Titisan Penakluk Jin

Titisan Penakluk Jin
Bab 30


__ADS_3

"Sen-sensei? Sensei mau ngapain?"


Agustina terlihat keluar dari dalam kamarnya hanya mengenakan lingerie hijau janur tanpa menggunakan bra dan juga ****** *****. Dua buah titik timbul berwarna kecoklatan dibagian dadanya tersembul menerawang dari balik lingerie yang ia kenakan.


Lekukan khas tubuh janda yang indah terlihat pada dirinya. Aroma sensual dari parfumnya menyeruak memenuhi ruangan membuat hasrat bergelora. Sejengkal sawah yang tak begitu lebat juga seakan mengintip nakal dari balik lingerie bagian bawahnya.


"Ke-kenapa sensei berpakaian seperti itu?" Arya masih tak mempercayai apa yang terlihat di depan matanya.


"Arya, bagaimana penampilanku? Apa aku cantik? Apa kau suka?" jawabnya menggoda sambil menetap tajam kedalam penglihatan Arya.


Arya membalas tatapannya tetapi Arya merasakan sesuatu yang ganjil dari sikap dosennya ini. Raut mukanya sedikit berbeda dengan dosen yang ia kenal, atau mungkin ini hanya perasaannya saja.


"I-iya sensei, sensei cantik sekali," sahut Arya gelagapan.


"Benarkah? Apa kau tak berbohong Arya sayang?" tangan Agustina mengelus pipi Arya secara perlahan. Arya seketika menelan ludahnya karena begitu tergoda.


Dengan tatapan menggoda dan penuh nafsu, Agustina mendekat perlahan dan tiba-tiba ia meregangkan kakinya seraya di naikkannya salah satu kakinya duduk diatas paha Arya seperti sedang menaiki motor. Agustina duduk di atas pangkuannya mengalungkan kedua tangannya di leher Arya seraya berbisik genit,


"Apakah kau menginginkanku?"


Sedari tadi Arya hanya terpaku membatu melihat tingkah dosennya, ketika Agustina berbisik nakal ditelinganya, sontak membuat Arya terjingkat begitu terkejut. Joni-nya pun ikut kaget dan mendadak menjadi keras seakan siap untuk diluncurkan.


"Ini tidak benar, ini pasti ada sesuatu yang salah, meskipun sensei sangat cantik dan terkesan seksi, tak mungkin sensei akan melakukan hal yang diluar batas," batin Arya merasa sangsi.


"Sensei, sensei tolong hentikan sensei! Sensei tak mungkin serendah ini menggoda muridnya sendiri," Arya sedikit menolak da memberontak. Meskipun sayang hal seperti ini tak akan datang dua kali, tetapi ia merasa takut kalau semua ini hanya jebakan atau sejenisnya.


"Apa kau tak mau sayang? Aku sudah lama melihatmu memperhatikanku selama aku mengajar di kelas. Aku juga tahu kalau tatapanmu kepadaku mengandung sedikit hasrat dan nafsu. Apa aku salah?" ucap Agustine seraya mendekatkan bibirnya yang merah merekah ke bibir Arya.

__ADS_1


Tak kuasa menahan godaan demi godaan yang dilancarkan Agustina, akhirnya Aryapun hanya pasrah mengikuti permainan dosennya ini. Diraihlah punggung Agustina seraya membalas kecupan dan pagutan darinya.


Dengan penuh nafsu, Arya ******* bibir seksi sang dosen, Agustina pun membalas liar ciuman dari Arya. Sesekali mereka saling menghisap dan beradu lidah dengan sangat lincah. Tangan Arya bergerak tanpa disadari dan meraba serta merayap dibalik lingerie Agustine sudah tersingkap.


Dengan kelihaian tangannya, Arya bisa membuat Agustina melayang terbang tinggi merasakan sensasi nikmat yang sudah lama ia tak rasakan.


"Jujur sayang, aku sudah lama tak merasakan sentuhan lelaki sejak 3 tahun lalu, baru kamu seorang yang bisa membangkitkan gairahku," kata Agustina.


Tak menanggapinya, Arya langsung kembali ******* bibir sensualnya itu sambil tangannya terus menerus meremas gumpalan kenyalnya dan memilin tonjolan kecil diujungnya yang nampak mengeras itu. dan itu berlanjut sampai mereka melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri yang baru saja menikah.


