Titisan Penakluk Jin

Titisan Penakluk Jin
Bab 32


__ADS_3

Klunthing, klunthing


"Haduh siapa sih nih wa, ohh Dilla," Arya mengecek wa dari Dilla dan membalasnya.


Dilla : "Assalamuaaikum, lagi apa Arya?"


Arya : "Wa'alaikum salam, nih lagi di rumah Denny, bantu siap-siap selametan ntar malem, kamu sendiri lagi ngapain?"


Dilla : "Nih lagi di taman kampus ama Sarah, kelas baru selesai soalnya,"


Dilla : (pap sama Sarah yang lagi pose melet)


Dilla : "Ehh minggu depan kan kita udah mulai liburan semester, aku ama Sarah ada ide gimana kalau kita camping gitu?"


Arya : "Wahhh bole juga tuh idemu, coba ntar aja yang lain biar rame, kayak si Denny dkk, atau temenmu yang lain juga boleh."


Dilla : "okee deh siap Arya,"


Arya : "ya uda aku lanjut dulu ya..met nongki aja ya Dil, salam buat Sarah bawel"


Dilla : "oke Arya, kamu jangan capek-capek yah, jangan telat makan,"


Arya : "siap bosss, kamu juga ya, ya udah babay,"


Dilla : (kirim stiker bergambar cewek sedang berpose "OKE")


Aryapun lanjut memainkan gamenya setelah mengakhiri wa-nya dengan Dilla. Tak terasa sudah 1 jam Arya main game dan tiba-tiba dari dalam kamar, Tante Ratih memanggilnya.


"Sayang, Arya."


"Iya tan, ada apa? Tante udah bangun??" Arya sedikit mengeraskan suara dan beranjak menuju kamar Tante Ratih.


"Iya nih uda agak mendingan, tapi nih punggung rasanya masih sakit," sahutnya sambil memegang punggungnya.


"Coba Arya lihat te," Arya mencoba memeriksa.


Seketika Tante Ratih yang belum mengenakan pakaian itu membuka selimut. Ia bangkit dan duduk membelakangi Arya, Tante Ratih menunjukkan punggungnya dan Arya terkejut melihat ada tanda ungu sebesar buah apel.


"Te, ada memar segede apel di punggung tante, mau dikompres te?" Arya menawarkan.


"Iya kah? Pantesan sakit, gak usah de, coba gosok pake minyak aja, kali aja ntar sembuh," sahut Tante Ratih.


"Tolong kamu ambil minyak urut di laci situ," Tante Ratih menunjuk ke arah meja riasnya.


Setelah mengambil minyak GPU yang hanya tinggal setengah itu, Arya lalu menggosok pelan punggung tante Ratih yang putih mulus itu. Seketika juga gairah Arya kembali bergejolak, tak disangka Tante Ratih juga merasakan hal sama ketika punggungnya di sentuh Arya.


Belum selesai Arya menggosok punggungnya, Tante Ratih malah berbalik badan dan langsung menyambar mulut Arya. Arya yang tak menolak pun langsung menanggapinya dengan antusias.


"Kurang ajar! Dasar wanita ja**Ng!" gumam sosok wanita tak kasat mata yang sedari tadi terus mengawasi pergerakan Arya.

__ADS_1


"Sampai mana kau akan terus menggoda Arya! Jika kau lebih jauh lagi, kau akan merasakan kemarahanku!" tambahnya seraya mengepalkan telapak tangannya.


"Udah ya Tante, maaf ya udah jam segini takut ntar Denny atau om keburu datang kalau kita lanjutin," ucap Arya sembari menjauhkan tangan Tante Ratih yang diam-diam sudah masuk kedalam celana Arya.


"Ahhh iya sayang maaf, hehehe abisnya Tante udah gak kuat nahan, maaf ya," kata tante Ratih malu-malu.


"Ya uda Tante pakai baju dulu gih, aku mau cuci tangan dulu," ucap Arya lalu bangkit berjalan menuju wastafel di dapur.


"Untung kau tidak melanjutkannya, kalau tidak, akan kuberi pelajaran sampai kau mampus!!" geram sosok tak kasat mata itu sembari matanya melotot kearah Tante Ratih yang sedang memakai dasternya.


Tiba-tiba terdengar suara motor R16 yang sudah familiar di telinga Arya sedang masuk kedalam garasi.


"Assalamualaikum ma," suara Denny terdengar dari luar.


"Wa'alaikum salam Den, udah pulang?" sahut tante Ratih dari dalam kamar yang sedang buru-buru merapikan rambutnya yang acak-acakan.


Arya yang mendengar suara Denny pun segera menghampirinya.


"Weeee bro, ente disini? uda lama? Kok gak wa dulu tumben?" tanya Denny sambil membuka kulkas untuk mengambil air minum.


"Barusan aja dateng, belum sempet wa ente, nih aja aku belum duduk, abis nganterin pesanan mamamu tuh," Jawab Arya sambil menunjuk nasi tumpeng yang ada di meja menggunakan dagunya.


"Iya Den, baru dateng si Arya, tadi mama minta tolong bantuin disini buat acara ntar malem," sahut tante Ratih yang sekarang sudah rapi seperti semula.


Sebenarnya disini Arya ada perasaan tidak enak sama Denny atas apa yang sudah dilakukan di belakangnya dengan tante Ratih. Tapi Arya berusaha bersikap senormal mungkin agar Denny tak menaruh rasa curiga.


"Owalah bagus deh kalo gtu, aku gak kecapekan sendiri, hahaha," Denny tertawa sambil menepuk bahu Arya.


