
Sesuai dengan keinginan Lestari semalam, hari ini dia sengaja main pagi-pagi ke rumah orangtuanya, dia sudah tidak sabar ingin meminta pendapat kedua orangtuanya.
"Assalamualaikum." ujar Lestari ketika sampai di depan pintu rumah orangtuanya.
"Waalaikumsalam." jawab Reyna yang kebetulan mau keluar untuk jalan kaki santai.
"Mbak Lestari, apa kabar?" tanya Reyna senang.
"Alhamdulillah baik, kamu apa kabar? gimana dengan bayinya?" jawab Lestari sambil mengelus perut Reyna yang membesar.
Sebenernya ada rasa nyeri dalam hati Lestari melihat perut Reyna yang membesar, bagaimana pun juga anak yang di kandung Reyna mempunyai ayah biologis yang sama dengan anak-anaknya, namun Lestari menyadari bahwa dirinya akan semakin sakit jika masih memelihara rasa sakit itu! jadi dia berusaha untuk menerima dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi.
"Alhamdulillah mbak kami baik." ujar Reyna.
"Oh iya mbak ayo masuk! pakde dan budeh juga ada ruang makan." lanjutnya.
"Iya Rey, kamu tadi mau kemana?" tanya Lestari.
"Aku hanya ingin jalan santai di halaman saja mbak, pengen menghirup udara segar." jawab Reyna.
"Oh, tapi kamu harus sarapan dulu, tidak baik kalau kamu tidak sarapan sudah jalan santai yang ada nanti badanmu lemas." ujar Lestari memperingati Reyna.
"Iya siap mbak." jawab Reyna.
"Lho Lestari!" ujar ibu kaget ketika melihat Lestari datang dengan Reyna di pagi sekali.
"Ibu, bapak!" ujar Lestari sambil mencium punggung kedua orangtuanya.
"Kamu sudah sarapan? ayo kita sarapan bareng, sini Ridwan biar sama ibu!" ujar ibu, biarlah bertanya ada apa dengan kedatangan Lestari nanti saja, pikir ibu.
"Iya ibu, tidak apa-apa ibu biar Ridwan bersama Lestari! ibu harus sarapan agar tetap sehat " jawab Lestari.
Ibu pun mengangguk saja dan mendudukkan dirinya di kursi yang diikuti oleh Reyna, Lestari dan Lisa karena bapak sudah terlebih dahulu duduk di kursi.
"Nenek aku mau sama ayam goreng!" ujar Lisa riang ketika melihat ibu memasak ayam goreng untuk sarapan.
"Iya sayang." ujar ibu sambil mengelus kepala Lisa karena duduk di dekatnya.
__ADS_1
Mereka pun makan bersama dengan hening, hanya suara Lisa lah yang terdengar karena memang Lisa anak yang bawel yang selalu bertanya ini itu.
Ketika selesai sarapan, Reyna izin ingin keluar berjalan kaki santai sambil menghirup udara segar seperti rencanannya tadi pagi yang tertunda, bapak, ibu dan Lestari pun mengangguk lalu berpindah tempat ke ruang keluarga.
"Ibu kapan tanggal perkiraan melahirkan Reyna?" tanya Lestari.
"3 minggu lagi kalau gak salah nak! memang kenapa?" jawab ibu.
"Gak apa-apa, gak terasa ya bu Reyna sudah mau melahirkan." ujar Lestari.
"Iya waktu cepat sekali berlalu! oh iya kamu ke sini pagi-pagi pasti ada yang mau kamu bicarakan sama ibu dan bapak kan?" tanya ibu.
"Oh iya ibu aku hampir saja aku lupa." jawab Lestari.
"Aku ke sini sebenarnya mau minta pendapat ibu dan bapak! walau bagaimana pun kalian adalah penasehat terbaik untukku." lanjut Lestari.
"Iya sayang kamu mau minta pendapat apa dari kami? kami akan memberikan pendapat yang terbaik untuk anak kami." ujar ibu.
"Gini bu, selama 3 bulan ini aku mengamati mas Deni bu, dia benar-benar berubah! dia juga benar-benar membuktikan perjuangannya kepada Lestari dan anak-anak, nah aku juga merasa berdosa pada mas Deni karena sudah abai terhadap kewajiban Lestari sebagai istrinya karena keegoisan aku sendiri, walau bagaimana pun aku masih sah istrinya mas Deni." ujar Lestari.
"Dan aku mau minta pendapat sama ibu dan bapak, bagaimana kalau aku kembali dengan mas Deni dan memberikan dia kesempatan ke 2? apa ibu dan bapak akan setuju." tanya Lestari.
