This Wound

This Wound
Episode 39


__ADS_3

Masih flashback belasan tahun lalu.


"Jawab Melani!" ujar Rudi dengan nada tinggi.


"Maafkan aku mas!" jawab Melani sambil menangis dan berlutut.


"Aku tidak butuh permintaan maaf, aku butuh penjelasan Melani!" ujar Rudi.


Namun Melani belum mau membuka suara, dia hanya bisa menangis! dia juga merutuki dirinya sendiri karena sudah ceroboh membuang kertas itu asal, kenapa tidak dia bakar saja laporan itu dari dulu hingga tak meninggalkan jejak, kalau sudah begini dia tidak tau harus bagaimana dan yang pasti semua rahasianya akan terbongkar.


"Melani tolong katakan yang sebenarnya pada kami! jika laporan ini benar kenapa kamu merahasiakan semua ini pada kami? lalu dengan Reyna!" tanya Agus tertahan karena tidak kuasa untuk melanjutkan pertanyaan ini karena takut hati Rudi semakit sakit.


"Maaf mas... maafkan aku! laporan itu memang benar adanya! kalau aku jujur dengan isinya mas aku takut kamu tidak akan terima jadi aku mencoba untuk menyembunyikan semua ini." jawab Melani masih sambil menangis.


"Kalau laporan itu benar lalu Reyna! siapa ayah kandung Reyna Melani? Dan itu berarti kamu....kamu.... sudah selingkuh dariku Melani!" ujar Rudi sambil menendang kursi dengan kuat dan mengacak rambutnya frustasi.


Ya kertas itu berisi laporan hasil tes kesuburan Rudi yang pernah Rudi lakukan dan di situ tertulis bahwa Rudi mandul dan tidak akan mempunyai anak.


"Sabar Rudi!" ujar Agus mencoba untuk menghibur adiknya.


"Aku harus bagaimana mas, ternyata aku telah di khianati! bahkan putri yang sangat aku sayangi dan aku cintai bukan darah dagingmu mas! sekarang aku harus bagaimana mas?" tanya Rudi sambil meneteskan air matanya karena merasa tidak terima dengan semua kenyataan ini.


"Reyna tetap anakmu Rudi walau dia bukan darah dagingmu! dia tidak berdosa Rudi, tetaplah menyayanginya seperti sebelum kau tau semua ini!" jawab Agus.


"Aku tidak tau aku bisa atau gak mas!" ujarnya.


Rudi pun melirik ke arah Melani dan menghampirinya, Agus pun mengikutinya karena takut sang adik akan kelepasan.


"Sekarang katakan padaku Melani! siapa ayah kandung Reyna?" tanya Rudi dengan tegas.


"Maaf mas...maaf..." jawabnya tanpa menjawab siapa ayah kandung Reyna.


"Kau tidak butuh kata itu Melani! aku butuh jawabanmu." ujar Rudi kembali meninggikan suaranya.


"Maaf....Maaf....." hanya itu yang keluar dari mulut Melani hingga Rudi kehabisan kesabarannya.

__ADS_1


"Jika kau tidak mau mengatakan siapa ayah kandung dari Reyna makan kau harus terima jika mulai dari sekarang aku akan acuh terhadapmu, aku tak akan menceraikanmu namun aku juga tak akan setia denganmu, aku akan membalas perbuatanmu dengan cara menyiksa batinmu." ujar Rudi dan langsung pergi keluar entah kemana.


Agus mencoba memanggil dan mengejar Rudi namun Rudi tak menghiraukannya, dia pergi berlalu menggunakan mobilnya, Agus pun kembali masuk ke dalam rumah dan menghirup Melani yang saat ini tengah menangis.


"Mas harap kamu bisa jujur siapa ayah kandung Reyna? dan kalian bisa menerima lagi satu sama lain, sekarang mas bawa Reyna besama mas dulu! kamu tenangkan saja dirimu terlebih dahulu dan pikirkan apa yang akan kamu lakukan selanjutnya." ujar Agus lalu berlalu dari hadapan Melani menuju kamar Reyna.


Setelah sampai kamar Reyna, Agus pun mengajak Rina dan Lestari pulang! tak lupa Agus juga mengajak Reyna menginap, tentu saja Reyna dengan senang hati mengiyakan ajakan pakdenya.


