
"Slurrrppp, ahhhhh," suara Arya sedang menyeruput kopi hitamnya yang masih panas.
Telolet telolet telolet
"Halo, assalamualaikum Dil, ada apa?" tanya Arya kepada Dilla yang sedang menelepon.
"Gakpapa Arya, kangen pingin telpon aja,"
"Apaaaaa?" tiba-tiba Arya berteriak.
Asih yang sedang melihat keluar jendela mendadak menoleh ke arah Arya karena terkejut mendengar teriakan Arya yang tiba-tiba.
"Paan sih bikin kaget aja!" gumam Asih.
"Ihhh Arya apaan sih pake teriak-teriak?"
"Hehehe kaget aja kamu bilang kangen, tumben-tumbenan gitu, hmm, emang lagi apa kamu sekarang Dil?" tanya Arya terlihat senyum-senyum sendiri.
"Nih lagi sisiran aja di depan cermin, aku baru selesai mandi,"
"Cihhh bucin!" Asih yang mendengar obrolan Arya, memeragakan gerakan orang lagi mual.
"Apa? Sirik aja kamu!" sahut Arya sambil melotot ke arah Asih yang sekarang lagi cekikikan.
"Aku kenapa Arya? Sirik kenapa Arya?"
"Ehh maaf Dil bukan kamu, nih loh tetangga sebelah ada yang lewat terus ngeledekin aku, katanya aku bucin," sahut Arya berbohong.
Asih yang melihat Arya kebingungan, sekarang malah guling-guling sambil tertawa diatas kasur karena melihat tingkah lucu Arya.
"Ehh abis mandi? Samaan dong, aku juga habis mandi, nih lagi ngopi aja di kamar, bytheway kamu ada kelas hari ini?" Arya berusaha mengalihkan perhatian.
"Iya nih abis nih aku ada kelas pagi, nih lagi dandan dulu sebelum berangkat ngampus,"
"Wahhh sayang sekali aku gak bisa lihat kecantikanmu Dil, aku gak ada kelas pagi ini," sahut Arya menggombal tipis-tipis.
"Ahhh kamu bisa aja, gak jadi pake blush on nih,"
"Maksudnya gimana Dil? Gak jadi pake blush on?" tanya Arya kurang begitu paham.
"Kan muka aku udah jadi merah kena gombalanmu, makanya gak perlu pake blush on lagi gitu, heheheh,"
"Ohhh, hhahah, gak gombal Dil kan kenyataan emang kamu cantik," Arya tertawa karena baru paham maksud Dilla.
"Bucin, bucin, bucin, hoeekkkk," Asih berbisik ke telinga Arya sembari memeragakan gerakan orang mau muntah.
"Minggir sana! Ganggu aja!" teriak Arya kepada Asih sambil tangan kirinya menutupi lubang microphone yang ada pada ponselnya agar Dilla tak mendengar.
"Hihihihi, lucu yah ngeliatin orang bucin," Asih kembali melayang dan berputar-putar di atas kasur.
"Arya, Arya? Halooooo,"
"Eehh iya Dil maaf maaf," sahut Arya sedikit gelagapan.
"Kamu sibuk kah? Gakpapa ditutup dulu aja telponnya Arya kalau emang kamu lagi sibuk,"
"Nggak kok Dil sumpah, lagi santai aja, cuma ada sedikit gangguan tadi, gak usah dipikirin," ucap Arya sedikit gelisah.
"Owalah iya Arya, ehh gimana acara campingnya? Jadi?"
"Ya Allah sampe hampir lupa aku Dil, heheh, ntar sorean deh aku omongin lagi sama anak-anak, mereka jadi ikut apa gak," sahut Arya.
"Ya uda pokok kabarin aja yah gimana keputusannya, biar gak mepet-mepet banget,"
__ADS_1
"Okee Dilla siap deh," Arya menyanggupi.
"Ya udah kalo gitu, aku berangkat dulu ya Arya, jangan lupa sarapan, jangan banyak ngerokok, bye Arya, assalamualaikum,"
"Siap Dilla, ati-ati di jalan yah, take care, wa'alaikum salam," Arya membalas salam Dilla kemudian menutup telponnya.
Tiiiiitt
"Ehh kalo ada orang lagi telpon, jangan ganggu dong," ucap Arya tiba-tiba kepada Asih setelah menutup teleponnya.
"Hah? Sapa juga yang ganggu? Wong aku cuma komen kok, hihihi," sahut Asih sedikit nyengir.
"Iya komen tapi ngganggu, hmm," timpal Arya sewot.
"Abisnya, lucu liat orang lagi bucin, hihihi," ucap Asih sedikit meledek.
"Hmm, pasti Kunti jones, hahahah," Arya membalas meledeknya.
"Enak aja! Gini-gini aku udah punya pacar tau!" sahut Asih sambil menyandarkan punggungnya di tembok.
"Siapa? emg ada ya yang mau ama kamu? Huahahaha," ujar Arya seraya mengangkat alisnya.
"Kepo ahh," sahut Asih setengah cuek.
"Ahahah, ya wes bahas yang laen aja, mbak kuntinya nya lagi ngambek, hahahah," Arya kembali meledek Asih.
"Bodo amat!" jawab Asih ketus.
