
Setelah selesai dengan aktivitas suami istri mereka, mereka pun mandi bersama karena ridwan masih saja tertidur dari awal mereka beraktivitas sampai selesai mandi Ridwan masih tidur juga, mungkin dia mengerti orangtuanya membutuhkan waktu berdua.
"Mas mau berangkat sekarang?" ujar lestari pada suaminya yang di lihat telah selesai memakai baju.
"Iya sayang, oh iya Lisa nanti siapa yang jemput?" tanya Deni.
"Nanti aku telpon gurunya saja mas, biar aku titip sama dia! kebetulan pulangnya satu arah, oh iya mas apa mas mau makan siang dulu?tapi harus nunggu aku masak dulu atau mau beli di luar?" tanya Lestari.
"Gak apa-apa sayang, mas nanti makan di luar saja! kasian kamu pasti lelah, kamu istirahatlah jangan lupa makan siang ya! kalau kamu cape kamu pesan makanan online saja!" ujar Deni.
"Ya udah mas." jawab Lestari
"Baiklah aku berangkat ya." ujar Deni.
Lestari pun mencium punggung suaminya, lalu Deni mengecup keningnya seperti biasanya yang sering mereka lakukan ketika salah satunya hendak pergi, lalu Deni pun berangkat karena waktu sudah terlalu siang.
Lestari pun mencoba memanggil guru Lisa untuk menitipkan Lisa, karena dia sendiri belum bisa membawa kendaraan sendiri karena Ridwan masih terlalu kecil..
*****
Di rumah Reyna, Reyna meminta izin ibunya untuk tinggal di rumah lestari karena dia di suruh lestari untuk menemani lestari sebelum dirinya pergi mencari uang. Reyna janji akan selalu memberikan ibunya uang setiap hari seperti biasanya dengan syarat ibunya jangan sampai pergi ke rumah Lestari dengan alasan tidak enak sama suaminya, ibu Reyna pun mengizinkannya.
Sebenernya Reyna berbohong, Lestari tidak menyuruh dia untuk tinggal di rumahnya! ini hanya salah satu cara agar dia bisa berhasil melaksanakan rencananya.
Reyna pun memesan taksi online, setelah taksi online tiba Reyna pun masuk dengan membawa 1 koper baju, dia pergi menuju rumah Lestari.
****
Lestari kin sedang menyuapi Lisa makan siang, seperti perintah Deni kali ini makan siang mereka memesan makanan di online saja karena hari ini lestari benar-benar lelah.
Lisa pun makan dengan lahap seperti biasanya, Lestari senang Lisa begitu gampang makannya tidak seperti anak-anak lain yang kadang susah sekali jika di suruh makan, Lisa juga tidak milih-milih dalam makanan dia itu pencinta semua jenis makanan asal tidak pedas saja.
Setelah selesai lestari menyuruh lisa menjaga adiknya sebentar di ruang tengah, dia juga menggelar kasur lantai yang tebal untuk Ridwan tiduran agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Lestari pun merapikan bekas makan mereka lalu mencuci piring yang kotor, setelah selesai dengan semuanya dia pun menghampiri anak-anaknya.
Lestari senang melihat Lisa mencoba untuk mengajak adiknya bicara yang di balas dengan senyuman dari Ridwan, Lestari pun ikut bergabung dengan anak-anaknya dan bercanda bersama.
Saat sedang seru-serunya mereka bercanda terdengar suara bel berbunyi, Lestari pun kembali menitipkan Ridwan pada Lisa yang di angguki oleh putrinya itu.
__ADS_1
"sebentar." ujar Lestari.
Lalu dia membukakan pintu rumahnya dan terkejut saat seseorang langsung memeluknya sambil menangis dan membawa koper.
"Reyna!" ujar Lestari.
"Assalamualaikum mbak." ujar Reyna sambil menangis.
"Waalaikumsalam Reyna, kamu kenapa? " tanya Lestari.
Reyna hanya diam saja, membuat lestari bingung, diapun menyuruh Reyna masuk dulu sambil membantu Reyna membawakan kopernya karena tidak enak jika ada tetangga yang melihat Reyna yang sedang menangis di pelukannya.
"Baiklah Reyna kamu tenangin diri kamu sendiri dulu ya! mbak mau menidurkan anak-anak mbak dulu, setelah itu cerita sama mbak apa yang sedang terjadi sama kamu ya." ujar Lestari sambil melepaskan pelukan Reyna sepupunya itu.
"Iya mbak." ujar Reyna sambil menghapus air matanya.
"Ya sudah kamu duduk di sini dulu ya, mbak ajak anak-anak tidur dulu." ujar Lestari.
"Iya mbak." jawab Reyna.
Lestari pun bangkit berjalan menuju anak-anaknya berada lalu membawa mereka ke kamar lestari sendiri agar muat ranjangnya. Biarlah untuk hari ini Lisa tidur di kamar orangtuanya.
Setelah Lisa dan Ridwan tertidur, Lestari pun kembali menghampiri Reyna yang sedang menunggunya di ruang tamu.
