
"Begini mas tadi sekitar jam 3 siang aku bertemu dengan teman judi mas Rudi! terus dia bertanya apakah jadi membawa anaknya ke kota S? aku bingung mas dengan pertanyaannya karena mas Rudi sudah 2 hari tidak pulang! lalu aku pun bertanya kepadanya." jawab Melani.
"Lalu apa jawaban teman Rudi itu." tanya Agus.
Melani pun menceritakan semua yang di katakan teman Rudi, tentang Rudi yang terlilit hutang yang tidak sedikit dan rencana Rudi yang akan menjual Reyna kepada orang yang memberikan Rudi pinjaman.
"Aku pikir, Reyna di sini akan aman karena ada kamu mas! karena aku terlalu malu untuk menelpon mas dan mbak, jadi aku menelpon Lestari terlebih dahulu, namun semua terlambat karena aku pun menelpon Lestari terlambat juga." jawab Melani.
"Sekarang aku tidak tau harus bagaimana mas, mbak? aku tau aku bukan ibu yang baik untuk Reyna tapi aku juga tidak ingin terjadi apa-apa kepada Reyna!" lanjutnya.
"Inilah yang jadi pertanyaanku selama ini Melani! kenapa kau begitu tega terhadap anakmu? padahal Reyna adalah darah dagingmu meski bukan darah daging Rudi! tapi seakan kamu menyalahkan semua yang kamu lakukan kepada Reyna! kalau sifat Rudi terhadap Reyna aku masih bisa memakluminya, tapi sikapmu terhadap Reyna itu sungguh tidak bisa aku maklumi!" tanya Agus karena penasaran dengan jawaban Melani.
Lestari dan Deni yang mendengar perkataan Agus pun terkejut dan Lestari menutup mulutnya, sedangkan Deni mengelus kepala Ridwan karena saat ini sedang tertidur begitupun dengan Lisa yang berbantal pahanya.
"Maaf mas, aku telah lalai sebagai ibu! sebenernya aku pun terpaksa melakukannya mas, hingga aku pun menjadi terbiasa tapi walau begitu aku tetap menyayanginya mas! aku gak mau sesuatu terhadapnya." jawab Melani.
"Apa dengan maksud terpaksa? apa kamu di paksa seseorang." tanya Agus lagi.
"Iya mas, aku di paksa bersikap seperti oleh mas Rudi karena aku tidak mau mengatakan siapa ayah dari Reyna! kalau aku tidak melakukannya maka dia akan melakukannya dengan yang lebih kejam! dia ingin membalaskan dendam ya terhadapku melalui Reyna, tapi dia tidak ingin terlihat jahat di hadapan kalian juga Reyna, maka dari itulah aku melakukan semuanya untuk menghindari mas Rudi melakukan sesuatu yang kejam terhadap Reyna! namun sikapku malah menjadikan ku terbiasa karena mas Rudi yang semakin hari semakin berubah, memang ada rasa sedikit menyalahkan Reyna tapi walau begitu sungguh aku menyayangi Reyna." jawabnya.
"Baiklah, aku pun sama sebenernya ingin mengetahui siapa ayah kandung Reyna? tapi sekarang yang lebih penting adalah bagaimana cara menyelamatkan Reyna? sebelum semuanya terlambat." ujar Agus.
"Sekarang yang pertama adalah kita harus tau kemana Rudi membawa Reyna?" lanjutnya.
"Oh iya mas aku tadi sempat minta nomor telpon temannya mas Rudi, katanya siapa tau nanti dia bisa membantu." ujar Melani.
"Nanti aku chat dia untuk menanyakan alamat Rudi di kota S!" lanjutnya.
"Baik coba kamu panggil dia! kita harus segera ke sana sekarang juga jika sudah mendapatkan alamatnya." perintah Agus.
"Baik mas." jawab Melani dan langsung mengirimi pesan kepada teman Rudi untuk meminta alamat Rudi yang ada di kota S.
Namun begitu lama Melani menunggu tidak kunjung mendapat balasan, akhirnya Melani pun menghubunginya dan panggilan pun di angkat. Langsung saja Melani tanpa banyak basa-basi dia menanyakan alamat Rudi di kota S, sang teman pun langsung mengiyakan dan mengirimkan shareloknya.
Setelah mendapatkan alamatnya, Agus pun memerintahkan Deni untuk mengantarnya dan Melani ke alamat tersebut sekarang juga, lalu meminta Lestari juga Rina untuk menunggu di rumah saja karena kasihan terhadap Ridwan yang masih kecil.
"Kalian di rumah saja ya Bu dan Lestari juga cucu-cucu bapak, bapak akan selalu menghubungi kalian untuk memberi kabar." pinta bapak.