"Ehh, ngomong-ngomong, berarti cuma aku aja nih yang bisa lihat kamu?" tanya Arya mengganti topik pembicaraannya.
"Iyalah, cuma orang yang aku kehendaki yang bisa melihatku, selain itu kalau seseorang punya ilmu, dia juga bisa melihatku dengan jelas," pukasnya sambil mengangkat jari telunjuknya.
"Ohh begitu," Arya hanya mengangguk.
"Ya udah iya kapan-kapan kita jalan-jalan," sahut Arya sembari menyalakan sebatang rokok Surya 12.
"Yeee, beneran nih Arya?" tanya Asih memastikan.
"Iya Asih, beneran serius," sahutnya dengan nada serius.
"Asikkkk, makasi ya Arya," Asih beranjak dari duduknya lalu melompat dan memeluk Arya dari belakang.
tuingg, tuinggg
Arya sedikit terjingkat dari duduknya karena ada sesuatu yang menyentuh punggungnya, sesuatu yang empuk dan kenyal.
"Aduh, gede juga nih punya Asih, mueheheh," batin Arya seraya memikirkan hal yang tidak-tidak.
"Ehh tunggu dulu Asih, kunti kan bisa ngilang dan bisa terbang, hmm," Arya mendongak sambil memegang dagunya seraya berpikir.
"Iya emang bisa," sahut Asih cuek seraya melepaskan pelukannya pada Arya.
"Lha terus jalan-jalannya gimana?" tanya Arya lagi sambil menoleh ke arah Asih.
"Yah bonceng motor kamu dong, biar kayak orang pacaran, hihihihi," sahut Asih sambil memainkan ujung rambutnya yang panjang.
"Hmm maunya," kata Arya sok jual mahal padahal sih Arya mau-mau saja.
"Hihihihi,"
Asih yang tersipu malu kembali duduk di pinggiran kasur di belakang Arya, diraihnya bantal Arya lalu didekapnya erat. Sedangkan Arya masih berkutat dengan ponselnya.
"Bentar deh aku telpon anak-anak dulu," gumam Arya sambil mencari nomor Denny dan yang lain di kontak whatssapnya.
__ADS_1
....tuttt,tuttt,
"Halo Den, assalamualaikum,"
"Weee bro, wa'alaikum salam, ada apa ente tiba-tiba telpon, biasanya langsung cusss ke rumah kalau ada apa-apa,"
"Hahaha kebetulan aja lagi pegang hape, abis telponan ama Dilla, bytheway ente sibuk gak hari ini?" tanya Arya.
"Eitss, ciyeeee, hahaha, ane santuy kok hari ini, ada kelas sih cuman lagi males ngampus,"
"Dasar kebo, hahaha, aku ntar ke rumahmu ya, sekalian ajakin Wahyu ama Kemal," Arya meledek Denny.
"Bodo amat, wong dosennya malesin! Hmm, oke siap, tapi ada apa dulu nih nyuruh kita ngumpul?"
"Gak usah kuliah sekalian, hahaha, ini loh gimana jadinya rencana camping ntar, kita obrolin di rumah ente aja yah," sahut Arya.
"Owalah siap deh kalo gitu, jam berapa kira-kira sorenya?"
"Hmm, abis ashar aja deh, gimana?" tanya Arya.
"Ya Allah lupa aku kalo ashar mau keluar nganterin mama ke rumah budhe, gini aja bro, ketemuan di kopdar Suhat aja yok sekalian ngopi, piye?"
"Owalah yo wes kalo gitu, jangan lupa anak-anak kabarin, ketemuan di Suhat," ucap Arya menyetujui.
"Oke deh siap, abis ashar aku langsung meluncur kesana abis ngenterin mama,"
"Yo wes kalo gitu bro makasi, assalamualaikum,"
"Waalaikum salam,"
Tuttttt,
"Kamu mau kemana ntar sorean?" tanya Asih tiba-tiba.
"Ohh nongkrong aja temen-temen," sahutnya sambil menyalakan laptopnya.
"Kemana?" tanya Asih penasaran.
"Kepo," sahut Arya sambil mengetik pasword laptopnya.
"Ihhh pelit! Aku kan cuma pingin tau, gitu aja gak boleh!" celetuk Asih sedikit ngambek.
Aryapun menoleh ke arah Asih, lalu menjulurkan tangannya meraih pipi Asih dan mencubitnya,
"Gak usa ngambek dong," Arya mencubit pipi Asih sambil tersenyum.
"Awww sakit tau!" seru Asih sambil menggosok pipinya pelan.
"Aku ntar mau ngumpul ama anak-anak di Suhat, sekalian ngopi," timpal Arya sambil berbalik menghadap laptopnya.
"Owalah, enak dong rame-rame," sahut Asih sedikit lesu karena akan ditinggal sendirian.
"Mau ikut?" Arya menawarkan.
"Emang boleh?" tanya Asih kurang yakin.
"Yah boleh dong, siapa yang ngelarang?" sahut Arya.
"Yeeee asikkk, bonceng yah," Asih melompat girang.
"Siappp bosss, ya udah aku ngerjain tugas bentar, nih hape kalau mau yutub-an lagi," kata Arya sambil menyerahkan ponselnya kepada Asih.
*******
__ADS_1