This Wound

This Wound
Episode 45


__ADS_3

Para bodyguard pun mematuhi perintah Mr.john, Rudi dan Yudi pun mereka bebaskan! namun sebelum itu Mr.john memerintahkan bodyguardnya agar mereka berdua di bawa dulu ke rumah sakit untuk diobati semua luka mereka dengan biaya Mr.john yang menanggung, membuat bodyguardnya itu kebingungan namun tetap melaksanakan perintah atasannya.


Mr.john pun menggendong Reyna menuju kamar pribadinya lalu merebahkan Reyna di atas tempat tidur, Mr.john pun menatap wajah Reyna dan mengusap wajah Reyna.


"Apa ini kamu?" tanyanya dalam hati.


"Kalau benar ini kamu yang selama ini aku cari, aku tidak akan pernah melepaskanmu!" lanjutnya.


Mr.john pun bangkit dan keluar dari kamarnya, lalu memerintahkan bodyguardnya untuk menjaga ketat kamar pribadinya.


"Kalian jagalah wanita yang ada di dalam! aku ada kerjaan dulu di ruang kerja." perintahnya pada para bodyguard itu.


"Baik Mr." jawab para bodyguard itu.


Lalu Mr.john pun berjalan kembali menuju ruang keluarga untuk menelpon seseorang.


Setelah sampai di ruang kerja, Mr.john pun mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang yang dari dulu selalu dia percaya.


"Tolong kamu selidiki wanita yang aku kirim fotonya! jangan sampai ada yang ketinggalan sedikit pun informasinya." perintah Daniel.


"Baik tuan." jawabnya.


"Hanya sampai besok sore!" ujar Mr.john tanpa menunggu jawaban dari seseorang yang dia telpon, Mr.john pun langsung mematikan sambungan telponnya.


"Bagaimana kehidupanmu selama ini? bagaimana bisa kamu hamil dan di jual oleh orang." tanyanya dalam hati.


"Lalu yang menjualmu itu siapa? bahkan aku lupa bertanya pada mereka!" lanjutnya.


Mr.john pun memejamkan matanya sambil menyenderkan badannya ke kursi lalu menutup matanya dengan kedua tangannya, biarlah malam ini dia akan tidur di sini terlebih dahulu.


****


Di rumah kediaman Lestari, Lestari sedikit lega setelah mendapatkan kabar dari suaminya namun sayang mereka belum tau keberadaan Reyna dimana? dan Deni pun tidak berani cerita kepada Lestari apa yang sebenarnya terjadi dengan Reyna yang hendak di jual oleh ayahnya. Lestari pun cuma bisa berdoa semoga semuanya baik-baik saja!


"Bagaimana? apa semua baik-baik saja?" tanya Rina sang ibu Lestari.

__ADS_1


"Kalau keadaan mas Deni, bapak sama tante Melani Alhamdulillah mereka baik-baik saja! tapi untuk Reyna mereka belum tau keberadaannya." jawab Lestari.


"Ya Alloh, semoga Reyna ada dalam lindunganmu!" doa ibu.


"Ibu pasti cape bu, ibu istirahat aja ya! nanti ibu drop bagaimana?" perintah Lestari.


"Iya sudah ibu istirahat duluan ya, kamu juga sama istirahat juga! kalau kamu sakit bagaimana dengan kedua anakmu?" ujar ibu sambil memerintahkan Lestari untuk istirahat.


"Iya ibu." jawab Lestari sambil tersenyum.


Lalu ibu pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat, setelah melihat ibunya pergi Lestari pun menghela nafasnya.


"Semoga Alloh selalu melindungimu Lestari." ujarnya.


Lalu Lestari pun merebahkan dirinya di samping Ridwan dan memeluknya, Lestari pun mencoba memejamkan matanya untuk tidur karena bagaimana pun juga dirinya butuh untuk istirahat, semoga saja besok keluarganya sudah menemukan Reyna.


****


Kembali di kota S.


Pagi telah menyapa, namun Rudi tidak juga kembali. Melani terus saja meneteskan air matanya! dia menyesal karena telah abay terhadap putri kandungnya sendiri, entah apa yang akan terjadi pada Reyna? Rudi begitu tega akan menjual Reyna kepada bosnya.


"Iya mas." jawabnya dengan lesu.


Tak lama Deni pun datang membawa beberapa bungkus nasi untuk mereka sarapan.


