This Wound

This Wound
Episode 16


__ADS_3

"Kamu bilang apa tadi aku egois? hah... apa tidak salah Reyna? bukankah itu yang harusnya aku tunjukan padamu?" ujar Lestari dengan tatapan sinisnya.


"Iya mbak, kalau kamu masih mempertahankan mas Deni, berarti kamu egois mbak! mbak gak memikirkan aku juga anak yang aku kandung, apa mbak gak kasian nantinya jika dia terlahir tanpa seorang ayah?" ujar Reyna tanpa tahu malu.


"Hah... lalu sebelum kamu menggoda suamiku, apa kamu memikirkan bagaimana dengan Lisa juga Ridwan? lalu apa sebutannya untuk mu jika aku egois?" tanya Lestari.


"Itu bukan salahku sepenuhnya mbak, salahkan mas Deni juga yang mudah tergoda olehku dan juga salahkan mbak juga yang tak bisa menjaga suami mbak, asal mbak tau setiap berhubungan denganku mas Deni selalu memujiku, dia selalu mengatakan bahwa mbak membosankan." jawab Reyna.


Sakit itu yang di rasakan Lestari, bagaimana bisa suaminya memuji orang lain tentang maslah ranjang dan malah merendahkannya di hadapan Reyna.


Lestari pun tidak menyangka bahwa Reyna akan berkata seperti itu.


"Hah.... lalu kau ingin aku menyerah begitu saja Reyna? tidak Reyna aku juga mau mempertahankannya rumah tangga ku." ujar Lestari.


"Kau tau Reyna? tadinya aku ingin mengalah, karena aku menyayangimu sebagai adikku sendiri bukan sebagai sepupuku tapi dari cara bicara mu tanpa ada penyesalan sama sekali, bahkan kau dengan tak tau malu nya menyebut diriku egois! aku jadi berubah pikiran, sekarang aku ingin mempertahankan mas Deni! terserah dirimu mau menganggapku apa." ujar Lestari


"Tapi mbak mas Deni sudah tidak mencintaimu lagi, apa mbak tak malu mengejar cinta laki-laki? Mbak mas Deni sekarang sudah mencintaiku!" ujar Reyna tak mau kalah dari Lestari.


"Hahahaha percaya diri sekali kamu Reyna, apa mas Deni bilang seperti itu? dan kenapa aku harus malu Reyna? mas Deni itu suamiku, yang seharusnya malu itu dirimu bahkan kau menggoda suami sepupumu sendiri murahan." ujar Lestari.


Reyna yang mendengarkan Lestari menyebutnya murahan pun mengepalkan tangannya.


"Kalau mas Deni masih mencintai mbak pasti dia tidak akan tergoda olehku mbak, tapi dia malah berpaling dari mbak bahkan dia menaruh benihnya di dalam perutku, Itu sudah membuktikan bahwa mas Deni mencintaiku." ujar Reyna.


"Hahahaha mas Deni bukan mencintaimu Reyna, dia hanya sedang menyewamu sebagai pelarian yang kala itu aku sibuk mengurus bayiku, tapi sekarang aku sudah melayaninya dengan baik! bukankah kau bilang ayah dari anakmu itu tidak mau bertanggung jawab? Dari situ saja kau harusnya menyadari bahwa mas Deni bukan mencintaimu, tapi dia kepadamu hanya pelarian saja." ujar Lestari dengan sinisnya.

__ADS_1


Sebenernya ini bukan dirinya, Lestari tidak pernah berkata sinis dia selalu berkata dengan lemah lembut, namun untuk menyembunyikan kelemahannya di sengaja berbicara seperti itu.


" Terserah mbak! au sudah mengatakan semuanya pada mbak, kalau memang mbak mau bertahan, mbak harus terima aku sebagai istri kedua mas Deni." ujar Reyna.


Deg...


