
Mendadak pingsan. Bu Agustina yang keluar segera menghampiri Arya dan akan menusuk Arya menggunakan pisau yang ia pegang.
Tiba-tiba Bu Agustina terlempar jauh seperti didorong oleh kekuatan yang besar. Sekonyong-konyong wanita misterius itu muncul dari udara kosong begitu saja. Dan menerjang Bu Agustina yang baru saja bangkit.
Di tampar dan di pukulnya wajah cantik Agustina sampa babak belur, lalu dijambak dan diseret sampai menuju ke dalam kamarnya.
Classshhhhhhhh..pandangan dalam pikiran Arya menghilang.
"Apa sekarang kau sudah paham Arya?" kata wanita itu membuat Arya tersadar.
"Ahhh iya, aku masih belum percaya kalau Agustina melakukan itu semua, tapi terima kasih kau telah menyelamatkanku," sahut Arya masih sedikit kebingungan.
"Baiklah kalau kau sudah paham dengan apa yang terjadi, aku akan membawa wanita iblis ini ke alamku, agar ia merasakan balasan yang sudah ia perbuat selama ini," tandas wanita itu.
"Ke alammu? Berarti kau bukan manusia?" celetuk Arya.
"Kelak bila saatnya tiba, kau akan mengetahui semuanya Arya," senyum mengembang di bibir manisnya.
Wanita itu berjalan kearah Agustina yang masih lemah. Ditariknya rambut Agustina dengan begitu keras, menyebabkan Agustina menjerit keras lalu merekapun menghilang lenyap begitu saja ditengah udara kosong.
"Apa-apaan tadi ya?? Kok aku jadi bingung sendiri? Ini mimpi juga bukan sih?" gerutu Arya sambil beranjak keluar dari kamar itu.
"Ahh sebaiknya aku segera pergi dari sini, takut kalau ada apa-apa lagi, hiiiiii," seketika bulu kuduk Arya berdiri dan Arya buru-buru keluar dari rumah minimalis itu dan menyalakan motor maticnya.
"Arya sekarang sudah dalam perjalanan pulang, dan setelah berkendara selama 20 menitan, sampailah ia di depan rumahnya. Ia pun langsung memacu motornya masuk kedalam karena pagarnya masih dalam keadaan terbuka.
"Assalamualaikum," salam Arya setelah memarkirkan motor di garasi rumahnya.
"Wa'alaikum salam," sahut seorang wanita dari dalam rumah yang tak lain adalah Bu Mella, ibu Arya.
"Ma, mana pesenan tante Ratih?" Arya sedikit berteriak. Aryapun masuk kedalam langsung menuju ke dapur tempat ibunya sedang membuat pesanan.
"Kamu itu le, dateng-dateng langsung nanyain pesanan, mbok ya duduk dulu istirahat kek, ngopi dulu kek. Tumben cepet ngampusnya?"
"Heheh iya ma, anu..ehmm td dosennya ijin pulang dulu ada keperluan mendadak," tiba-tiba ia teringat kembali tentang kejadian di luar nalar yang ia alami beberapa saat yang lalu.
"Bener begitu? Kamu gak bolos kuliah kan?" Mama Mella bertanya sambil menudingkan spatula ke arah Arya.
"Aduh ma, ya gak lah! Kuliah bayar mahal juga, lagian mata kuliah ini aku yang milih sendiri, gak mungkin aku bolos Ma," bantah Arya.
__ADS_1
"Ahahah iya-iya mama percaya, ya udah kamu istirahat dulu gih, mama bikinin kopi susu sekalian,"
"Gak usah ma, Arya udah ngopi tadi di kantin kampus," timpal Arya seraya membuka kulkas hendak mencari makanan ringan.
"Ma, ini punya siapa?" Arya bertanya sambil menunjukkan makanan ringan yang ia pegang.
"Ohh itu tadi mama beli di Alfa, kalau mau makan aja, tapi tumben nyariin snack?" tanya Mama Mella.
"Hehehe rokokku abis tadi ma, mau beli tapi uangnya buat beli bensin tadi," Arya nyeletuk sambil membuka Chitato yang baru saja ia ambil lalu ia duduk bersandar di kursi meja makan.
"Owalah tuh di laci ada uang lima puluh ribu ambil aja buat beli rokok, tp ingat ngerokoknya jangan kayak kereta, di sayang tuh paru-parunya!" pesan mama Arya.
"Hehehe siap mamaku yang cantik, makasi ya ma," Arya beranjak dari kursinya lalu mengambil uang yang ada di laci.
