This Wound

This Wound
Episode 29


__ADS_3

Setelah menelpon dengan ayahnya Lisa begitu ceria, Lisa pun memberikan ponselnya kepada Lestari yang kini sedang duduk di halaman belakang bersama Lisa dan Ridwan.


"Ini ibu, ayah mau bicara sama ibu." ujar Lisa sambil menyodorkan ponselnya.


Lestari pun mengambil ponselnya.


"Iya mas." jawab Lestari ketika kini dia melihat layar ponselnya ada wajah Deni yang terlihat.


"Kamu nanti sore ada di rumah kan?" tanya Deni.


"Iya mas insyaallah ada." jawab Lestari.


"Mas mau berkunjung boleh?" ujar Deni.


Lestari pun tersenyum.


"Boleh mas! kapan pun mas berkunjung untuk menemui anak-anak aku gak bakal ngelarang mas." jawab Lestari.


"Baiklah terimakasih, selain ingin bertemu anak-anak juga mas ingin membicarakan sesuatu denganmu." ujar Deni lagi.


"Emang mau bicara apa mas." tanya Lestari.


"Nanti saja di rumah." jawab Deni.


"Ya sudah." ujar Lestari.


"Mas tutup ya telponnya, assalamualaikum." ujar Deni.


"Iya mas, waalaikumsalam." jawab Lestari.


"Mas Deni mau bicara apa ya?" ujar Lestari dalam hati karena sangat penasaran.


"Ibu sudah bicara sama ayahnya." tanya Lisa menyadarkan Lestari dari lamunannya.


"Eh.... iya sayang sudah, ayo kita makan siang! pasti nenek sama kakek menunggu kita." jawab Lestari bangkit dari duduknya sambil menggendong Ridwan dan menuntun Lisa.


"Ayo ibu." ujar Lisa.


Mereka pun masuk ke dalam rumah beriringan dan berjalan ke arah ruang makan.


"Sudah telponan sama Deninya? tanya ibu.


"Sudah ibu, maaf ya kalian jadi menunggu lama." jawab Lestari.


"Tidak apa-apa, ayo kita makan sekarang pasti cucu kakek yang cantik ini sudah lapar." ujar bapak.


"Iya kakek aku sudah lapar." ujar Lisa membuat yang ada di sana tersenyum.

__ADS_1


Mereka pun makan siang yang terlewat sedikit bersama-sama dengan ramai karena Lisa yang berceloteh tanya ini itu kepada kakek dan neneknya.


Setelah selesai makan mereka pun melaksanakan solat Dzuhur terlebih dahulu lalu setelah selesai mereka pun berkumpul kembali di ruang keluarga, Ridwan sendiri kini sedang tertidur dan Lisa sedang bermain dengan mainannya yang berada di rumah orangtua Lestari.


"Jadi sekarang kedepannya kamu gimana Rey? apa mau kerja lagi sama mbak." tanya Lestari pada Reyna.


"Entahlah mbak untuk saat ini Reyna akan tinggal dulu sama budeh, pakde dan pastinya menumpang dahulu, aku masih takut untuk bertemu ayah." jawabnya.


"Ya sudah tidak apa-apa, yang penting kamu jaga kesehatan kamu dan bayi kamu juga! kalau butuh apa-apa bilang sama mbak ya!." ujar Lestari.


"Baik mbak, Terimakasih." jawab Reyna sambil tersenyum.


"Kamu tadi bicara sama Deni?" kini ibu yang bertanya pada Lestari.


"Iya ibu, nanti sore Deni mau berkunjung ke rumah untuk menemui anak-anak juga ingin bicara sama Lestari." jawab Lestari.


"Mau bicara apa dia nak?" tanya ibu kawatir.


"Tidak tau bu, ibu jangan kawatir mas Deni gak mungkin ngelakuin apa-apa sama Lestari karena Lestari tau mas Deni orangnya baik." jawab Lestari.


"Ya sudah, kalau ada apa-apa beritahu ibu!" ujar ibu.


"Iya ibu." ujar Nayla..


Ibu pun menghela nafasnya.


"Kamu pulang jam berapa? biar ibu siapkan makanan untukmu makan di rumah! pasti kamu gak bakal sempat memasak." tanya ibu.


"Ya sudah, pokoknya kamu jangan sampai telat makan ya!" ujar ibu.


"Iya ibuku sayang." jawab Lestari sambil tersenyum.


