This Wound

This Wound
Episode 13


__ADS_3

Deni yang kaget mengetahui Lestari yang datang langsung menghampiri Lestari. Sungguh saat ini dia belum siap kalau Lestari mengetahui semuanya, kenapa di saat dia menemukan jalan untuk sementara selalu saja ada rintangan.


"Sayang!" ujar Deni Sambil mencoba meraih tangan Lestari.


Lestari ingin sekali marah kenapa mereka! namun dia sadar sekarang dia sedang berada di klinik yang tidak boleh membuat keributan, dia juga menghargai Reyna yang saat ini sedang tidak berdaya.


Ingin sekali Lestari menangis memaki mereka berdua karena sudah tega bermain api di belakangnya, namun saat ini dia tahan sebisa mungkin.


"Gimana kabar kamu Reyna? Apa yang di katakan dokter?" ujar Lestari sambil melewati Deni.


"Alhamdulillah aku baik-baik saja, hanya butuh istirahat karena kandungannya lemah, Mbak maaf kan aku!" ujar Reyna.


"Ya sudah ini makan sarapanmu dan untuk kekasihmu juga, mbak sudah bawakan." ujar Lestari dengan nada dingin tanpa menjawab permintaan maaf dari Reyna.


"Sayang mas bisa jelaskan." ujar Deni mencoba menghampiri Lestari.


"Oh iya mbak pulang dulu! kasian ibu di rumah menjaga dua orang cucunya, karena kamu baik-baik saja dan ada yang setia menunggu mau." ujar Lestari tanpa menghiraukan Deni.


"Lestari mas mohon!" ujar Deni pada Lestari yang masih saja mengacuhkannya.


Lestari tetap tidak membalas perkataan Deni, dia hanya diam saja tanpa mau menjawab ucapan Deni.


Lestari pun langsung pulang saja ketika dia sudah meletakkan makanan untuk Deni.


Melihat lestari yang pergi Deni pun pergi menyusul setelah pamit terlebih dahulu kepada Reyna.


"Maaf Reyna mas susul mbakmu dulu." ujar Deni.


Tanpa menunggu jawaban dari Reyna Deni pun gegas berlari menyusul Lestari istri yang sangat dia cintai.


"Maaf mbak, aku berharap kamu mundur dari rumah tangga ini! aku ingin mas Deni menikahi ku secara sah agama dan negara." ujar Reyna egois.


"Jika kamu mengalah mbak, kamu masih mempunyai budeh dan pakde yang menyayangimu namun jika aku yang mengalah siapa yang akan menyayangiku dan anakku kelak? kami hanya memiliki mas Deni." ujar Reyna lagi.

__ADS_1


Reyna ingin Deni dan Lestari segera bercerai


setelah lestari mengetahui semuanya, karena jika sampai mamahnya tau entahlah mungkin cacian dam makian yang akan dia dapat.


Walau mamahnya pernah berkata tidak peduli dia menikahi pria beristri yang penting ada uangnya, tapi apakah ibunya akan diam saja melihat ponakannya sendiri yang menjadi korbannya!.


****


Hati lestari begitu sakit mengetahui kenyataan sang suami yang telah berkhianat dengan sepupunya sendiri yang sudah dia anggap sebagai adik kandungnya, pantas saja waktu itu mas Deni menolak membantunya mencari siapa lelaki yang telah menghamili Reyna! Ternyata lelaki itu tak lain adalah dia sendiri suaminya. Dia juga tidak menyangka firasat ibu dan tetangganya menjadi kenyataan, Lestari berpikir apa kesalahannya hingga Deni begitu tega menodai pernikahannya.


Lestari yang tau akan di kejar oleh deni pun bersembunyi di toilet wanita, dia belum siap untuk bertemu Deni dan dia belum siap menerima kenyataan bahwa suaminya berkhianat.


"Ya Alloh apa salahku hingga suamiku begitu tega menduakan hamba?" ujar lestari dalam hati.


Dia pun menangis di dalam toilet, menangis meratapi nasib rumah tangganya yang sebentar lagi akan hancur karena orang ketiga.


Setelah merasa lebih tenang karena telah mencurahkan semua isi hatinya, Lestari pun keluar dari dalam toilet, ketika dia baru saja keluar dari toilet dia pun melihat Deni sedang menunggunya di luar toilet.


"Sayang ayo kita bicara!" ujar Deni.


"Iya mas minta maaf sayang, tapi mas mohon ikutlah bersama mas terlebih dahulu! mas gak mau kamu mengendarai motor dengan keadaan seperti ini." ujar Deni.


