Titisan Penakluk Jin

Titisan Penakluk Jin
Bab 34


__ADS_3

Di perjalanan pulang ke rumahnya, Arya menyempatkan mampir ke Alfa untuk top-up shopeepay yang tadi siang sempat tertunda karena bertemu Bu Agustina dan mengantarkannya pulang.


"Bagaimana ya nasib sensei setelah di bawa jin wanita tadi? Apakah dia akan disiksa seperti apa yang ia katakan tadi?" batin Arya penasaran sekaligus teringat dosennya yang sekarang tak tau dimana rimbanya.


"Apakah kau ingin melihat bagaimana kondisi wanita laknat itu sekarang? Hehehehe," tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang tak asing, suara yang sama persis dengan suara jin wanita yang ia temui tadi siang di rumah dosennya.


Aryapun sempat terkejut, motor maticnya sedikit oleng namun masih beruntung Arya bisa kembali mengendalikan laju motornya.


"Heii, ngapain kamu tiba-tiba nongol di jok belakang! Kalau mau muncul bilang-bilang kek! Kalo aku jatuh tadi gimana?" sahut Arya kesal karena di kejutkan dengan kemunculan wanita itu tiba-tiba.


"Hahaha maafkan aku Arya, aku tak bermaksud mengagetkanmu, asal kamu tahu, memang sedari tadi aku terus mengikutimu,"


"Ha?? Terus ngikutin aku?? Pas di kamar mandi juga?" Arya malah mempermasalahkan kamar mandi.


"Iya, hihihi," kata wanita itu sambil tertawa, tetapi ketika Arya menengok spion motornya, wanita itu tidak memantulkan bayangannya.


"Hahh!! Kamu berarti lihat aku tel**jang?" tanya Arya penasaran.


"Iyah, kenapa emangnya?" sahut jin wanita itu tanpa rasa bersalah.


"Dasar jin mesum!!" Arya mengumpat kesal.


"Tenang, aku tak akan bernafsu pada adikku sendiri," jawab sosok wanita yang sedang duduk menyamping di jok belakang motor Arya yang sedang melaju cukup kencang karena jalanan yang sepi. Selendangnya berkibar bak bendera yang sedang tertiup angin.


"Hah? Adik? Siapa? Aku?" Arya kebingungan mendengar pengakuan jin wanita itu.


"Ahhhh iya, tidak, bukan, hmm anu, maksudku aku sudah menganggap kamu adikku sendiri, bagitu Arya," sahut jin wanita itu agak gelagapan karena hampir saja keceplosan.


"Sebentar, aku mau tanya, kenapa kau mengikuti aku terus? Emang aku ada salah?" tanya Arya yang penasaran sekaligus kesal.


Setelah bertanya hal itu, Arya pun menurunkan kecepatan dan menepikan motornya ke bahu jalan, setelah berhenti, Arya turun dari motor dan berjalan ke arah halte bus yang tak jauh dari tempat ia berhenti.


"Sini ikut aku, biar ngomongnya enak," perintah Arya kepadanya.

__ADS_1


Jin wanita itu mengangguk seraya mengikuti Arya dan mereka berdua pun duduk berdampingan di halte itu, seperti sepasang pengantin baru yang duduk berdua di atas pelaminan.


Tiba-tiba terdengar suara musik gamelan yang semakin lama semakin keras, disela-sela musik gamelan yang berkumandang itu, ada suara bapak-bapak yang muncul entah dari mana,


"Para tamu sekalian, setelah mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, silahkan menikmati hidangan yang kami sajikan,"


Arya : "Woi author ngaco! Gak gitu konsepnya Bambang!"


   Author : "Wkwkwk maap-maap, becanda dikit kan gakpapa ya kan, soalnya dari tadi para readers serius banget bacanya."


   Author : "Maap ya gaes, maklum author labil, aowkaowka, ya uda lanjoddd, ehhh kita rewind dulu ya...siyuttttt"


Mereka sekarang duduk berdampingan di halte itu lalu Arya menoleh dan memandangnya. Pandangan Arya itu menyiratkan sorot mata penuh tanda tanya dan rasa penasaran. Arya sedikitpun tak merasa takut meskipun yang ia hadapi sekarang adalah sesosok jin, yang notabene siapapun pasti kabur apabila bertemu dengan mereka.


Malahan, Arya serasa sedang duduk berdua dengan manusia biasa, wanita biasa, ada perasaan nyaman yang tak biasa tiba-tiba menyeruak dari dalam lubuk hati Arya yang paling dalam. Sebenarnya siapa sosok jin wanita ini?


