
Setelah bapak merasa lebih tenang dia pun berkata kepada ibu.
"Bu coba periksa Reyna! pasti dia juga mendengar keributanku dengan ayahnya, kuatkan dia Bu agar tidak salah mengambil langkah lagi."
"Baik pak, bapak sudah lebih tenang kan?" tanya ibu
"Sudah bu." jawab bapak.
"Baiklah ibu ke kamar Reyna dulu." ujar ibu.
Lalu ibu pun berjalan ke arah kamar Reyna.
Ketika sampai di kamar Reyna, ibu melihat Reyna sedang menangis.
"Reyna!" panggil ibu.
"Budeh!" jawab Reyna sambil berlari memeluk ibu.
"Kenapa ayah sama mamah gak sayang aku budeh?" ujar Reyna.
"Kamu yang sabar ya, budeh dan pakde akan selalu ada untukmu." jawab ibu.
"Kenapa budeh sama pakde masih baik sama aku? padahal aku sendiri sudah menghancurkan rumah tangga mbak Lestari." tanya Reyna.
Ibu pun tersenyum.
"Karena kami sudah menganggapmu sama dengan Lestari, kami tau mungkin kemaren kamu sedang khilaf dan kami berharap kamu akan bertobat! menyesali semua yang sudah kamu lakukan, iklaskan semua yang terjadi kepadamu! lebih mendekatkan dirilah kepada Alloh! agar kamu bisa menjadi lebih baik lagi, budeh yakin pasti kamu bisa!" jawab ibu.
"Terimakasih budeh." ujar Reyna sambil memeluk budeh kembali.
"Maafkan hambamu ini ya Alloh, hanya karena iri hamba telah berdosa dengan berzinah, sehingga membuat rumahtangga Kaka sepupu hamba sendiri hancur." ujar Reyna dalam hatinya.
"Maafkan aku mbak, sekarang aku menyesal." ujarnya lagi.
Reyna berjanji mulai saat ini dirinya akan berubah.
Setelah 15 menit menumpahkan tangisnya kepada ibu, Reyna pun menguraikan pelukannya.
"kamu sudah lebih tenang sekarang?" tanya budeh.
"Iya budeh." jawab Reyna.
"Ya sudah, sekarang kita sarapan yuk, pakdemu pasti sudah menunggu." ujar ibu.
"Baik budeh." jawab Reyna sambil menghapus air matanya.
Mereka pun berjalan beriringan keluar dari kamar sampai di ruang makan.
__ADS_1
"Reyna!" ujar bapak.
"Pakde!" jawab Reyna sambil memeluk bapak ketika sudah sampai di hadapan bapak.
"Kamu tenang saja! ada pakde dan budeh yang ada di sisimu." ujar bapak.
"Iya pakde terimakasih." jawab Reyna.
"Ya sudah ayo kita sarapan! nanti makanannya keburu benar-benar dingin." ajak ibu.
Mereka pun menyantap sarapan mereka bersama-sama.
****
Di suatu tempat, lebih tepatnya di lapak pusat yang Deni kelola.
"Husein tolong ambilkan laporan keuangan dari semua lapak untuk bulan ini" perintah Daniel kepada Husein kepercayaan Daniel.
"Baik mas." jawab Husein.
Husein pun memberikan catatan keuangan selama satu bulan ini kepada Deni.
"Alhamdulillah ada kemajuan dari bulan lalu, terimakasih karena selalu membantu saya." ujar Deni.
"Sama-sama mas, saya yang harusnya berterima kasih karena mas sudah mempercayai saya untuk mengelola keuangan, padahal saya bukan lulusan sarjana." jawab Husein.
"Yang aku butuhkan bukan lulusan sarjana Sein, tapi yang aku butuhkan adalah orang yang jujur dan berkemampuan dan itu ada pada dirimu! semoga ke depannya kamu bisa menjaga kepercayaan saya ya." ujar Deni.
"Ya sudah kamu kembali lagi saja bekerja! nanti aku ada urusan lagi sore ini, aku percayakan semua lapak kepadamu ya Husein!" ujar Deni lagi.
"Baik mas." jawab Husein.
****
Di rumah Lestari.
"Ibu ayah ko gak ada di sini?" tanya Lisa setelah dari beberapa jam yang lalu dia bingung ayahnya belum keliatan juga.