Dari situlah sikap Rudi berubah, tak hanya kepada Melani dia juga berubah kepada Reyna juga! Reyna sempat bingung namun lama kelamaan dia bisa menerimanya juga, Sekarang Rudi lebih cepat marah jika dihadapan Melani, Rudi juga sekarang sudah tidak rajin mencari uang lagi bahkan usaha yang baru dia rintis kini menjadi bangkrut, kini kerjaannya hanya tidur, makan dan terkadang dia minum-minum.


Dari situ jugalah Reyna merasakan kesepian, dia selalu bertanya dalam hatinya kenapa ayahnya berubah? apa yang telah dia lakukan hingga ayahnya kini cuek dan dingin terhadapnya, terlebih lagi sebulan kemudian ibunya pun sikapnya ikutan berubah, menjadikan Reyna kecil begitu sedih dan tertekan karena hampir setiap hari juga Rudi dan Melani bertengkar hingga dia menjadi terbiasa. Agus pernah menasehati Rudi agar kembali ke jalan yang benar! karena apa yang Rudi lakukan sangat salah, namun namanya hati yang sedang di selimuti amarah Rudi tidak pernah mendengarkan Agus hingga Agus lelah sendiri.


Flashback of..


Agus pun menghela nafasnya ketika dia mengingat kejadian belasan tahun lalu.


"Apa kamu benar-benar berubah Rudi? entah kenapa mas meragukan semua itu, mas takut kamu melakukan sesuatu dengan amarah hingga penyesalan akan datang kepadamu." ujar Agus sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan lalu berjalan kembali ke arah rumahnya dan bergabung dengan Reyna, Rudi dan istrinya.


"Kamu sudah siap Reyna?" tanya Agus.


"Iya nak." ujar Agus sambil mengelus rambut Reyna.


"Ya sudah mas, kami pamit dulu ya!" ujar Rudi karena kalau lama takut Reyna berubah pikiran.


"Iya." jawab Agus.


Rudi dan Reyna pun bangkit dari duduknya di ikuti oleh Agus juga Rina.


"Budeh... doakan Reyna ya!" ujarnya menangis.


"Iya budeh selalu mendoakanmu!" jawab Rina sambil memeluk keponakannya ini.


"Iya Rey." ujar Rina.


Reyna dan Rudi pun kini telah pergi untuk ke rumah keluarganya.

__ADS_1


Setelah mereka berdua tidak terlihat lagi, Lestari bertanya kepada Agus karena wajahnya begitu banyak sekali pikiran.


"Kamu kenapa mas? kenapa wajah kamu kusut seperti ini! apa ada masalah mas?" tanya Rina kepada Agus.


"Mas kepikiran dengan Reyna! mas takut terjadi sesuatu dengan Reyna, karena prasangka mas tidak benar dengan semau ini." jawab Agus.


"Ya kita mau gimana lagi pak, orang kita di sini cuma budehnya! kita juga tidak bisa melakukan apa-apa!" ujar Rina.


"Kita berdoa saja semoga semuanya baik-baik saja ya mas." lanjutnya lagi.


"Iya ibu benar." ujar Agus.


Mereka berdua pun masuk kamar karena Reyna sudah tidak ada, dan ibu berniat untuk mengabari Lestar.


****


Di rumah Lestari, saat ini Lestari sedang makan bersama dengan suami dan anak-anaknya! dia begitu bahagia kini keluarga kecilnya telah kembali, tidak ada lagi yang minta merengek agar menelpon ayahnya lagi karena sekarang Deni sudah tinggal kembali dengan dirinya.


Setelah selesai makan, Lestari pun meminta Deni untuk membantunya memandikan kedua anaknya, agar dia bisa merapihkan dan mencuci kembali piring yang ada di meja makan mereka sambil mengintip apa yang akan Deni lakukan.


Setelah selesai Lestari pun masuk kamar untuk mengecek apakah anak-anaknya sudah mandi atau belum? dan ternyata benar Deni telah memandikan mereka. Lestari tersenyum kepada Daniel.


"Terimakasih sudah mau bantu." ujar Lestari.


"Sama-sama sayang." jawab Rudi.


Saat sedang asyik bermain dengan anak-anaknya, ponsel Lestari pun berdering menandakan ada panggilan masuk.


Lestari pun mencoba untuk mengambil ponselnya namun terkejut siapa yang akan menelponnya.


☘️Sekian dulu.☘️


Maaf jika ceritanya kurang menarik, mohon di maklumi ya! saya juga tahap belajar menulis.


Jangan lupa ya dukung author terus. Terimakasih.😁😁

__ADS_1


__ADS_2