"Iya gak apa-apa mbak, kabar mbak gimana baik?" tanya Reyna.
"Alhamdulillah kabar mbak baik Reyna, keluarga mbak juga baik sehat semua, kamu sendiri gimana kabarnya? Sama Tante om juga? " jawab Lestari.
"Aku baik, ayah, ibu juga baik mbak." ujar Reyna.
"Oh iya kamu kenapa? tadi juga kamu menangis ada masalah apa Reyna? cerita sama sama mbak, kamu juga bawa koper kaya yang mau pergi jauh." ujar Lestari.
Reyna pun terdiam sesaat.
"Mbak bisakah mbak bantu Reyna lagi?" tanya Reyna.
"Insyaallah kalo mbak bisa bantu, pasti mbak bantu Reyna! kamu sudah mbak anggap sebagai adik mbak sendiri." ujar Lestari sambil memegang tangan Reyna sambil dia elus lembut tangannya.
"Mbak bolehkah aku tinggal di sini untuk sementara? aku di usir ayah dan ibu mbak." ujae Reyna sambil menangis.
__ADS_1
Lestari yang mendengarnya pun terkejut ko bisa Reyna di usir oleh orangtuanya sendiri. Lestari tau perilaku Tante dan omnya itu, tapi Lestari tak menyangka bahwa mereka bisa mengusir anak mereka sendiri. Kesalahan apa yang di lakukan Reyna hingga membuat Tante dan omnya mengusir Reyna dari rumah mereka.
"Kamu kenapa di usir sama Tante dan om? kesalahan apa yang sudah kamu lakukan? " tanya Lestari dengan wajah sedih.
"Kalau Mbak tau alasannya, apakah mbak masih mau membantu Reyna mbak?" tanya Reyna.
"Insyaallah Reyna katakan sama mbak kesalahan apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Lestari lagi.
"Aku hamil mbak!" ujar Reyna sambil menangis.
"APA!" tanya lestari kaget dia sampai berdiri karena reflek.
"Iya mbak aku hamil, ibu sama ayah marah besar apalagi aku gak mau bilang siapa yang sudah menghamili aku." ujar Reyna masih sambil menangis.
"Tapi kenapa kamu gak mau bilang siapa orangnya Reyna? Harusnya kamu katakan biar laki-laki itu bertanggung jawab." ujar lestari mencoba memberikan pengertian pada Reyna.
"Aku bingung mbak, karena laki-laki yang menghamili aku sudah punya istri dan anak! keluarga mereka juga sedang bahagia, aku gak tega menghancurkan kebahagiaan mereka mbak, ini memang salahku yang awalnya bisa terbujuk rayunya, yang pada akhirnya aku di tinggalkan di saat dia sudah merasakan manisnya madu, dia bahkan mengakhiri hubungan kami begitu saja, aku gak tau harus gimana mbak? aku gak tau harus minta tolong sama siapa? hanya mbak satu-satunya orang yang bisa aku minta tolong." ujar Reyna.
"Aku mohon mbak izinkan aku tinggal di sini, setidaknya sampai aku mempunyai tabungan untuk menyewa tempat dan melahirkan nanti." ujar Reyna lagi.
Lestari pun menghela nafas, dia kecewa terhadap Reyna namun dia juga tidak bisa apa-apa, nasi sudah menjadi bubur. Sekarang mau di kata apa lagi, untuk menolak Reyna pun dia tidak tega, dia pun mengizinkan Reyna tinggal sementara di rumah ini.
Sebenernya dia tidak enak dengan Deni, walau bagaimanapun Deni laki-laki dan Reyna perempuan pasti ada ketidak nyamanan sama mereka tapi urusan Deni biarlah nanti lestari pikirkan lagi.
"Baiklah untuk sementara kamu boleh tinggal di sini dulu, gak apa-apa kan kamu tidur di kamar tamu dulu." ujar lestari.
Reyna begitu senang langsung memeluk lestari
"Terimakasih mbak, kamu memang baik sekali " ujar Reyna, mereka pun berpelukan kembali. Lestari pun mencoba mengelus punggung Reyna guna memberikan kekuatan untuk sepupunya itu.
"Yes aku berhasil." ujar Reyna dalam hati, dia pun tersenyum miring karena berhasil menipu lestari.
Ya dari tadi Reyna hanya bersandiwara dia sedang berakting untuk memuluskan rencana nya, inilah kenapa Reyna memberikan syarat pada ibunya agar dia tidak datang ke rumah lestari agar kebohongannya tidak terbongkar.
"Kita lihat saja mas, kamu gak bakal bisa hidup tenang setelah ini." ujar Reyna dalam hati.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat ya!" ujar Lestari sambil berdiri.
"Iya mbak." jawan Reyna.
__ADS_1
Mereka pun berjalan ke arah kamar tamu dengan Lestari yang membantu membawakan koper.
~ Alhamdulillah semoga suka dengan alur ceritanya ~