"Gini Lestari, di sini ibu mewakilkan bapakmu dan ibu juga! kami sebagai orangtua ingin yang terbaik untukmu, jika keputusanmu untuk kembali kepada Deni membuat kamu bahagia kembali ibu dan bapak akan mendukungmu! tapi jika kamu ragu untuk kembali kepada Deni maka kamu harus mantapkan hati kamu dulu! agar tidak salah jalan, apapun keputusanmu ibu dan bapak tidak akan melarang mu dan akan terus mendukungmu." jawab ibu.
"Benarkah bu? tapi aku yakin Bu sama mas Deni, mudah-mudahan dia tidak melakukan kesalahan yang sama." ujar Lestari.
"Lebih baik kamu istikharah dahulu, mintalah petunjuk padanya melalui mimpimu." ujar ibu sedikit memberi solusi.
"Baiklah ibu akan Lestari coba, terimakasih ibu bapak setelah bicara dengan kalian hati Lestari jadi plong." ujar Lestari.
"Iya nak, bapak doakan supaya kamu selalu bahagia setelah ini dengan tau tidaknya kamu kembali dengan Deni." ujar bapak pada akhirnya ikut bersuara.
"Iya pak, doakan terus anak bapak ini." Jawa Lestari.
"Insyaallah." ujar bapak.
Setelah itu mereka pun melanjutkan mengobrol yang lain, bapak juga bertanya bagaimana perkembangan usaha Lestari dan Deni, bapak bersyukur setiap bulannya usaha mereka mengalami peningkatan.
__ADS_1
Setelah hari telah sore, Lestari pun pulang dari rumah orangtuanya karena Lisa tadi tidak sempat tidur siang dan sepertinya Lisa tidak enak juga sama badannya yang sudah lengket jadi Lestari langsung saja memandikan Lisa dan Ridwan ketika mereka sampai di rumah Lestari.
Ketika malam hari anak-anak Lestari telah tidur, sebelum mereka tidur Lisa menyempatkan dirinya menelpon Deni dan berbincang sebelum tidur.
Sesuai perintah ibunya,, sudah seminggu Lestari melaksanakan solat istikharah, lalu jawaban dalam mimpinya selalu sama yaitu alangkah baiknya jika dirinya dan suaminya kembali bersatu, Lestari pun menelpon ibunya untuk mengabari hasil dari istikharahnya! ibunya pun mendukung apapun keputusan yang akan Lestari ambil.
Setelah menimbang beberapa kali, Lestari pun memberanikan diri menghubungi Deni terlebih dahulu.
"Bismillahirrahmanirrahim.... semoga ini menjadi awal yang baik untuk keluarga kecilku." ujar Lestari.
Lestari pun menekan tombol panggil ke nomer Deni, Setelah telpon terhubung Lestari pun langsung mengucapkan salam.
"Hallo assalamualaikum mas." ujarnya.
"Waalaikumsalam Lestari." jawab Deni dengan nada senang, karena Lestari mau menghubunginya terlebih dahulu.
"Gini mas, apa besok sore kamu ada waktu?" tanya Lestari pada Deni.
"Insyaallah mas ada waktu, kapan pun jam berapa pun selama itu untuk kamu dan anak-anak mas pasti ada waktu." jawab Deni.
"Ya sudah mas, mas bisa ke rumah kan? ada yang harus aku bicarain dengan mas." ujar Lestari.
"Iya Lestari mas pasti bisa." ujar Deni.
"Ya sudah aku tutup dulu ya mas telponnya, sampai jumpa besok." ujar Lestari.
"Iya Lestari Assalamualaikum." ujar Deni.
"Waalaikumsalam mas." jawab Lestari.
Lestari pun bernafas lega setelah menghubungi Deni, begitu juga dengan Deni di sana dia juga begitu bahagia akhirnya Lestari mau menghubunginya terlebih dahulu karena biasanya yang menelponnya bukan dari Lestari tapi dari anaknya Lisa.
☘️Sekian dulu.☘️
Oh iya untuk kisah Reyna nanti akan di lanjut di sini ya, setelah kisah Lestari dan Deni usai. Nanti cerita di sana Reyna pasti akan mendapatkan karmanya hingga dia benar-benar menyadari bahwa selama ini dia telah bersalah dan menyesalinya, jadi pantengin terus ya cerita author ini.
Jangan lupa like, vote, poin dan komentarnya ya, agar author semangat dalam menulis.
__ADS_1
Terimakasih....salam sehat untuk semuanya.