
Suasana sore menjelang Maghrib di dalam ruangan cafe menjadi semakin ramai. Beberapa pasang remaja sudah duduk berhadapan sambil berbincang dan bersenda gurau. Ada segerombolan pemuda juga sedang asik mabar dengan keseruan mereka.
Beberapa dari mereka ada yang berlalu lalang ngalor-ngidul tak jelas, ada yang sedang memesan makanan di kasir, ada yang lagi foto-foto selfie dan ada pula yang tengah duduk sendirian sambil memainkan ponselnya.
Arya dan Asih berjalan bergandengan tangan menuju ke meja Denny, namun Asih tidak benar-benar berjalan dengan menapakkan kaki di lantai, tetapi sedikit mengambang di atas tanah, dan gerakannya pun lembut seperti balon yang sedang melayang. Arya melihat mejanya dari kejauhan dan ternyata disana sudah ada Wahyu dan Kemal sedang asik mengobrol.
"Abis boker ente? Lama banget?!" celetuk Denny sambil mengunyah kentang gorengnya.
"Iya nih tadi perutku mules, hehehe," sahut Arya berbohong.
"Udah dari tadi ente berdua datangnya?" tanya Arya kepada Kemal dan Wahyu.
"Nggak kok, aku baru aja nyampe, si Wahyu duluan tuh," jawab Kemal sambil menunjuk Wahyu menggunakan dagunya.
"Iya skitar 5 menitan yang lalu sih," timpal Wahyu sambil melihat-lihat buku menu.
"Belum pada pesen yah? Sekalian deh mumpung aku masih belum duduk, hahah, mau pesen apa biar aku pesenin ke kasir," ucap Arya menawarkan bantuan.
"Aku kopi hitam aja deh, nih americano," sahut Wahyu sambil menunjuk gambar di buku menu.
"Aku ice frappucino aja," Kemal menimpali.
"Gak sekalian cemilannya?" kata Arya menawarkan.
"Wahhh, cocok ente jadi waiter disini bro hahah, udah kayak si Winda aja ente," celetuk Denny.
"Hahaha, kali aja bisa part-time, karyawan cewek disini cantik-cantik soalnya," ujar Arya sambil sedikit berbisik.
Asih yang sedari tadi ada di belakangnya, mendengus kesal lalu mencubit pinggang Arya,
"Aduhhhh," Arya memekik pelan lalu menoleh ke arah Asih yang wajahnya sudah cemberut kecut.
"Hmm, mulai ganjen deh," ucap Asih sambil menengok ke depan muka Arya. Arya hanya tersenyum kecut tanpa protes.
"Napa bro?" tanya Denny.
"Gak tau nih tiba-tiba kayak ada yang gigit," sahut Arya berbohong lagi.
"Tikus mungkin, hahaha" sahut Denny acuh.
"Matamu!" Arya seraya meninggalkan meja lalu menuju ke kasir,
Arya berjalan sendiri ke arah kasir sementara Asih masih bediri di samping Denny,
"Mbak permisi, saya mau order minuman lagi," kata Arya kepada mbak kasir.
"Baik kak, silahkan," sahut mbak kasir.
__ADS_1
"Ice frappucino satu sama americano satu lagi mbak," timpal Arya sambil menunjuk gambar di buku menu yang menempel di balik kaca.
"Baik kak, meja nomor berapa?" tanya mbak kasir gemoy itu.
"Disana tuh mbak, meja nomor 10," sahut Arya sambil menunjuk ke arah mejanya.
"Baik ditunggu sebentar ya kak," ucap mbak kasir sambil memencet pesanan di tablet.
"Siap kak, makasi," Arya berbalik dan kembali menuju mejanya.
"Wes beres," ucap Arya sambil menarik kursi lalu mendudukinya.
"Piye? semua bisa gak Sabtu depan kita camping?" kata Arya membuka pembicaraan.
"Hmm ayas sihh oyi-oyi ae," sahut Denny dengan bahasa khas Malang.
"Aku sih gas ae," kata Wahyu mantap.
"Ikut wes, mumpung lagi free juga aku," Kemal juga menyahutinya.
"Trus campingnya dimana?" Denny menimpali.
"Di gunung kah? Bromo? Semeru? Arjuno?" tanya Wahyu memberi opsi.
"Yah aku sih terserah, ngikut ae," sahut Kemal.
