
Flashback belasan tahun yang lalu.
Agus, Rina bersama anaknya Lestari sedang berkunjung ke rumah Rudi, kedua adik kaka ini begitu akur. Lestari juga langsung bermain bersama Reyna ketika mereka sampai di kediaman Rudi, hari ini rencananya mereka akan mengadakan rencana makan malam bersama dengan tema barbekyu di halaman belakang rumah Rudi sebagai syukuran kecil-kecilan atas keberhasilan Rudi sebagai pengusaha kecil-kecilan.
"Selamat ya atas keberhasilanmu! mas bangga sama kamu." ujar Agus pada Rudi.
"Iya mas terimakasih, ini juga berkat dukungan dan doa mas juga!" jawabnya.
"Oh iya, sayang apa semuanya sudah siap?" tanya Rudi pada Melani.
"Sudah mas! tinggal kita mulai bakar-bakarnya." jawab Melani.
"Baiklah, ayo mas kita mulai bakar-bakarnya! kalau di nanti-nanti takut keburu malam, kasian anak-anak." ajak Rudi karena memang Agus berkunjung ke rumah Rudi sengaja setelah solat magrib, biarlah solat isya mereka laksanakan di rumah Rudi.
"Baiklah." jawab Agus.
Mereka pun pergi ke belakang rumah Rudi dan mulai dengan acara makan-makan sambil bakarannya, Lestari dan Reyna begitu senang! mereka pun bercanda tawa begitu bahagia.
Setelah selesai dengan acara bakarannya, Rina membantu Melani membereskan dan merapihkan kekacauan yang ada di belakang rumah, setelah itu langsung ikut bergabung dengan para suami dan anak mereka.
"Mbak, ayo kita liat ikan! ayah punya kolam ikan kecil lho." ajak Reyna.
"Benarkah? ayo!" jawab Lestari.
Reyna pun meminta izin kepada ayahnya untuk melihat ikan di kolam ikan kecil yang ada di halaman rumah Rudi.
"Ayah aku sama mbak Lestari mau lihat ikan di kolam kita yang di depan, boleh?" izin Reyna pada Rudi.
"Boleh sayang nanti ayah menyusul." jawab Rudi sambil mengelus kepala Reyna sayang.
Reyna dan Lestari pun bersorak hore dan langsung keluar rumah.
"Makasih ya Rudi, Melani sudah mengajak mas dan keluarga mas makan-makan di rumahmu." ujar Agus.
"Sama-sama mas, kapan-kapan kita adakan lagi ya! doakan aku ya mas supaya lebih sukses lagi dari ini." jawab Rudi.
"Amin.... iya pasti mas doakan, oh iya mas dan mbak mu ikutan solat dulu ya sebelum pulang! agar nanti pas sampai rumah kami bisa langsung tidur." ujar Agus.
"Iya mas langsung saja ke musola di sana peralatan untuk mbak Rina sudah ada! oh iya Melani tolong ambilkan kain sarung punyaku dan kasih mas Agus ya! aku ke depan dulu jaga anak-anak." ujar Rudi sambil mengelus rambut Melani dengan sayang.
"Iya mas." jawab Melani sambil tersenyum
Agus yang melihat Rudi dan Melani saling mencintai dan menyayangi pun merasa bahagia.
__ADS_1
Agus, Rina dan Melani pun pergi ke arah dalam, dan Rudi pergi ke arah luar.
"Wah kalian asyik sekali lihat ikannya!" ujar Rudi ketika melihat Reyna dan Lestari tertawa gembira.
"Iya ayah kami senang, oh iya ayah bisakah ayah bikinkan kita perahu kertas?" tanya Reyna.
"Perahu kertas! untuk apa?" jawab Rudi.
"Ih ayah untuk aku dan Mbak tari di kolam lah, kan nanti ikannya tambah seru di atasnya ada perahu." ujar Reyna dengan pikiran polosnya.
"Oh gitu ya, boleh! tapi kertasnya tidak ada, gimana dong?" jawab Rudi
"Oh iya aku kemaren liat ibu mengeluarkan dua isinya kertas yang banyak, aku ambil dulu ya ayah." ujar Reyna.
"Iya sayang." jawab Rudi dan langsung saja Reyna pergi dari hadapan Rudi.