Benar kata Reyna, kalau dirinya mau mempertahankan rumah tangganya, berarti dia harus siap untuk di madu, di mana suaminya harus dia bagi jiwa, raga dan hatinya.


Saat lestari hendak menjawab perkataan Reyna, tiba-tiba Deni datang dengan wajah kawatir.


Tadi saat Deni sampai di rumah, Deni mendengar seseorang sedang berbicara. Saat menyadari bahwa itu lestari dan Reyna Deni pun segera berlari, dia takut akan terjadi hal yang tidak dia inginkan.


"Sayang kamu sudah bangun? Dan kamu Reyna sedang apa di sini" tanya Deni.


"Kita sedang berbicara serius mas, harusnya kamu pun bergabung mas! karena pokok dari masalah ini adalah dirimu sendiri." jawab Lestari.


"Tidak perlu mas, aku sudah kenyang! jika kalian ingin makan terlebih dahulu, aku akan menunggu di sini sampai kalian selesai." jawab Lestari.


"Aku juga sudah kenyang mas, jika mas mau makan biar aku yang siap an." jawab Reyna juga.


Namun saat Reyna hendak bangun, Deni pun berkata .


"Ya sudah tidak usah, Kamu duduklah! mari kita mulai pembicaraannya." ujar Deni.


Pada akhirnya dia pun duduk kembali, dia tau cepat atau lambat di harus mengambil keputusan .

__ADS_1


"Jadi apa keputusan mu mas?" tanya lestari.


"Mas akan tetap mempertahankan rumah tangga kita sayang, walau Mas akan menikahi Reyna sebagai tanggung jawab mas! karena bagaimana pun anak yang di kandung Reyna adalah anak mas sayang, mas harap kamu mau menerima Reyna! mas janji, mas akan adil terhadap kalian berdua." ujar Deni.


Mendengar Deni mengatakan dengan jelas akan menikahinya di depan Lestari Reyna tersenyum senang.


Saat dia akan menjawab perkataan Deni Lestari lebih dulu berbicara kepada Deni.


"Lalu bagaimana jika aku juga ingin mempertahankan rumah tangga ini tapi tidak ingin di madu? Kamu akan melakukan apa mas? Dan memang anak yang di kandung Reyna adalah anak mu mas tapi bukan anakku." jawab Lestari.


Reyna pun mengepalkan tangannya, dia tidak mau gegabah dengan menjawab perkataan Lestari, takut jika Deni malah akan marah kepadanya, biarkan saat ini dirinya hanya diam saja .


"Sayang mas mohon! Jangan buat mas pilihan yang sulit." ujar Deni.


"Aku tidak pernah menempatkanmu dalam pilihan sulit, mas sendiri yang memilih jalan rumah tangga kita menjadi sulit! aku menunggu keputusanmu mas, aku ingin melihat seberapa besar perjuanganmu untuk mempertahankan aku dan juga anak-anak kita." ujar Lestari.


"Baiklah mas aku akan ke kamar dulu! aku tunggu keputusanmu dan untuk malam ini kamu tidurlah di kamar Lisa! atau mas mau tidur di kamar Reyna pun tak masalah asal jangan berisik, aku tau mas kamu menitipkan anak-anak pada ibu, jadi hari ini aku akan menggunakan waktuku untuk bersantai." ujar Lestari.


Tanpa menunggu jawaban dari Deni Lestari bangkit menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamarnya lestari buru-buru menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


Dia pun langsung menumpahkan air matanya begitu dia terduduk di sofa kamarnya.


Sakit sekali hati lestari, masih terdengar jelas perkataan Reyna saat suaminya memuji wanita lain dan merendahkan dirinya di hadapan wanita lain.

__ADS_1


"Ya Alloh sanggupkah hamba menjalaninya? Sakit, sakit sekali hati ini ya Alloh, apa aku harus menyerah? agar hati ini tak semakin sakit." ujar lestari dengan suara pelan.


__ADS_2