Setelah hubungan terlarang antara dosen dan muridnya itu sukses dilaksanakan, mereka sejenak saling pandang dibuai kenikmatan setelah selesai melepaskan gairah yang selama ini mereka pendam. Tubuh Arya akhirnya terguling kesebelah Tina yang sedang terengah-engah seperti telah melakukan lari maraton 10km. Mereka berdua bertukar pandang dan akhirnya mereka kembali berciuman mesra.


"Terima kasih ya sayang, kau telah memberiku sesuatu yang berkesan, sudah lama aku tak merasakan sensasi kebahagiaan ini," ucap Tina sambil mengelus lembut pipi Arya yang sedang menatapnya.


"Iya aku juga seneng kok sayang, awalnya sih aku takut, takut ada kamera tersembunyi atau apa, hahaha," sahut Arya sambil sedikit bercanda.


"Hahhah ya gak lah, cuma takut aja, tapi yah namanya juga rejeki, masa iya aku tolak sih?" dengus Arya sambil tertawa nyengir.


"Dasar kamu nih!" cubitan kecil dari Tina mendarat di pinggang Arya.


"Awwww sakit atuh yang,"


"Hahaha, biarin," sahut Tina lalu kembali melayangkan ciuman mesra di bibir Arya.


"Aku sayang kamu Arya," ucap dosen cantik penuh keseriusan setelah melepaskan bibirnya yang terpaut dengan Arya.


"Aku juga, tapi bagaimana kita nanti di kampus?" Arya masih tak percaya ia telah menggauli dosennya sendiri.

__ADS_1


"Kita di kampus yah seperti biasa layaknya dosen dan mahasiswa, di luar itu, yah kita bisa seperti saat ini," ujar Tina sambil bangkit lalu duduk.


"Emang bisa?? Yah di coba dulu deh, aku takut kesannya jadi berbeda,"


"Yah awalnya mungkin sedikit aneh sayang, tapi lama-kelamaan pasti bisa, aku percaya itu." ucap Tina mantab.


"Bytheway, kamu udah punya pacar?" tanya Tina penasaran.


"Hmmm belum sih, tapi kalau gebetan ada, kenapa emangnya?" Arya bertanya balik.


"Tak apa-apa misalkan kamu sudah punya pacar, aku tak akan mengganggumu. Aku cuma ingin kamu ada didekatku, memenuhi hasrat birahiku, dan aku sudah menemukan orang yang tepat yaitu kamu Arya, jadi ketika kamu atau aku sedang butuh, kita bisa saling memenuhi hasrat kita satu sama lain," ujarnya.


"Apakah kau mau mengabulkan permintaanku ini sayang?" tanya Tina sambil sedikit memelas.


"Iya aku mau sayang, mauuuu banget, toh udah lama juga aku suka sama kamu, cuma ya gitu ada dinding penghalang besar yang memisahkan kita, dosen dan mahasiswa. Awalnya aku pikir tak mungkin, tapi tak disangka akhirnya saat ini kejadian juga," sahut Arya menenangkan hati dosen cantik itu.


"Terima kasih yang, please, jangan jauh-jauh yah, kalau aku pengen, kita kayak gini lagi yah," raut wajah Tina mulai memelas manja.


"Iya iya, bawel amat sih sayangku satu nih!" hibur Arya seraya mencubit hidung mancung dosennya itu.


"Ihhh sayang," ucapan manja Tina membuat Arya gemas dan serta merta memeluknya.


Meskipun umur mereka terpaut jauh, Arya 19 tahun sedangkan Tina 33 tahun, namun di saat seperti ini mereka bertingkah layaknya sepasang anak muda yang sedang dimabuk cinta.


Ketika mereka sedang melepas lelah sembari bercanda ria, tiba-tiba tanah berguncang seolah sedang terjadi gempa bumi dadakan. Mereka berdua pun sampai terjatuh dari tempat tidur karena goncangan hebat itu. Tak mendarat di tanah, tetapi Arya jatuh kedalam sebuah lubang hitam tak berdasar yang sekonyong-konyong muncul begitu saja.


"Aaaaaarghhhhhh!"

__ADS_1


*******


__ADS_2