"Ya wes kamu istirahat dulu, tuh pesenannya Tante Ratih udah mama siapin di meja garasi samping," kata Mama Mella
"Aku anterin aja sekarang ya ma, skalian aja deh nanti Arya istirahatnya, nanti malam mau ngopi di Soekarno Hatta soalnya," Arya berjalan menuju samping dan mengambil pesenan nasi tumpeng milik ibu temannya.
"Ya wes kalau gitu, ati-ati di jalan. Ehhh kamu mau make mobil kan? Tuh kuncinya ada di gantungan deket kalender,"
"Okee ma siap, ya udah Arya berangkat dulu, assalamualaikum ma," ucap Arya seraya mengambil kunci mobil dan membuka pintu depan garasi.
Aryapun menyalakan mobilnya dan melaju menuju rumah si Denny temannya, jarak rumah Denny dari rumah Arya tak begitu jauh, jadi tak perlu waktu lama bagi Arya untuk segera sampai.
Setelah kurang dari setengah jam menyetir, akhirnya Arya sampai di rumah Denny di daerah Kedawung. Aryapun memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah Denny seraya mengambil nasi tumpeng pesanan Tante Ratih.
Tok..tok..tok
"Assalamualaikum," Arya mengucap salam setelah mengetuk pintu.
"Wa'alaikum salam," teriak seseorang dari dalam rumah.
Terlihat seorang wanita matang yang sedang memakai daster ketat berwarna hijau bergambar keroppi membuka pintu. Wanita ini adalah mama tiri Denny. Tante Ratih berusia jauh lebih muda dari suaminya, terlihat wajahnya yang masih kencang dan body yang masih terjaga.
Denny sudah ditinggal ibu kandungnya sejak ia duduk di bangku SMP, meskipun Tante Ratih ini seorang ibu tiri, tetapi beliau tetap menyayangi Denny seperti anaknya sendiri.
"Ehhh Arya, nganterin pesenan ya? Ayo masuk dulu," kata Tante Ratih.
"Iya Tante, nih di taro dimana nasi tumpengnya?"
__ADS_1
"Taruh di meja situ aja, sebentar Tante bikinkan minum dulu yah, kamu duduk dulu," ujar Tante Ratih setelah menutup pintu ruang tamu.
"Denny kemana te? Ada kelas kah?" tanya Arya.
"Iya barusan aja berangkat," jawab Tante Ratih.
"Owalah iya Tante, om juga belum pulang te?" tanya Arya basa-basi.
"Papanya Denny kan pulangnya jam 5 sore nanti, jadi jam segini Tante di rumah sendirian," sahut Tante Ratih yang kini sudah berada di dalam dapur.
"Owalah iya te, terus tumpengnya buat acara apa te?"
"Ohh iya kamu disini dulu yah nemenin Tante sama nanti Tante minta tolong ya bantuin Denny buat nata karpet di depan, nanti malam mau ada syukuran sekalian tahlilan kecil-kecilan , cuma ngundang tetangga doang kok," ujar Tante Ratih.
"Iya siap Tante, bentar aku telpon mama dulu buat minta ijin," kata Arya.
"Iya Arya, kalau gak bole ya gakpapa kok, kamu gak ada kelas lagi kan?" Tante Ratih menyahut.
"Tenang aja te santuy, aku gak ada kelas lagi kok," kata Arya seraya mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menelepon mamanya.
Tuuuuttt..tuutt..
"Halo assalamualaikum, ada apa Arya?"
"Ma aku di rumah Denny dulu ya mau bantu-bantu buat persiapan syukuran ntar malem, mungkin aku pulangnya nanti maleman ma, gakpapa kan?" ucap Arya meminta ijin.
"Owalah iya gakpapa nak, ya wes kalau gitu, salam aja buat Denny dan mamanya," jawab mama Mella.
"Okee ma siapp, ya wes assalamualaikum," Arya mengakhiri teleponnya.
"Wa'alaikum salam," jawab mama Mella sembari menutup teleponnya.
"Te, aku Uda telepon mama, boleh katanya, jadi aku nanti disni sampai selesai acara te," kata Arya.
Tante Ratih keluar dari dapur dan menuju ke ruang tamu tempat Arya sedang duduk, ia membawa segelas kopi susu dan gorengan hangat.
"Ya udah kalau gitu terima kasih ya Arya, nih di minum dulu," sahut Tante Ratih seraya menyodorkan segelas kopi susu panas
Saat Arya hendak meminum kopi susunya, tiba-tiba...
__ADS_1
********