"Oh itu, begini sayang! ayah kan lagi cari uang buat Lisa jadi mulai hari ini ayah gak tidur di sini, tapi kalau Lisa mau maen sama ayah bisa telpon ayah langsung! nanti ayah akan datang ke sini." jawab Lestari.
"Ko ayah gak tidur di sini lagi sih bu?" tanya Lisa lagi.
"Hem.... karena....." ujar Lestari terhenti karena ada yang mengucapkan salam dari luar.
"Assalamualaikum." suara seseorang dari luar.
"waalaikumsalam, sebentar ya sayang kamu jagain adik dulu! ibu mau buka pintu dulu ya." perintah Lestari sambil tersenyum, dia bersyukur kepada tamu yang datang karena bisa lepas dari pertanyaan anaknya.
__ADS_1
"Baik ibu " jawab Lisa tersenyum
Setelah memastikan kedua anaknya aman, Lestari pun berjalan ke arah pintu untuk membukakan siapakah gerangan yang bertamu.
"Lho Bu Aminah!" ujar Lestari setelah membuka pintu.
"Mari masuk bu." ujarnya lagi.
"Oh iya mbak Lestari, hayu buk." ucap bu Aminah kepada seorang paruh.
Setelah mereka masuk, Lestari pun menyuruh mereka untuk duduk di sofa.
"Mohon maaf ya mbak Lestari pagi-pagi sudah ganggu." ujar bu Aminah.
"Iya bu tidak apa-apa." jawab Lestari.
"Begini bu, kemaren kan mbak Lestari menanyakan seseorang untuk membantu pekerjaan rumah karena ingin ada yang membantu maka Lestari! nah ini kebetulan saya punya sodara yang bisa membantu mbak Lestari, dan ini mbak Rasmi ini memang sedang membutuhkan pekerjaan untuk membantu suaminya mencari rezeki." ujar bu Aminah.
"Wah Alhamdulillah cepat sekali dapetnya! kalau begitu mulai besok sudah boleh kerja ya Bu Rasmi karena hari ini sudah selesai pekerjaannya, salam kenal dari saya ya bu Rasmi." jawab Lestari.
"Alhamdulillah." ujar bu Aminah juga Bu Rasmi bersamaan.
"Terimakasih mbak Lestari." ujar bu Rasmi.
"Sama-sama bu." jawab Lestari.
"Kalau begitu kita pamit dulu ya mbak Lestari! sekali lagi saya ucapkan terimakasih." ujar bu Aminah.
"Sama-sama bu." jawab Lestari.
Mereka pun lantas bangkit dan bersalaman kepada Lestari.
Setelah melihat bu Aminah juga Bu Rasmi sudah tidak terlihat, Lestari pun kembali ke dalam menghampiri kedua anaknya.
"Lisa kita ke rumah nenek yu!" ujar Lestari pada Lisa
"Hayu bu, asyik ketemu kakek." jawab Lisa dengan riang karena akan bertemu dengan kakeknya.
Karena memang mereka semua sudah mandi, jaid Lestari hanya menyiapkan susu Ridwan saja yang akan dia bawa ke rumah orangtuanya, dia ingin memberitahukan orangtuanya bahwa kini dia akan memperkerjakan seseorang di rumah untuk bantu-bantu.
Setelah siap semua, Lestari pun akan membawa mobil saja untuk ke rumah ibunya karena Lestari memang sudah mahir mengemudi mobil biar Ridwan yang tertidur dia tidurkan di jok di bantu pengaman khusus bayi yang sudah dia beli.
Mobil pun keluar dari pekarangan rumah Lestari, sepanjang perjalanan Lisa begitu riang berceloteh tanya ini itu! untung saja Lisa lupa dengan pertanyaan seputar ayahnya, karena kalau sampai Lisa bertanya seputar ayahnya lagi, Lestari bingung harus menjawab apa.
☘️ Segini dulu ya up nya, mohon maaf gak tentu up jam berapanya.☘️
Semoga kalian suka ya, dukung author dengan like, coment dan votenya! kalau bisa kasih hadiah juga ya! 😁
__ADS_1
Oh iya jangan lupa mampir di cerita author juga ya dengan judul " Pergi Karena Cinta" sama-sama masih up.
Terimakasih 🤗🤗😊