Tiba-Tiba Menikah!

Tiba-Tiba Menikah!
Cara Menggoda Suami


__ADS_3

"Untuk apa kau berdiri di sana dan belum berganti pakaian?"


Tampaknya kebiasaan Edgar yang selalu muncul tiba-tiba tidak akan pernah hilang. Anna sampai terkejut hanya karena sebuah kalimat yang Edgar ucapkan.


"Ka-kau ... sejak kapan ada di situ? Kau mendengar apa yang aku ucapkan?"


"Mendengar apa?"


Jika jawaban Edgar hanya seperti itu maka jelas sekali kalau pria itu tidak mendengar celotehan Anna sejak tadi.


"Tidak ada! Kalau begitu aku akan mengganti pakaian di toilet."


Saat Anna hendak melangkah memasuki toilet yang ada di kapal pesiar, tiba-tiba Edgar membuka suara sehingga membuat Anna menghentikan langkahnya.


"Kau sudah tidak marah?"


Marah? Anna tidak merasa dirinya marah, dia hanya sedikit merajuk kepada Edgar.


"Apakah aku terlihat seperti orang marah?" balas Anna seraya mengukir senyum cantik di wajahnya.


"Maafkan aku."


Sejujurnya Edgar tidak tahu untuk apa dia meminta maaf. Namun, hanya kata itu yang terpikirkan dalam kepalanya saat ini.


"Tidak perlu minta maaf. Aku bahkan tidak yakin kalau kau mengerti alasanku bersikap seperti tadi."


Lihat! Dia bahkan tidak memeluk atau menciumku di saat seperti ini! Padahal biasanya Edgar selalu melakukan itu saat aku marah atau merajuk!


Kesal karena ketidakpekaan Edgar, akhirnya Anna melanjutkan langkahnya menuju toilet. Dia sudah tidak ingin lagi bertengkar di hari pertama bulan madunya. Mereka adalah pengantin baru yang seharusnya bermesraan, bukan beradu mulut seperti seorang musuh.


***


Malam menyapa, saat ini Anna sedang berbaring di ranjang super besar sambil memainkan ponsel pintarnya. Dia mengenakan piyama tidur tanpa lengan berwarna merah jambu dan sedikit transparan.


Baiklah! Aku harus mencari tahu di internet sekarang!


Ya. Anna berniat mencari informasi mengenai suami yang tidak tertarik pada istrinya di malam pertama. Memalukan memang, namun Anna frustasi karena terus di tolak Edgar.

__ADS_1


Internet adalah satu-satunya cara yang dipilih Anna. Sebab, dia tidak mungkin menceritakan masalah pribadinya kepada orang lain.


Anna mengetikkan kata kunci yang sesuai dengan keingintahuannya dan mulai mencari artikel yang berkaitan. Dia membaca satu per satu setiap kalimat yang tertulis dan mencoba memahaminya.


Kira-kira seperti inilah isinya. Satu, seorang pria sangat menyukai wanita yang berpakaian seksi. Dua, seorang pria sangat menyukai wanita berdada besar. Tiga, seorang pria sangat menyukai wanita yang bersikap manja.


Sebenarnya masih banyak sekali hal-hal yang perlu dibaca, namun Anna malas membacanya hingga akhir.


Seksi? Manja? Dada besar? Aku sudah melakukan dua hal di atas. Berpakaian seksi dan bersikap manja. Namun, Edgar sama sekali tidak goyah. Apa karena dadaku kecil?


Artikel yang menyesatkan. Sepertinya Anna sangat percaya dengan artikel yang entah siapa penulisnya. Dia berpikir untuk membesarkan dadanya agar Edgar tertarik. Oleh sebab itu, dia kembali berselancar di internet untuk mencari cara bagaimana agar dadanya membesar.


"Kau belum tidur?"


Terkejut karena kedatangan Edgar yang baru selesai mandi, Anna refleks menyembunyikan ponselnya di bawah bantal dan tersenyum kaku.


"A-apa? Ah iya, aku belum mengantuk tapi aku hendak tidur sekarang."


"Di luar hujan jadi pakailah selimut yang tebal untuk menutupi tubuhmu agar tidak kedinginan." Edgar berbicara tanpa melihat ke arah Anna.


Ck! Kenapa Anna berpakaian seperti itu? Hidungku hampir berdarah karena melihat cara berpakaiannya!


Oh ayolah ... mengapa aku berpose seperti ini?!