__ADS_1
"Bapak izin ajak suamimu untuk mengantar bapak dan tantemu ya!" izinnya kepada Lestari.
"Iya ayah, hati-hati di jalan semoga semuanya belum terlambat." jawab Lestari.
Agus pun langsung izin dulu ke kamar untuk mengambil sesuatu.
"Mas pergi dulu ya sayang! doakan semoga semuanya lancar." pamit Deni kepada Lestari.
"Iya mas hati-hati di jalan, kalau ada apa-apa kabari aku ya!" jawab Lestari.
Deni pun mengangguk lalu memeluk Lestari dan mencium keningnya.
Setelah Agus keluar, Melani Agus, juga Deni pun langsung berangkat menuju kota tujuan yang di kirimkan teman Rudi kepada Melani.
"Semoga semuanya lancar ya Bu! dan tidak terjadi sesuatu terhadap Reyna." ujar Lestari ketika melihat mobil suaminya sudah melaju jauh.
"Iya nak amin, ibu sedih begitu banyak cobaan yang terjadi terhadap Reyna!" jawab Rina.
"Iya bu aku pun sama!" ujar Lestari.
"Oh iya bu, aku mau tanya tadi bapak bilang Reyna bukan anak kandung om Rudi! maksudnya apa ya Bu?" tanyanya.
"Mungkin saat itu kau masih kecil juga hingga tak mengerti apa yang terjadi di sekitarmu." ujar ibu.
"Aya Alloh bu! lalu siapa ayah dari Reyna bu?" tanya Lestari.
"Bahkan sampai sekarang tidak ada yang tau nak, hanya Melani lah yang tau tapi tidak mau membuka mulutnya." jawab ibu.
"Ya Alloh sungguh berat cobaan Reyna! semoga kelak dia bisa menerima semuanya." doa Lestari.
"Amin ya Alloh." jawab Rina sang ibu.
****
Sedangkan tempat yang berbeda, kini Reyna tengah berpikir juga takut, kamana ayahnya akan membawanya pergi? karena ini bukan arah menuju rumah orangtuanya.
"Hem.... ayah maaf aku mau tanya, kita mau kemana ya? ko bukan arah pulang ke rumah." tanya Lusi.
__ADS_1
"Iya sayang maaf ayah lupa bilang, sekarang kita akan langsung ke kota S! ibumu sudah menunggu di sana karena kita akan memulai semuanya dari awal tanpa ada yang kenal terhadap kita" jawab Rudi agar Reyna tidak curiga terhadapnya.
"Oh gitu ya yah, ya sudah tidak apa-apa yang penting aku bisa kumpul bareng bersama ayah juga mamah!" ujar Reyna.
"Iya Rey sayang." jawab Rudi.
karena perjalanan sudah lama, Reyna pun merasakan tenggorokannya begitu kering! dia pun memberanikan diri untuk meminta izin ayahnya untuk membeli air minum di mini market.
"Ayah bolehkah kita berhenti dulu di depan minimarket depan? aku haus yah!" tanya Reyna dengan hati-hati.
"Kamu haus? kenapa tidak bilang sama ayah dari tadi? ini ayah ada stok air minum mineral." jawab Rudi.
"Benarkah ayah? boleh aku minta?" tanyanya lagi.
"Tentu saja nak, nih!" jawab Rudi sambil memberikan sebotol minuman kepada Reyna.
Rudi pun menyeringai karena berhasil memberikan minuman itu kepada Lestari dan tanpa Lestari sadari bahwa minuman itu telah ayahnya campuri dengan obat tidur.
Tak lama dari situ.
"Hoamm..... ayah apa perjalannya masih lama?" tanyanya karena sudah mengantuk efek dari obat tidur yang Deni campurkan di minuman Reyna tadi.
"Masih jauh nak! apa kamu mengantuk?" tanya Rudi pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Iya yah, aku mengantuk sekali rasanya." jawab Reyna.
"Ya sudah kamu tidur saja! kalau sudah nanti ayah bangunkan." perintah Rudi.
"Baik ayah." jawab Reyna lalu memejamkan matanya.
Tanpa Reyna sadari bahwa saat ini dirinya dalam bahaya, karena Rudi justru merencanakan kejahatan terhadap reyna!
☘️ Sekian dulu ya.☘️
Apa yang akan terjadi terhadap Reyna nanti? yang penasaran sama ceritanya tetap ikuti kisah Lestari dan Deni ini ya.
Dan jangan lupa dukungan untuk authornya dengan memberikan like, comen, dan votenya dan tidak lupa pula dengan poinnya dan semua gratis ya 😁😁🥰
__ADS_1
Terimakasih.