
Setelah selesai sarapan, Lestari pun menyuruh Lisa untuk mandi dan siap-siap pergi ke sekolah! lalu dia sendiri pun siap-siap memakai baju rapih, rencananya hari ini dia ingin mengunjungi orangtuanya sekalian mengantar Lisa sekolah yang di antar oleh Deni.
"Mas!" panggil Lestari ketika dia sudah selesai dari ganti bajunya dan membatu Lisa siap-siap.
"Iya sayang." jawab Deni yang kala itu sedang menggendong Ridwan di ruang tamu yang sudah Lestari mandikan.
"Mas temenin aku ya, kita kunjungi ibu sama bapak! biar ibu dan bapak tau kita telah rujuk kembali." ujar Lestari.
"Baiklah sayang." jawab Deni sambil tersenyum.
Sebenernya Deni agak malas karena di sana pasti ada Reyna, tapi dia tidak mau mengecewakan Lestari lagi dan juga dia harus meminta izin kembali kepada kedua mertuanya untuk kembali dengan istrinya.
"Ya sudah sekarang yuk mas! sekalian antar Lisa sekolah." pinta Lestari.
"Iya sayang siap." jawab Daniel.
"Ya sudah jagoan ayah sama ibu dulu ok!" ujar Deni kepada Ridwan sambil mencium pipi Ridwan dan memberikannya kepada Lestari.
"Aku ambil jaket dulu ya! kita naik motor apa mobil?" tanyanya pada Lestari.
"Mobil saja mas, nanti pulang dari ibu kita mampir ke rumah orangtua mas untuk mengambil barang-barang mas!" jawab Lestari.
"Ya udah aku sekalian ambil konci mobil, di tempat seperti biasa kan nyimpannya?" tanya Deni.
"Iya mas." jawab Lestari sambil tersenyum karena Deni masih mengingat dimana mereka selalu menyimpan kunci kendaraan mereka.
Deni pun berjalan menuju kamarnya dan Lestari untuk mengambil jaket juga kunci mobil, setelah itu dia pun keluar kamar kembali dan menghampiri anak istrinya.
"Ayo kita berangkat!" ajaknya pada istri dan anak-anaknya.
"Iya mas." jawab Lestari.
"Ayah gendong!" rengek Lisa dengan manja pada ayahnya.
"Duh cantiknya ayah lagi manja!" ujar Deni sambil mencium pipi Lisa dan menggendongnya.
Lestari pun tersenyum melihat keluarga kecilnya kini tengah bahagia kembali.
Deni pun membukakan pintu untuk Lestari terlebih dahulu lalu setelah Lestari masuk dia membuka pintu belakang untuk mendudukkan Lisa di sana dan dia pun memutari mobil naik ke kursi kemudi.
__ADS_1
Setelah sampai di sekolahan Lisa, Lisa pun mencium punggung tangan ibu dan ayahnya dan mencium masing-masing pipi orangtuanya lalu turun dari mobil. Setelah melihat Lisa benar-benar masuk gerbang sekolahnya, Deni pun melajukan kembali kendaraanya.
"Mas di depan ada yang jual buah-buahan, kita beli dulu ya mas! itu bagus untuk Reyna." perintah Lestari pada suaminya dengan tiba-tib.
Deni pun sekarang merasa tidak nyaman mendengar nama Reyna hingga dia menjawabnya dengan Kikuk.
"Iya." jawabnya.
Lestari pun menoleh kepada suaminya karena sadar Deni seperti tidak nyaman ketika dirinya menyebut nama Reyna.
Ketika mobil berhenti di depan kios yang menjual buah-buah, Lestari pun menghela nafasnya dan kembali melirik ke arah suaminya dan meletakkan kedua tangannya di wajah Daniel membuat Daniel pun menatap ke arah Lestari.
"Mas, aku benar-benar sudah melupakan semua yang terjadi denganmu dan Reyna! aku bahkan sudah menerim bayi yang ada di kandungan Reyna! memang awalnya berat dan pasti hatiku sakit mengingat proses terjadinya bayi dalam perut Reyna, tapi mas kalau kita terus terbelenggu dalam masa lalu kita gak akan bisa bahagia, yang ada hati kita gelisah dan tidak tenang, jadi mas aku minta mas juga harus belajar menerima semua ini! mas jangan merasa tidak enak lagi ketika mendengar naman Reyna, karena bagaimana pun kalian pasti akan sering bertemu! ada anak di antara kalian." ujar Lestari panjang lebar.