Saat ini Anna sedang berusaha menggoda Edgar. Lagi. Ya, dia sengaja mengangkat satu kakinya ke atas dan bergaya sensual dengan harapan bahwa Edgar akan sedikit luluh dengan perilakunya yang seperti itu. Bisa dibilang itu adalah cara-cara yang dia ikuti setelah membaca artikel di internet.


Lihat aku, Ed!


Tidak ada yang salah bukan dengan seorang istri yang menginginkan di manja oleh sang suami? Begitulah yang Anna rasakan. Dia ingin di manja oleh Edgar dan menjalankan malam pertamanya yang tidak dilakukan malam kemarin. Setidaknya dia harus melakukannya malam ini.


Sementara itu, Edgar yang tadinya menatap ke arah lain pun sontak mengalihkan pandangan matanya ke arah Anna yang terlihat seksi.


Deg! Deg! Deg!


Jantungnya berdebar kencang, wajah serta tubuhnya menjadi panas, kala Edgar melihat penampilan Anna yang berusaha menggodanya.


"Anna ...," lirih Edgar pelan.

__ADS_1


Edgar melangkahkan kakinya menghampiri Anna dan duduk di sisi ranjang. Dia menatap tubuh cantik istrinya dari ujung kaki hingga ujung kepala dan membuat tubuhnya menegang. Tangan kanannya perlahan mengusap lembut paha Anna sedangkan tangan satunya meraih rambut wanita itu dan memainkannya dengan jari.


Cup!


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Edgar yang sedari tadi menahan hasratnya pun mencium Anna dengan kasar. Dia ******* bahkan menggigit bibir Anna tanpa peduli jika wanita yang dia cium mengerang kesakitan.


Tangan kiri Edgar yang mulanya memainkan rambut Anna kini berpindah ke belakang tengkuk sang istri dan mendorongnya agar ciuman mereka semakin dalam.


"Mmmmmhhh ... sesak ...," desah Anna dalam sela-sela ciuman.


Edgar kemudian melepaskan ciumannya seraya berkata, "Aku masih belum selesai."


Setelah mengatakan itu, Edgar kembali melanjutkan aksinya dengan menjelajahi leher Anna dan memberikan beberapa tanda kemerahan di sana.


Inilah Edgar yang sebenarnya. Apa aku berhasil? batin Anna girang.


Namun, baru saja Anna merasa senang, Edgar menjauhkan tubuhnya termasuk menghentikan semua kegiatannya pada leher jenjang Anna.


Seolah tak terjadi apa pun, Edgar berbaring di samping Anna dan memejamkan mata. Pria itu bahkan berbaring menghadap arah lain karena berusaha menahan sebagian hasratnya yang masih terpendam.


Aku tidak ingin menyakitimu, Anna.


Anna tidak mengetahui rahasia yang disembunyikan Edgar, begitu pun dengan Edgar yang tidak mengetahui keinginan Anna terhadapnya. Mereka sama-sama tidak jujur satu sama lain dan hanya memendamnya sendiri.


"Maaf, Anna, aku lelah. Selamat tidur...."


"Kau yakin akan tidur sekarang?"


Anna tidak percaya dengan perkataan Edgar. Seorang Edgar Dominic lelah hanya dengan bermain-main sebentar? Mustahil!


Karena tidak ada jawaban dari Edgar, Anna kemudian memeluk Edgar dari belakang dengan sangat erat. Tangannya tidak diam, melainkan sengaja dia gerakan ke atas ke bawah, mengusap-usap dada bidang milik Edgar.


"Kau lagi-lagi menolakku, Ed. Apa aku berbuat salah padamu?"


Bergumam pelan, Anna tidak mengetahui bahwa Edgar sebenarnya belum tidur. Pria itu hanya memejamkan mata dan berpura-pura tidur untuk menghindari hal yang mungkin tidak akan Anna sukai.


"Aku juga ingin melakukannya denganmu. Kau tahu maksudku 'kan?" Anna terdiam sejenak. "Aish! Untuk apa aku berbicara dengan orang yang tidur?!"

__ADS_1


Jika Anna memiliki cukup keberanian, mungkin dia sudah berbicara langsung dengan Edgar. Namun, dia merasa malu dan gengsi akan hal itu. Mana mungkin dia berbicara kepada Edgar bahwa dirinya menginginkan hubungan intim dan membuat bayi secara terang-terangan? Mau ditaruh di mana wajahnya nanti jika Anna sungguh melakukannya?


"Hoooaamm ... selamat tidur, Suami."


__ADS_2