Tiba-Tiba Menikah!

Tiba-Tiba Menikah!
Jangan Sampai Hal Buruk Terjadi


__ADS_3

"Um ... apa kalian lapar? Sebenarnya aku ingin mencoba menu yang paling terkenal di kafe itu." Grace menunjuk ke sebuah kafe yang didekorasi penuh dengan warna merah muda. Atap kafe itu memiliki bentuk yang unik karena dibuat menyerupai mahkota seorang putri kerajaan. 


"Ow! Sejujurnya aku sudah lama sekali ingin pergi ke sana. Ada rumor yang mengatakan kalau sepasang kekasih berciuman di balkon kafe itu, cinta mereka akan abadi. Bukankah kita harus mencobanya?" 


Konyol. Entah siapa yang menyebarkan rumor konyol dan tidak masuk akal itu, namun sepertinya Anna termakan dengan rumor konyol itu. Memangnya kafe itu memiliki sihir? Hingga bisa membuat cinta sepasang kekasih menjadi abadi?


Tak ingin menghancurkan hati Anna yang tengah bahagia, Edgar sontak menyetujui ajakan Grace untuk makan di kafe tersebut. Kafe itu sangat ramai oleh para pasangan muda, sepertinya mereka datang karena mendengar rumor konyol itu. 


"Syukurlah karena masih ada meja yang kosong," ucap Anna. 


Duduk berpasangan dan saling berhadapan, Anna terus menyenggol lengan Edgar dan memberinya sinyal untuk pergi ke balkon. Namun, Edgar berpura-pura tidak mendengar dan justru sedang berpikir untuk menghindari tingkah konyol Anna. 


Edgar bangkit dari kursinya. "Aku akan pergi ke toilet. Kalian bisa memesan makanan apa pun untukku."


"Akan memesankannya untukmu," ucap Kevin sebelum Edgar pergi dari tempatnya. 


Lagi pula, Kevin sangat mengetahui makanan kesukaan Edgar dan apa saja yang membuatnya alergi. 


"Kenapa?" tanya Kevin. Dia melihat wajah Anna yang tampak marah dan menatapnya tajam. 


Anna merasa kesal dan cemburu kepada Kevin. Anna adalah istri Edgar, namun dia tidak mengetahui semua hal tentang suaminya itu. Yang paling membuatnya kesal adalah karena Kevin lebih tahu seluk beluk Edgar daripada dirinya! 


Mengalihkan pandangan, Anna refleks menyipitkan matanya ketika melihat seseorang yang tampak tidak asing. 


"Grace, bukankah itu wanita tua yang pernah menanyakan Edgar?" Anna menunjuk Venna yang berpenampilan rapi.


"Wanita tua? Maksudmu gelandangan yang kita temui di jalan saat akan ke kafe?" Grace melihat ke arah wanita yang Anna tunjuk. "Wajahnya sedikit mirip, tapi sepertinya mereka orang yang berbeda. Penampilannya saja sudah berbeda, bukan?"


Grace hanya berpikir, bagaimana mungkin seorang gelandangan tiba-tiba berubah menjadi wanita cantik yang berpakaian rapi seperti model? Lagi pula, banyak wajah manusia yang mirip meskipun mereka tidak ada hubungan darah. Ya, kejadian seperti itu disebut sebagai fenomena doppelganger, yaitu penampakan seseorang yang memiliki fisik yang kembar meski bukan saudara kandung.


"Benarkah? Tapi, aku yakin kalau dia adalah wanita itu!" kukuh Anna. 

__ADS_1


Sebenarnya Anna khawatir karena sering bertemu dengan wanita tua itu. Apalagi wanita tua itu selalu hadir di tempat di mana Edgar berada. Anna juga masih penasaran, mengapa wanita tua itu menanyakan Edgar dan berkeliaran di sekitarnya? Apakah dia penguntit? 


Sementara itu, Kevin yang tidak mengerti percakapan mereka hanya diam dan memperhatikan. Namun, Kevin penasaran dengan wanita tua yang Anna bicarakan.


Kevin melihat wanita yang Anna maksud dan langsung membelalakkan mata. 'Venna?' pikirnya.


"Apa maksudmu wanita itu?" Kevin bertanya pada Anna sambil menunjuk Venna yang memakai gaun panjang dan topi jenis floppy hats.


"Hn."


Jawaban singkat Anna memperjelas semuanya. Ya, Venna sudah mengincar Edgar sejak lama. Minta maaf? Omong kosong! Wanita itu hanya akan memperburuk keadaan Edgar jika bertemu. Kevin tidak akan membiarkan Venna menemui Edgar! Tidak akan! 


Melihat Venna yang bangkit dari kursinya dan berjalan ke toilet, Kevin yakin kalau wanita itu memang berniat menemui Edgar. 


'Ck! Bagaimana bisa dia mengetahui lokasi Edgar?' geram Kevin dalam hati. 


Sebelum terjadi sesuatu yang buruk, Kevin sontak berdiri dan mengikuti Venna dari belakang. Namun, sepertinya dia terlambat. 


Mendengar namanya dipanggil, Edgar sontak menoleh pada wanita yang berdiri di samping pintu toilet pria. Namun, Edgar tidak bisa melihat wajah wanita itu karena terhalang oleh topi yang dia pakai. 