Deni yang mendengar perkataan Lestari yang begitu tulus pun meneteskan air matanya, dia terharu kepada istrinya betapa baik dan Solehahnya istrinya ini, dirinya begitu beruntung mendapatkan Lestari yang mempunyai hati seputih salju, entah terbuat apa hati Lestari hingga mempunyai jiwa yang besar seperti ini, Deni pun memeluk Lestari dan berkata.
"Terimakasih sayang, terimakasih..... mas beruntung memilikimu, mas janji mas janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." ujar Deni sambil terus menangis dan mencium pipi Lestari, beruntung Ridwan saat ini sedang tidur jadi dia tidak melihat ayahnya menangis.
"Baiklah, mas akan mencoba berdamai dengan Reyna dan meminta maaf kembali padanya." ujar Deni.
Lestari pun tersenyum mendengar perkataan Deni.
"Nah ini baru suaminya Lestari." ujar Lestari sambil tersenyum dan mengedipkan matanya.
"Kamu ini bikin mas makin cinta." ujar Deni.
"Ya sudah biar mas saja yang turun beli buah-buahannya! kamu tinggal bilang saja apa yang harus di beli? kasian itu jagoan kita sedang tidur pulas di pangkuan mamahnya." ujar Deni.
"Baiklah mas." jawab Lestari dan menyebutkan buah apa saja yang akan di beli.
Setelah Lestari menyebutkan beberapa buah yang akan di beli, Deni pun turun dari mobilnya dan membeli beberapa buah yang Lestari sebutkan tadi, setelah membayar uangnya Deni membawa semua buah-buahannya lalu meletakkannya di bagasi mobil.
Setelah itu Deni melajukan kembali mobilnya menuju arah ke rumah mertuanya.
Setelah sampai di rumah mertuanya, Deni memarkirkan mobilnya di halaman rumah orangtua Lestari! ketika Lestari akan mengetuk pintu dan mengucapkan salam tiba-tiba saja Reyna membukakan pintu terlebih dahulu.
"Mbak Lestari." ujar Reyna senang, dia belum menyadari bahwa di belakangnya ada Deni yang membawa buah-buahannya.
Lestari pun tersenyum kepada Reyna, tak lama Deni pun berkata.
__ADS_1
"Sayang ini di taruh dimana?" tanyanya.
"Mas Deni!" ujar Reyna pelan tapi masih di dengar oleh Lestari.
Deni pun sama dengan Reyna, mematung saat melihat Reyna.
"Ehem.....mas taruh saja di sini." jawab Lestari menyadari kecanggungan yang ada pada Deni dan Reyna.
Deni pun menaruh buah-buahan di tempat yang di tunjukan Lestari.
"Mas Deni, Reyna sepertinya kalian butuh bicara berdua!" ujar Lestari.
"Mbak..." ujar Reyna.
Deni pun menggeleng membuat Lestari tersenyum.
"Aku tidak apa-apa, selesaikan ikatan kalian yang belum terselesaikan! agar kalian sama-sama bisa mendapatkan ketenangan." perintah Lestari.
"Aku masuk dulu ya mas!" ujar Lestari.
Deni pun mengangguk dan Lestari pun masuk ke dalam rumah orangtuanya.
"Ayo Reyna kita duduk!" ujar Deni.
Lalu Reyna dan Deni pun duduk di bangku yang ada di teras rumah orangtua Lestari.
Sejenak mereka pun terdiam.
"Ehem..... Reyna mas benar-benar minta maaf sama kamu! mas sebenarnya malu bertemu denganmu." ujar Deni memulai pembicaraannya.
"Iya mas, tapi bolehkah aku bertanya mas?" tanya Reyna.
"Sampai sekarang aku masih penasaran mas! sebenernya waktu itu, waktu kita pertama melakukannya! apa kamu benar-benar melakukannya karena cinta mas? seperti yang seperti kamu bilang dulu, atau hanya nafsu semata? karena mbak Lestari belum memberikan kewajibannya setelah melahirkan." tanya Reyna serius.
Deg..... suara jantung Deni...
☘️Sekian dulu.☘️
Jawaban apa ya yang akan Deni berikan?
__ADS_1
ikutin terus kelanjutannya ya.....
Jagan lupa dukungan untuk authornya ya