Lalu mereka pun mengobrol bersama di ruang keluarga hingga tak terasa adzan ashar berkumandang, mereka pun membubarkan diri untuk melaksanakan kewajiban mereka.


Setelah selesai solat ashar, Lestari pun merapihkan bawaannya karena harus segera pulang.


"Ibu, bapak, Reyna aku pamit dulu ya! nanti kalian maen ke rumah ya!" ujar Lestari ketika dia sudah selesai merapihkan bawaannya di ruang keluarga.


"Iya nak, hati-hati di jalan!" jawab ibu.


"Iya mbak, hati-hati di jalan!" ujar Reyna juga.


"Iya ibu dan Reyna, terimakasih." ujar Lestari sambil tersenyum.


"Ayo Lisa salim dulu sama kakek, nenek, dan tante!" perintah Lestari kepada putri cantiknya.


"Baik ibu." jawab Lisa sambil menghampiri kakek neneknya dan tantenya juga.

__ADS_1


Lalu Lestari yang menggendong Ridwan dan Lisa berjalan ke arah luar rumah yang di antar oleh ibu dan Reyna.


Setelah merasa aman dengan posisi Ridwan dan Lisa, Lestari pun melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah orangtuanya.


****


Di suatu tempat.


"Alhamdulillah kerjaannya selesai, sekarang sudah ashar aku harus melaksanakan solat dulu baru setelah itu ketemu anak-anak." ujar Deni dengan semangat lalu bangkit dari duduknya.


Deni pun keluar dari lapaknya, lapaknya ini tak seperti lapak biasa! lapaknya ini persis seperti cafe karena Daniel menambahkan menu lain selain takoyaki yaitu minuman segar dan makanan lainnya yang bisa menjadi tempat tongkrongan anak muda.


Deni pun mengendarai motor butut peninggalan orangtuanya melaju menuju sebuah masjid terlebih dahulu.


Setelah selesai solat Deni pun langsung melaju menuju rumah Lestari karena sudah begitu rindu dengan anaknya, Deni juga sampai mengabaikan rasa laparnya.


Setelah sampai di depan rumah Lestari, Deni pun memarkirkan motornya di teras rumah Lestari, namun sayang dia harus kecewa ketika rumah Lestari dalam keadaan sepi! itu menandakan bahwa Lestari dan anak-anaknya belum pulang dari rumah orangtua Lestari.


"Ya sudah aku tunggu saja." ujarnya pada dirinya sendiri.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya Deni mendengar suara mobil ke arah rumah Lestari, setelah dilihat dan benar saja itu adalah mobilnya dengan Lestari.


Ketika mobil sampai pekarangan rumah Lestari, Deni pun menghampiri mobil dan langsung membuka pintu mobil sebelah kiri untuk menggendong Ridwan.


"Maaf mas, kamu jadi menunggu lama." ujar Lestari ketika sudah turun dari mobil.


"Tidak apa-apa." jawabnya sambil terus menciumi pipi Ridwan.


"Ayah aku juga mau di gendong." ujar Lisa dengan wajah cemberutnya membuat Deni gemas.


"Ya sudah sini kaka gendong sama ayah." ujar Deni sambil menyerahkan Ridwan kepada Lestari lalu menggendong Lisa dan menciumi wajah Lisa hingga Lisa tertawa geli.


Lalu mereka pun masuk ke dalam rumah bersamaan seperti keluarga harmonis saja.


"Oh iya mas, makan dulu saja di sini! kebetulan tadi aku mampir membeli makanan." ujar Lestari.


"Apa tidak apa-apa?" jawab Deni.


"Tidak apa-apa mas, Lisa juga sudah rindu ingin makan bersama ayahnya." ujar Lestari sambil tersenyum.


"Terimakasih." ujar Deni dengan raut wajah bahagia.


Lestari hanya mengangguk saja lalu menyerahkan Ridwan kepada Deni setelah Lisa turun dari gendongan Deni lalu berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan makan bersama.


Setelah selesai Lestari pun memanggil Deni dan Lisa untuk makan.


"Ayo mas! sini baur Ridwan aku saj yang gendong." ujar Lestari sambil meraih Ridwan dari gendongan Deni.

__ADS_1


Deni mengangguk dan mengikuti Lestari menuju meja makan sambil menggandeng putri cantiknya.


Mereka pun mulai makan dengan keheningan karena sepertinya Lisa juga sudah lelah jadi tidak banyak bicara.


__ADS_2