harus bagaimana mbak? aku kawatir akan terjadi sesuatu dengan Reyna dan bayinya! aku menyesal mbak selama ini telah menjadi ibu yang buruk untuk Reyna!" jawab Melani.


"Kamu yang sabar ya! semoga Deni mendapatkan kabar yang baik! sekarang dia sedang mencari tahu tentang Rudi dari teman-temannya, semoga saja ada titik terang." ujar Rina mencoba menenangkan Melani, padahal dalam hatinya dirinya pun sama kawatirnya dengan Reyna, karena baginya Reyna tidak hanya keponakannya tapi sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.

__ADS_1


"Iya mbak semoga saja! apa mas Agus juga belum mendapatkan kabar dari saudaranya yang lain?" tanya Melani.


"Belum, mereka semua tidak tau Rudi ada dimana? karena katanya sudah bertahun-tahun Rudi tidak pernah ke rumah mereka lagi." jawab Rina.


"Ya Alloh, kamu dimana mas? dan kamu bawa Reyna kemana?" ujar Melani sambil menitikkan air matanya, lalu Rina pun memeluk tubuh Melani.


Lestari yang kala itu mau ke dapur untuk memeriksa bahan apa saja yang akan dia beli di pasar, karena sepertinya stok sayuran dan bahan makanan lain sudah mulai habis, tidak jadi karena di sana ada ibu dan tantenya yang sedang berbicara dan menguping pembicaraannya, Lestari pun ikut menangis namun tak lama dia pun menghapus air matanya, dirinya harus kuat demi anak-anaknya, suaminya, orangtuanya juga tantenya.


"Ibu.. sepertinya bahan makanan kita sudah mulai kosong! bolehkan aku menitipkan anak-anak pada ibu? aku mau berbelanja dulu." ujar Lestari.


"Baiklah, kamu berbelanja saja sana! biar anak-anak bersama ibu." jawab Rina.


"Baiklah bu, anak-anak masih tidur! aku berangkat dulu ya bu." pamit Lestari sambil mencium punggung tangan ibunya dan juga tantenya, Melani.


"Tante, aku pergi belanja dulu! Tante yang sabar ya!" pamit Lestari dan mencoba menyemangatinya tantenya.


"Iya sayang!" jawab Melani.


"Assalamualaikum." ujar Lestari.


"Waalaikumsalam.." jawab Rina dan Melani bersamaan.


Lestari pun berjalan ke arah luar dan menuju motornya di halaman rumahnya, dia pun menghela nafasnya dan berdoa.


"Ya Alloh semoga Reyna baik-baik saja! dan kami cepat menemukannya agar bisa berkumpul kembali! kuatkan hamba dan keluarga hamba dalam cobaan ini!" ujarnya dalam hati.


Lalu Lestari pun mulai mengendarai motornya dan keluar dari pekarangan rumahnya untuk pergi ke swalayan, berbelanja bahan makanan.


☘️Sekian dulu ya.☘️


Hay...Hay.... aku kembali lagi....


Maaf sudah hampir sebulan gak up..


Jujur saja...kemaren aku kehabisan ide dan juga ada kesibukan lainnya jadi mohon di maaf kan ya..


Marhaban ya ramadhan... mohon maaf lahir batin dari author untuk para pembaca kisah Lestari dan Deni ini .


Mohon dukungannya dan doakan semoga mulai hari ini author bisa up setiap hari....


Terimakasih...author sayang kalian 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2