"Ayo Tante kita sarapan!" ajak Deni.


"Tante gak nafsu den!" jawabnya.


"Jangan begitu dong Tan, Tante harus banyak tenaga karena setelah ini kita akan mencari Reyna di setiap rumah sakit! kali saja apa yang di katakan ibu itu semalam benar." ujar Deni mencoba membujuk Tante Melani.


"Baiklah." jawab Melani karena apa yang Deni katakan itu benar, dia harus banyak tenaga karena setelah ini akan melanjutkan pencariannya.


Setelah mereka selesai makan, mereka pun langsung bergegas mencari lagi! di mulai dari rumah sakit terdekat, mereka mulai bertanya dari rumah sakit pertama hingga ke beberapa rumah sakit, namun sayang tidak ada pasien atas nama Reyna atau pun Rudi membuat semangat dalam diri Melani menjadi redup.

__ADS_1


Hari telah siang menjelang sore, namun keberadaan Reyna belum di temukan juga, pada akhirnya mereka pun kembali ke kontrakan yang di tinggali Rudi! Rudi pasti kembali ke sana, walau kemungkinan buruknya Reyna telah berhasil Rudi jual, namun mereka bisa bertanya terhadap Rudi kemana dia menjual Reyna? walau terlambat tapi mereka bisa melihat Reyna dan memikirkan cara untuk mengambil Reyna kembali dan Agus menunggu Rudi juga untuk memberikan pelajaran pada adiknya itu karena telah melakukan hal bejat dan hina itu.


Namun sayang sampai 2 hari berlalu, Rudi belum juga terlihat batang hidungnya! hingga membuat Agus memutuskan untuk kembali lagi ke kota mereka, Melani pun hanya bisa mengikuti kaka iparnya itu dan mereka pun kembali lagi pulang ke rumah Agus.


Setelah sampai di rumah, Rina dan Lestari menyambut mereka! Melani pun langsung menghambur memeluk Rina sebagai kekuatannya menghadapi cobaan ini.


Lestari yang melihat pun meneteskan air matanya melihat Tantenya saat ini begitu rapuh, dia berpikir bahwa Reyna belum di temukan juga hingga membuat Tante Melani begitu rapuh. Lalu mereka pun masuk dan duduk di ruang keluarga ketika mereka sampai di ruang keluarga untuk menceritakan apa yang terjadi pada Reyna saat ini, saat Agus menceritakan apa yang terjadi kemaren di kota S, Lestari dan Rina langsung menutup mulutnya dan menangis! Lestari tidak menyangka bahwa om Rudi akan setega itu.


"Lalu sekarang kita harus gimana?" tanya Lestari.


Deni pun langsung memeluknya.


"Kita berdoa saja semoga semuanya baik-baik saja!" jawab Deni.


Beruntung kedua anak mereka kini sedang tidur siang, jadi tidak melihat ibunya yang sedang menangis.


"Melani kamu yang sabar ya! di sini ada aku dan keluargaku yang selalu ada di sisimu, kamu tinggallah di sini sampai Rudi kembali!" ajak Rina.


"Iya mbak terimakasih, dan maaf!" jawab Melani.


"Kenapa kamu harus berterimakasih dan meminta maaf? kita ini keluarga jadi harus saling membantu." ujar Rina.


"Ya sudah kita semua makan siang dulu yuk! kebetulan Lestari tadi sudah memasak banyak." ajak Rina.


"Tapi mbak aku sedang tidak ingin makan." jawab Melani.


"Kamu harus makan agar kuat Melani, nanti kalau Rudi datang kamu bisa menghajarnya dengan sekuat tenagamu!" ujar Rina menyemangati Melani.


Melani pun diam dan berpikir, memang benar ketika suaminya datang yang pertama ingin dia lakukan adalah menghajarnya, lalu Melani pun mengangguk membuat Rina tersenyum.


Semua orang pun bangkit dan berjalan ke ruang makan yang tidak terlalu jauh dari ruang keluarga, walau semua orang yang ada di sana tidak memiliki selera untuk makan, tapi tetap memaksakan diri untuk untuk melahap makanan mereka.


☘️ Sekian dulu ya.☘️


Maaf up nya sedikit.

__ADS_1


Semoga kalian terus menyukai karya author.


Jangan lupa dukungannya ya, dengan like, komen, vote dan koin poinnya untuk author.


__ADS_2