"Sekarang jelasin siapa kamu dan ngapain kamu ngikutin aku terus!" Arya memulainya langsung dengan serius.


"Aku hanya menjagamu dan melindungimu dari gangguan-gangguan yang menimpamu," jawab jin wanita itu datar.


"Aku juga gak tahu siapa kamu! Meskipun orang lain tak bisa melihatmu, aku yang kamu ikutin juga pasti ngerasa risih lah!" bentak Arya kepada jin wanita itu.


"Kalau waktunya sudah tiba, kamu akan mengetahui semuanya, termasuk siapa aku, dan mengapa aku mengikutimu terus," sahut jin wanita itu seraya menatap jalanan sepi dengan pandangan menerawang.


"Cihhh, jawaban itu lagi! Gak ada jawaban lain apa? Susah yah ngomong ama jin! udah ahh capek, aku mau pulang!" Arya kesal lalu beranjak bangkit dari duduknya.


"Jika tak ada aku, kau bakal mati tadi siang!" jin wanita itu mendadak bermuka serius.


Arya tiba-tiba mengingat hal yang terjadi padanya tadi siang, dan mengurungkan niatnya untuk pergi meninggalkan jin wanita itu.


"Ohh iya gimana nasib dosenku yang kau bawa tadi? Dan aku masih tak habis pikir, dosen yang kelihatan normal seperti itu bisa mempelajari ilmu sesat, hmmm sunggu di luar nurul," Arya yang tadi bermuka kesal, sekarang mendadak menjadi biasa saja seperti tak terjadi apa-apa.


"Kalau kamu ingin tahu bagaimana nasibnya, bila saatnya tiba, kamu akan aku ajak pergi ke alam jin, kamu bisa melihat dengan mata kepalamu sendiri, untuk sekarang fisikmu belum siap, kamu sekarang juga lagi di luar sendirian, untuk sekarang dia hanya diikat di salah satu pilar di penjara bawah tanah di alam jin," ujar jin wanita itu tetap penuh misteri.

__ADS_1


"Sebegitunya yah, hmm tapi kan aku sekarang tak apa-apa, aku masih sehat," kata Arya sambil membusungkan dadanya.


"Itu berkat aku," jawaban jin wanita itu kembali datar.


"Iya iya haduhhh," sahut Arya cuek.


"Apa kau tahu siapa yang membuat ibu temanmu terlempar sampai menabrak meja?" tanya jin wanita itu.


"Hah? Siapa? Kamu?" Arya kembali terkejut mendengar perkataan jin wanita itu.


"Iya aku yang melakukannya," jawabnya santai.


Teng teng teng..(terdengar suara wajan yang dipukul berulang-ulang, menandakan kemunculan sesosok tukang nasi goreng)


"Hah? Seriusan? Buat apa Markonaaaahhh!! Tujuanmu sebenernya ngapain sih? Orang gak salah apa-apa maen lempar aja! Lagian juga kamu ngapain gangguin orang lagi enak-enak sih!" Arya mengumpat kesal.


"Mas? Mas gakpapa? Malam-malam sendirian pake marah-marah segala? Kalau ada masalah itu jangan dipendam sendiri mas, awas malah kesambet loh mas," ucap Kang Nasgor yang kebetulan lewat di depan halte tempat Arya sedang berbicara dengan si jin wanita.


"Heheh gak kok pak, lagi latihan teater kok pak, besok di kampus ada lomba teater soalnya, heheh," jawab Arya sambil menahan malu.


"Owalah, kirain masnya stress banyak pikiran, heheh maaf ya mas, omong-omong  gak beli nasi goreng nih mas?" Kang Nasgor menawarkan dagangannya.


"Maaf gak dulu pak, barusan aja makan," Arya menolak halus.


"Ya uda deh kalau gitu, monggo mas," kang nasgor itupun berlalu pergi.


Teng teng teng..


Arya mengangguk pelan ke arah kang Nasgor itu kemudian berbalik arah kembali menoleh ke arah sosok jin wanita itu. Jin wanita itu terlihat menahan ketawanya sambil menutup bibirnya.


"Apa? Pake ketawa lagi! Lucu ya lucu? Puas kamu disangkain aku orang stress ama kang Nasgor?" Arya mendengus kesal.


"Ehh bytheway meskipun kamu tak mau ceritain semuanya, seenggak-enggaknya kasih tau kek namamu siapa, biar enak gitu," ucap Arya kembali merubah moodnya.

__ADS_1


"Baiklah jika kau memaksa, namaku adalah...


*******


__ADS_2