Dia kawatir jika Lestari membawa motor dalam keadaan seperti itu akan terjadi apa-apa pada istrinya, jika itu terjadi dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri.


"Mas mohon ya sayang! jika bukan demi mas tapi demi anak-anak sayang, jika terjadi sesuatu padamu gimana dengan anak-anak kita nanti?" ujar Deni.


Lestari pun menurut dan ikut dengan Deni,


setelah habis membujuk lestari agar ikut dengannya, Deni melajukan mobilnya keluar dari klinik, di dalam mobil lestari mendiamkan Deni, itu membuat Deni semakin merasa bersalah. Dia ingin lestari memarahinya atau memakinya itu lebih baik dari pada di diamkan. Deni pun berpikir jika dia harus membawa Lestari ke tempat yang sejuk agar bisa membicarakan semuanya tanpa emosi.


Lestari yang hatinya sedang tidak baik-baik saja tidak menyadari bahwa suaminya telah membelokkan arah dari jalan arah ke rumahnya menuju arah lain.


Setelah sampai di taman dan juga ada danaunya yang cukup lumayan sepi Deni menghentikan mobilnya. Lestari yang menyadari mobil berhenti pun langsung membuka pintunya dia belum menyadari bahwa dia tidak di bawa pulang ke rumahnya namun ke sebuah tempat yang Lestari pun tak tahu apa namanya.

__ADS_1


"Mas kenapa kamu bawa aku ke sini?" tanya Lestari saat dia menyadari bahwa dia di bawa Deni bukan ke rumahnya.


Kita perlu bicara sayang! mas mohon setidaknya dengarkan mas dulu, setelah itu mas serahkan semuanya kepadamu." ujar Deni.


"Apa yang harus di jelaskan mas? dari pembicaraanmu dengan Reyna saja sudah menjelaskan seperti apa hubungan kalian." ujar Lestari dengan nada tinggi.


"Apa mas mau menjelaskan bagaimana proses nya bisa ada bayi dalam perut Reyna hah?" ujar Lestari lagi.


"Bukan begitu maksud mas sayang, mas minta maaf! waktu itu mas khilaf." ujar Deni sambil menangis.


"Khilaf itu hanya sekali mas, kalau sudah hamil berarti sudah berkali-kali mas." ujar Lestari sambil mengeluarkan air matanya.


"Katakan mas dari kapan kalian memiliki hubungan ini mas? dari kapan?" tanya Lestari lemah.


"Setelah kamu melahirkan Ridwan, maaf." jawab Deni menunduk.


Deni pun menceritakan semua yang terjadi dari awal hingga Reyna bisa hamil.


"Sekali lagi mas mohon maaf kan mas." ujar Deni.


Lestari yang mendengar jawaban dari Deni pun langsung menangis dia tidak menyangka, saat dirinya lelah mengurus 2 anaknya apalagi Ridwan waktu itu masih bayi sangat rewel, suaminya malah mendua dengan wanita lain.


"Maaf kan mas sayang, maaf " ujar Deni sambil berlutut juga mencoba meraih tangan Lestari.


Namun lestari menghindarinya. Dia tidak ingin di sentuh suaminya dahulu.


"Maaf mas, mungkin jika kamu hanya main-main saja aku bisa saja langsung memaafkanmu, tapi kamu, kamu sudah di luar batas mas! kamu telah menghancurkan masa depan Reyna juga, aku tak tau harus bagaimana mas?" ujar Lestari sambil mundur.


Lalu berlari sekencang mungkin mencegat taksi yang kebetulan lewat di daerah situ. Tanpa menunggu lagi Lestari langsung melesat masuk dalam taksi dan menyuruh supirnya jalan.


Deni yang melihat Lestari berlari pun mencoba untuk mengejar Lestari namun sayang Deni kalah cepat dengan istrinya itu.


Dia pun mengacak rambutnya frustasi, di satu sisi dia sangat mencintai Lestari dan tidak mau Lestari meninggalkannya tapi di satu sisi juga dia tidak bisa mengabaikan bayi yang ada dalam kandungan Reyna, karena walau bagaimana pun Deni yakin anak yang di kandung Reyna adalah anaknya.

__ADS_1


☘️☘️ Gimana lestari memaafkan Deni atau gak ya?☘️☘️


Ikutin terus kelanjutan nya dengan tambahkan cerita ini ke favorit. jangan lupa dukung author dengan kasih like, vote and komen nya ya agar author semangat dalam menulis nya. Terimakasih. 🤗🤗.


__ADS_2