This Wound

This Wound
Episode 44


__ADS_3

Di lain tempat.


Rudi dan temannya kini sedang menuju pusat kota J untuk membawa Reyna kepada bosnya yang bernama Mr.john, laki-laki yang berasal dari negara Jerman yang akan membeli Reyna.


Laki-laki itu tidak tua juga tidak muda, dia berusia 40 tahun seorang CEO perusahaan besar di negara Jerman. Sebenernya Rudi tidak berhutang kepada John tapi dia berhutang kepada bos di tempat dia berjudi, namun bosnya yang bernama Ferdy itu malah memberikan Reyna kepada Mr.john karena secara kebetulan Mr.john menginginkan seorang wanita, namun Ferdy tidak mengetahui bahwa wanitawww yang Rudi bawa ternyata sedang hamil bahkan sebentar lagi akan melahirkan.


"Apa kamu yakin Rudi? apa tidak ada rasa iba atau sedih sedikit saja kepada Reyna?" tanya teman Rudi yang bernama Yadi.


"Aku yakin!" jawab Rudi walau dalam hatinya masih ada sedikit rasa kasihan namun selalu dia tepis.


"Dia anakmu lho Rudi?" ujar Yadi memperingati Rudi.


"Dia bukan anakku! dia adalah anak istriku dan selingkuhannya." ujar Rudi sambil mengepalkan tangannya.


"Tapi Rud apa istrimu mengatakan siapa yang telah membuatnya hamil? dan siapa ayah biologisnya Reyna?" tanya Yudi.


Rudi menggelengkan kepalanya.


"Inilah yang membuat aku semakin marah! Melani tidak pernah mau membuka mulutnya tentang siapa ayah biologis Reyna." jawab Rudi dengan raut wajah yang merah.


"Tapi Rud, selagi aku peringatkan kamu, di sih Reyna tidak tau apa-apa! apa kamu benar-benar yakin akan melakukan ini semua? sebelum kau terlambat menyesalinya Rud, walau bagaimana pun kamu pernah sangat menyayanginya sebelum kamu mengetahui bahwa dia bukan anakmu! apa tidak ada dikit kasih sayang yang tersisa untuk Reyna?" ujar Yudi memperingati Rudi, karena walau bagaimana pun dia masih seorang manusia walau dirinya begitu banyak dosa karena sering berjudi juga mabuk-mabukkan.


Rudi terdiam, dia pun memikirkan perkataan Yudi! memang benar apa yang di katakan Yudi bahwa masih ada sedikit kasih sayang yang tersisa di hatinya tapi ini semua sudah terlanjur, dia tidak bisa mundur saat ini, dan mungkin setelah ini dia akan di hajar habis-habisan oleh kakanya Agus juga istrinya Melani.


"Kau memang benar, tapi ini semua sudah terlanjur! aku tidak bisa mundur lagi Yud." jawab Rudi.


"Ini belum terlambat Rud!" ujar Yudi.


"Lalu aku harus membatalkan semua ini dan nanti langsung di hajar oleh si Ferdi yang kejam itu! bahkan kau pun akan terbawa-bawa, apa kau mau?" tanya Rudi.


Yudi pun terdiam, benar apa yang di katakan Rudi bahwa bosnya Ferdi memang sangat di kenal kejamnya seperti apa jika ada orang yang mencoba mempermainkannya.


Yudi pun menghela nafasnya.


"Bahkan aku gak tau harus berkata apa?" ujarnya.


"Iya dan aku pun dengan terpaksa mengorbankan Reyna! semoga saja nanti Mr.john akan memperlakukannya dengan baik." ujar Rudi.


Yudi pun hanya diam sambil terus melajukan mobilnya ke alamat yang di berikan Ferdi.


Setelah beberapa jam akhirnya mereka pun sampai di tempat yang mereka tuju di jam yang cukup malam.


"Apa benar ini rumahnya?" tanya Yudi melihat bangunan yang megah dan besar.

__ADS_1


"Mungkin saja! karena ini alamat yang tertera di dalam pesan yang di kirim oleh Ferdi." jawab Rudi.


"Baiklah." ujar Yudi sambil melajukan mobilnya menuju pintu gerbang rumah itu.


Setelah itu Yudi membunyikan klaksonnya dan datanglah seorang pria yang bertubuh besar juga berwajah sangar.


"Kalian siapa? dan mau bertemu siapa?" tanyanya.


"Kami suruhan dari Ferdi ingin bertemu dengan Mr.John." jawab Yudi.


Karena memang mereka sudah di tunggu tanpa basa-basi lagi orang itu pun mengizinkan mereka masuk dan membuka gerbang otomatis itu, lalu Yudi pun melajukan mobilnya kembali masuk ke dalam halaman rumah yang besar yang biasa orang sebut mansion.


Setelah sampai di depan, mereka pun di sambut lagi oleh 2 orang pria yang sama-sama berbadan besar dan berwajah sangar karena memang kedatangan mereka telah di tunggu oleh Mr.john.