"Siapa? Apa kau mengenalku?" tanya Edgar yang kebingungan. 


Venna menyeringai kecil sebelum dia memperlihatkan wajahnya pada Edgar. Begitu topinya dibuka, Venna sontak menatap mata Edgar dengan wajah serius. 


Deg! 


Pupilnya membesar, seluruh tubuh Edgar terasa sangat panas dan sakit yang luar biasa. Jantungnya berdetak sangat kencang dan napasnya memburu. Edgar kembali mengingat perasaan menjijikkan yang dia terima saat dilecehkan oleh Venna. 


Bayang-bayang masa lalu yang sudah mulai terlupakan, akhirnya kembali muncul dalam sekejap mata. Wanita yang melecehkan secara seksual dan membuat Edgar trauma mendalam, kini tengah berdiri di hadapan Edgar dengan wajah seolah tak berdosa. Menjijikkan! 


Venna mendekati tubuh Edgar yang mematung dan meraih dagunya. Wajah tampan Edgar begitu memesona saat sedang terkejut dan ketakutan. Tanpa sadar, Venna menutup mata dan membayangkan dirinya menaklukkan Edgar, seperti saat pemuda itu masih kecil. 

__ADS_1


"Kenapa?" bisik Venna, "kau takut padaku?"


Sampai saat ini, Edgar tak pernah berpikir bahwa dia akan bertemu lagi dengan Venna. Edgar diberitahu orang tuanya kalau wanita gila itu akan membusuk selamanya di penjara sehingga Edgar tidak perlu khawatir. Namun, mengapa wanita gila seperti Venna bebas dari penjara? Bahkan wanita itu sekarang tengah berdiri di hadapan Edgar.


Meskipun Edgar tidak membuka mulut soal Venna yang menggagahinya. Namun, karena Venna melakukan kekerasan fisik pada tubuh Edgar hingga meninggalkan bekas, pengadilan memutuskan untuk memberi hukuman penjara seumur hidup kepada Venna dengan gugatan atas penculikan anak dan penyiksaan terhadap anak.


"B-bagaimana bisa kau bebas?" Tergagap, Edgar nyaris tidak bisa mengeluarkan suara karena tertahan di tenggorokan. 


"Ya, aku selalu melakukan hal baik selama di penjara. Oleh karena itu, mereka membiarakanku bebas setelah sepuluh tahun mendekap di penjara sana."


Edgar bergeming. Sementara itu, Venna mengitari tubuh Edgar dan menatapnya dari atas hingga bawah. Wajah tampan dan tubuh tegap, sungguh pemuda idaman. 


Venna berhenti di belakang tubuh Edgar, sedangkan tangannya meremas ****** pria itu dengan kencang. "Kau mengingatnya? Aku memukulmu keras di bagian ini hingga kau menjerit."


Tidak mungkin Edgar melupakan itu, seluruh tubuhnya seperti sudah di lumuri kotoran hewan karena disentuh oleh Venna. Tangan wanita itu, Edgar ingin memotongnya menjadi beberapa bagian. Tangan iblis yang telah menodainya dan membuat Edgar persis seperti dirinya.


"Kenapa?!" geram Venna, "kenapa kau memasang wajah seperti itu?!"


Venna menjambak rambut Edgar ketika melihat ekspresi jijik dari pemuda itu. Wajahnya cantik dan tubuhnya bagus, namun, mengapa semua pria tidak ada yang menyukainya? Gara-gara hal itu, Venna harus menculik dua orang anak di bawah umur untuk memuaskan hasratnya. 


Venna kecanduan **** karena selalu dicabuli oleh ayahnya sejak kecil. Rasa hampa menghampiri Venna ketika ayahnya meninggal dan tidak pernah menyentuhnya. Itulah mengapa Venna sangat menginginkan seorang pria. Namun, tidak ada satu pun pria yang menyukainya, mereka justru selalu memandangnya jijik! 


"Berhentilah memandangku seperti itu! Kau membuatku muak!" teriak Venna. Tangannya dilayangkan ke atas dan hendak menampar pipi Edgar. Namun ...


"Dasar wanita gila!" Kevin menahan tangan Venna dan menghempaskannya hingga menjauh dari Edgar. "Ed, kau tidak apa-apa?"


Kevin bisa merasakan tubuh Edgar yang masih sedikit bergetar. Meskipun tadi Edgar terlihat tidak apa-apa dari kejauhan, namun tampaknya tidak seperti itu. Edgar hanya berusaha untuk tidak terlihat lemah di hadapan Venna. 


"Cih! Kenapa kau mengangguku?" ucap Venna sarkastik. 


"Bukankah aku sudah bilang untuk tidak menganggu kami lagi, terutama Edgar!" 

__ADS_1


Emosi Kevin sudah tidak bisa ditahan lagi. Semua yang dikatakan Venna waktu itu memang tidak bisa dipercaya! Namun, Kevin juga lengah karena tidak pernah memikirkan kalau Venna akan terus menguntit mereka. Seharusnya Kevin lebih waspada agar wanita gila itu tidak bisa mendekati mereka. 


__ADS_2