"Ehhh, aku tadi di wa Dilla Den, katanya minggu depan mau ngajakin camping,"


"Lohhh wenak iku Bro, camping dimandos?" tangan Denny mengambil pastel yang ada di meja lalu melahapnya.


"Gak tau aku, belum diputusin sih camping dimana, nunggu peserta mungkin," Arya menjawab sambil mengangkat kedua bahunya.


"Ya wes lah nunggu konfirmasi selanjutnya ae bro, ente gak mandi dulu?" tanya Denny yang sekarang melepaskan kemejanya karena kepanasan.


"Hehehe iya ane belum mandi sore sih, cuma tadi pagi doang sebelum ngampus, ntar aja deh numpang mandi ye," Arya menyahut.


"Ya uda aku mandi dulu, uda sore juga, abis nih ente mandi terus kita beres-beres buat ntar malam," Denny berlalu menenteng handuk dan masuk ke kamar mandi.


"Ahshiyappppp bos!" sahut Arya sambil berpose hormat ala-ala Ata Gledek.


   Tante Ratih yang mengetahui bahwa Denny sudah masuk ke kamar mandi, langsung menghampiri Arya dan langsung memeluknya dari belakang, Arya yang lagi duduk bersandar itu sedikit kaget dan menoleh kebelakang, Tante Ratih pun langsung ******* bibir Arya tanpa aba-aba. Arya hanya bisa pasrah menanggapi mamanya Denny ini yang lagi ganas-ganasnya.


"Ahhh Tante jadi nafsu terus kalau lihat kamu sayang," goda Tante Ratih.


"Ssstt, jangan keras-keras te, ntar Denny denger," bisik Arya seraya mengatupkan jari telunjuk di bibirnya.


"Uppsssss iya Tante lupa hehehe, pokoknya tante gak mau tahu, besok atau lusa kamu kesini atau kita ketemuan di luar," paksa tante Ratih.

__ADS_1


"Iya-iya Tante cantik," goda Arya sambil mencubit mesra pipi Tante Ratih.


"Ihhhh kamu," muka Tante Ratih mendadak menjadi merah padam karena malu, seperti seorang gadis yang baru dengar kata-kata gombal.


"Ehh, kalau lagi ada orang lain, jangan panggil sayang Tante, ntar takutnya Tante keceplosan pas ada Denny atau orang lain," Arya berpesan kepada tante Ratih.


"Siappp sayangku," Tante Ratih menyetujui permintaan Arya dan kembali mengecup mesra bibir Arya.


Sebenarnya Arya tahu kalau semua yang dilakukannya tidak benar, tapi mau bagaimana lagi, dorongan setan lebih kuat daripada imannya. Namanya juga remaja labil yang masih ingin tahu segala hal termasuk hal-hal berbau konten dewasa.


Author : "Jangan ditiru yah pembaca sekalian, ingat! Kesempatan tidak datang dua kali! Waspadalah!"


Arya : "Woiii kebalik Thor! Malah ngajarin yang gak bener! Yang bener tuh Ketika Kesempatan datang, hajar bosss!"


Plaaaakkkkk


Arya : "Woii author stress! Pala orang maen keplak aja ente!"


Author : "Makanya jangan asal njeplak klo punya mulut! Ya uda lanjut yaaa gaes..jangan tiru Arya yah gaes! Dasar Arya c*bul!! Akowkaowka XD" (author kabur)


Denny keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dengan aroma sabun Lux yang menyeruak ke penjuru dapur.


"Weeee sueegere rekkkk," Arya mengendus bau Denny yang masih berbalut handuk.


"Weiiii hombreng! Hush hush! Tak rela eike diendus2 hombreng! emang Eike lekong apaan? Harore yee! Hmphh!" Denny meniru gerakan seperti benc**g stasiun yang lagi digoda supir truk.


"Akwokawoka, tanteeee Denny kumat!" Arya berteriak ke mamanya Denny.


"Biarin aja, kalo kayak gitu terus, Tante doain jadi ben**ng beneran!" jawab tante Ratih yang sekarang sedang menyapu lantai.


"Akaowkaowka mampus ente Den, biasanya doa ibu diijabah ama Allah loh, zehahahah!" Arya tertawa terpingkal-pingkal.


"Bodo amad! ora urus! Iki pisan mama yo doa e kok ya jelek banget ke anak sendiri!" sambat Denny kesal.


"Yo wes aku tak mandi sek ya Den, pinjem handuknya," Arya beranjak dari kursi dan hendak pergi mandi.


"Itu ambil aja dijemuran belakang yang warna merah, abis dicuci kemaren,"


"Okee siap,"


"Di kamar mandi jangan ngocok loh! Awas!" pesan Denny sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah Arya.


"Matamu picek a! Gini-gini aku anti ngocok yo, mending maen langsung weeeee," Arya mengejek Denny yang emang sudah menjadi jones sejak lama.


"Hmm, iya-iya percaya yang playboy tukang gonta ganti cewek, moga aja gak kena penyakit ente," Denny sambil nyengir.


"Hushhh lambemu rusak! Wes tak mandi dulu! Ojo ngintip loh!" Arya memperingatkan Denny lalu menutup pintu kamar mandi.


"Najis!" sahut Denny seraya melangkah menuju kamarnya untuk berganti pakaian.

__ADS_1


Seperti itulah keseharian Arya dan Denny jika bertemu, ada saja omongan dan guyonan yang mereka debatkan, membuat orang yang melihat otomatis ikut tertawa, apalagi Denny orangnya memang sedikit konyol dan tingkahnya diluar nurul.


*******


__ADS_2