Rudi pun memberitahukan pria itu bahwa wanita yang dia bawa sedang dalam pengaruh obat bius dan akan dia bopong bersama Yudi kemudian pria yang Rudi kira sebagai bodyguard itu pun menganggukkan kepalanya.


Namun saat Rudi dan Yudi membopong tubuh Reyna bodyguard itu pun membulatkan matanya melihat wanita yang Rudi bawa sedang dalam keadaan hamil besar, dan pastilah Mr.john akan murka jika mengetahuinya! tapi dia pun tidak bisa menentukan apa-apa sekarang, biarkan bosnya itu yang melihatnya sendiri dan menghukum secara langsung orang yang telah mempermainkannya.


"Ayo ikut kami! kalian sudah di tunggu bos." ujar bodyguard itu dengan raut wajah yang datar.


"Baik." jawab Rudi dan Yudi bersamaan, lalu mereka pun mengikuti langkah para bodyguard yang ada di depan mereka.


Tak lama mereka pun sampai di ruangan yang menurut mereka adalah ruangan tempat seseorang yang akan di interogasi secara tertutup dan di sana lebih banyak lagi bodyguard yang tak kalah besar juga badannya membuat Yudi dan Rudi bercucuran air keringat.


"Bagus, aku akan segera turun." jawab seseorang di sebrang telpon itu.


"Tapi bos!" ujar bodyguardnya tertahan.


"Tapi kenapa?" tanyanya.


"Wanita yang mereka bawa dalam keadaan hamil!" jawab bodyguardnya itu.


"Kurang ajar! berani sekali mereka mempermainkan aku, akan aku beri pelajaran mereka." ujarnya.


"Apa perlu kita hubungi Ferdi?" tanya bodyguard itu membuat Rudi maupun Yudi begitu ketakutan.


"Jangan dulu, aku ingin bermain-main dengan mereka terlebih dahulu!" jawabnya.


"Baik bos." ujar bodyguard itu lalu sambungan telpon pun terputus.


"Pegang badan mereka sampai bos datang, jangan sampai mereka melarikan diri." ujar bodyguard itu.


"Baik." jawab bodyguard yang lain bersamaan.

__ADS_1


"Tolong ampuni kami! kami terpaksa membawa wanita hamil ini!" ujar Rudi memohon kepada para bodyguard itu.


Namun semua bodyguard itu tidak memperdulikannya.


"Tunggu keputusan bos kami, kalau kau di bebaskan maka kami akan membebaskan kalian, tapi jika bisa menyuruh kami melakukan sesuatu kepada kalian, maka kami pun akan menurutinya." jawab salah satu bodyguard itu yang tadi menghubungi mr.john.


Tak lama suara sepatu seseorang terdengar mendekat dari arah lantai atas, itu tandanya Mr.john telah datang dan bisa Rudi dan Yudi liat seseorang pria yang berparas rupawan dengan wajah blasteran Jerman yang tinggi dan gagah menuruni satu persatu anak tangga dengan raut wajahnya yang datar.


"Jadi kalian yang berani mempermainkanku?" tanya mr.john.


"Ampuni kami tuan." ujar Rudi yang saat ini di paksa membungkuk oleh bodyguard yang memegang tubuhnya.


"Berani sekali kalian, apa Ferdi mengetahui ini semua?" tanya Mr.john.


"Tidak tuan." jawab Rudi.


"Lalu kenapa kalian berani sekali." tanya Mr.john meninggikan suaranya.


"Habisi mereka!" perintahnya kepada semua bodyguardnya.


Lalu para bodyguard pun menghajar Rudi dan Yudi dengan bertubi-tubi hingga membuat Yudi juga Rudi menjerit meminta ampun, lalu Mr.john pun melihat wajah Reyna yang tertutup rambut.


Ketika Mr.john melihat wajah Reyna betapa terkejutnya Mr.john karena Reyna begitu mirip dengan seseorang yang selama ini dia cari.


Deg...deg...deg...


"Apa itu dia?" tanyanya dalam hati sambil mematung beberapa saat, dia pun menoleh ke arah para bodyguardnya yang sedang menghajar Rudi dan Yudi lalu memerintahkan mereka untuk menghentikan mereka.


Para bodyguard pun bingung, tak biasanya bosnya itu menghentikan hukuman kepada seseorang yang telah mempermainkannya walau mereka sudah berteriak minta ampun.


Kini wajah Rudi dan Yudi pun telah babak belur sana sini, bahkan bisa di lihat dengan badan mereka yang tak kalah kacaunya.


"Bebaskan mereka! dan beri mereka uang karena aku menerima wanita ini." perintah Mr.John yang di angguki para bodyguard walau mereka sendiri masih merasa heran.


☘️Sekian dulu ya.☘️


Maaf jarang update karena keterbatasan waktu juga ya, dan author lagi fokusin di novel author yang berjudul "Pergi karena cinta" walau sama-sama jarang update 😁😁


Jangan lupa ya dukung terus author dengan like, komen, vote dan poin koinnya untuk author.


Jangan lupa juga klik favorit agar tau kelanjutan kisah Lestari juga Reyna nantinya.


Terimakasih.🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2