Rudi pun mengelus rambut Lestari.
"Apa mbak Lestari senang maen di sini." tanyanya.
"Senang om!" jawab Lestari.
Rudi pun tersenyum.
"Iya om." jawab Lestari.
Tak lama Reyna pun datang dan membawa kertas-kertas yang begitu banyak.
"ini ayah." ujarnya sambil memberikan kertasnya.
"Banyak sekali!" ujar Rudi.
"hehehe biar aku gak bulak balik ngambilnya ayah, ayah bikinkan kita yang banyak ya!" jawab Reyna.
"Siap princess ayah." ujar Rudi sambil mencium pipi Reyna berkali-kali.
Rudi pun membuat perahu kertas satu demi satu atas permintaan Reyna hingga di kertas terakhir Rudi sekilas membaca logo di atas kertas itu dan seperti mengenalnya, Rudi pun berhenti untuk membuat perahu kertas dan membaca isinya, dan alangkah terkejutnya apa yang telah dia baca di dalam kertas itu sebuah laporan yang membuatnya terkejut bukan main karen kini rahasianya yang selama ini dia gak tau terbongkar, karena saking kagetnya Rudi langsung bangkit dan berjalan mencari istrinya Melani, karena laporan ini ada di sini berarti Melani sudah tahu dengan isi laporan ini.
"MELANI...MELANI..." panggilnya dengan sangat kencang membuat Reyna dan Lestari lari menghampiri Rudi begitu juga Agus, Rina dan Melani.
"Ada apa Rud? kenapa kamu memanggil Melani sambil berteriak?" tanya Agus.
Melani pun menghampiri Rudi dan bertanya.
__ADS_1
"Ada apa mas?" tanyanya.
Rudi pun melemparkan kertas yang dia pegang ke arah wajah Melani.
"Kamu bisa jelaskan apa yang ada dalam tulisan itu." ujar Rudi dengan wajah merah padam.
Agus yang menyadari keadaan tidak akan baik menyuruh Rina mengajak anak-anak ke belakang rumah dulu agar tidak mendengar hal yang tidak di inginkan.
Melani pun mengambil kertas itu dan membacanya.
Deg..ketika Melani menyadari bahwa kertas itu adalah hal yang dia rahasiakan selama ini.
"Mas kamu dapatkan ini dari mana?" tanya Melani gugup.
"Tidak penting aku menjawab aku dapatkan itu dari mana! sekarang jawab aku apa benar apa yang ada di laporan itu hah?"
"Ma....s.. a...a..aku.." jawab Melani terbata karena gugup juga takut
"Aku apa hah?" ujar Rudi dengan nada yang semakin tinggi.
"Sabar Rud, kamu jangan terbawa emosi! malu ini sudah malam jangan sampai mengganggu para tetangga kita yang sedang beristirahat dan sebenernya ada apa ini? dan laporan apa?" tanya Agus.
"Mas tanyakan saja pada adik iparmu ini, aku pun sama baru tau dan baru membawanya, dan bagaimana aku tidak emosi mas? kalau mas ada di posisiku pun pasti akan melakukan hal yang sama!" jawab Rudi.
"Sebenernya ada apa ini Melani?" tanya Agus kepada Melani.
"Mas maafkan aku." jawab Melani sambil menunduk tanpa menjawab pertanyaan Agus.
Agus yang ingin mengetahui apa yang membuat Rudi terlihat begitu murka pun langsung merebut kertas yang sedang di pegang Melani, karena selama ini Rudi tidak pernah begitu murka seperti sekarang.
Setelah kertas itu ada di tangannya, Agus pun langsung membaca isi laporan yang ada di kertas itu dan begitu tercengang dan langsung menjatuhkan kertas itu.
"Astagfirullah." ujarnya.
"Apakah semua ini benar, lalu...." tanyanya terhenti karena masih begitu syok.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Kira-kira isi laporannya apa ya?
Nah yang penasaran ikutin terus ceritanya ya...
Jangan lupa dukungan untuk authornya.... Terimakasih.🤗🤗😊
__ADS_1
Jangan lupa baca juga cerita author yang berjudul "Pergi Karena Cinta" yang tak kalah seru dari cerita Lestari, itupun bagi author 🤭🤭 semoga kalian suka ya