"Jangan pasrah gitu lah bro, kasih saran kek dikit, jangan ngikut-ngikut doang," ucap Arya.
"Nahh sip iku, aku setuju, ambil keputusan lewat suara terbanyak ae," Wahyu mengiyakan saran dari Denny.
"Bentar, kalau cuma empat orang yah kurang broo, bentar aku telpon dulu si Dilla sama Sarah, mereka juga yang punya ide," sahut Arya sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.
"Widihhh, bakalan camping dua cewek cantik, ihirrrr," Kemal mendadak girang.
"Wesss mulai nih otaknya pada traveling," Wahyu menyahut sewot.
"Hahah, ya gak gitu juga bro, kan jadi semangat kalau ada yang bening-bening, bener gak bro?" Kemal mencari pembenaran dengan melirik ke arah Denny.
"Hahaha, yah namanya juga cowok ya kan," Denny setuju dengan pendapat Kemal.
"Bentar," seru Arya sambil mengangkat telapak tangannya.
Tuuuttttt,
"Halo Dil, sibuk gak? Nih aku lagi sama anak-anak lagi nongki di kopdar Suhat, nih mau voting," tanya Arya kepada Dilla.
"Gak sih, lagi santai aja Arya, wahhh asik nih rame-rame, emang voting apa Arya?"
__ADS_1
"Voting lokasi buat camping sabtu depan Dil, ehh bentar deh, aku sambungin ke Sarah sekalian biar enak," Arya mencoba menyambungkan teleponnya dengan Sarah.
"Ohh iya, oke deh Arya,"
Tuuutt, tuttttt
"Kok gak di angkat-angkat ya?" gumam Arya kembali menelpon Sarah.
Tuuttttt
"Ehhh sorry Arya, aku baru selesai mandi nih, ada apa? Ehhh nyambung Dilla juga?"
"Iya Saraah, Dilla, nih kita kan lagi ngumpul buat rencana camping sabtu depan, nih ada aku, Denny, Wahyu, ama Kemal, mereka semua ikut kok," Arya menjelaskan lalu mengaktifkan fitur loudspeakernya agar teman-teman yang lain bisa mendengarkan juga.
"Kalau kalian gimana? Jadi ikut kan?" tanya Arya kepada Dilla dan Sarah.
"Iya jadi dongggg," jawab Sarah penuh antusias.
"Iya aku juga ikut kok Arya," Dilla juga bersedia.
"Sipp deh kalau gitu, nah sekarang kita lagi ngadain voting nih, enaknya camping di gunung apa di pantai? Atau kalian punya ide lain?" tanya Arya seraya menengok ke teman-temannya yang sedang berdiskusi.
"Aku sih gunung ya," Wahyu menyahut memberikan suara pertama.
"Hmm, gunung juga sih, lama gak naek gunung soalnya," Kemal pun sepemikiran dengan Wahyu.
"Kalo ente?" tanya Arya kepada Denny yang sedang menghisap rokoknya.
"Pantai sih, aku paling males jalan naek gunung soalnya, hahaaha," sahut Denny sambil cengengesan.
"Iya pantes aja badan ente segede dustbin mall," celetuk Arya.
"Enak aja! Yang penting sehat kan, badan subur gini paling di cari sama cewek loh," timpal Denny tak mau kalah.
"Terus, kalau ente pengennya dimana bro?" Wahyu bertanya kepada Arya.
"Jujur aku pernah punya pengalaman buruk waktu hiking pas SMA, jadi yah masih males muncak lagi, hahaha," Arya tertawa kecut ketika pikirannya teringat masa lalu yang sedikit buruk waktu naik gunung 2 tahun lalu.
"Emang pengalaman buruk apa?" tanya Denny penasaran.
"Pernah kesasar aku 2 hari 2 malam waktu hiking ke Bromo," jawab Arya sambil nyengir.
"Lahh kok bisa nyasar? Kan ada base-base pendaki disitu disetiap titik?" Wahyu menimpali.
"Hahah, ya gak tau aku, namanya kesasar, kata orang sih aku mungkin abis nginjek akar pohon rimang," cetus Arya.
"Ahh iya aku juga pernah denger kalau orang abis nginjek akar pohon rimang, sudah dipastiin dia bakal nyasar, ntah nyasar muter-muter doang, atau yang paling nakutin tuh nyasar ke alam jin," kata Kemal sambil bergidik.
__ADS_1
"Hiiiiiii ..."
*******