
Qin Chen sejak awal memiliki beberapa tebakan tentang orang dibalik layar, jika dia memang kuat dan berada di Tahap Akhir Tingkat Saint King maka sudah seharusnya dia keluar mengurus semuanya.
Sebaliknya dia justru merekrut orang yang tidak kompeten dan lebih memilih diam, kemungkinan ada situasi yang memaksanya tidak bisa keluar seenaknya atau dia sedang terluka.
"Kau tidak memiliki kelayakan untuk bertemu dengannya, lebih baik kau memikirkan cara untuk berhasil selamat dariku !" Kata Fu Chi dengan niat membunuh yang kuat.
"Jangan katakan omong kosong yang tidak berguna, dibawah Domain Pelahap milikku tidak akan ada kehidupan yang tersisa. Aku akan membuatmu menjadi batu loncatan agar membuatku menerobos Tingkat Saint King." Qin Chen menghancurkan dinding penghalang dan melahap Aura dalam jumlah yang besar.
Fu Chi harus mengakui bahwa Qin Chen yang sekarang sangat berbahaya, dia tidak yakin apakah dia bisa menang atau tidak dan dalam jarak tertentu Saint Qi miliknya seolah dikuras dan jika pertarungan ini berlangsung lama maka dia akan mendapatkan akhir yang buruk.
Fu Chi mengeluarkan sebuah Manik merah dan meremasnya sampai hancur, empat Naga Api yang perkasa berputar dibelakangnya dan perlahan menyatu menjadi sosok besar yang mengintimidasi. Panas yang kuat sudah seperti matahari yang melelehkan es dibawah, Qin Chen terlihat gugup dan tersenyum penuh tantangan.
Fu Chi tidaklah bodoh dan dia bermaksud mengeluarkan semua kemampuannya, dia tahu bahwa semakin lama dia bertarung maka mustahil untuk mengalahkannya dan satu serangannya kali ini bahkan terlihat sangat mendominasi.
"Mari kita lakukan apa yang kau inginkan, satu serangan ini pasti akan mengakhiri hidupmu." Qin Chen mengeluarkan Pedangnya dan bersiap untuk melakukan serangan penghabisan.
"Matilah kau !" Fu Chi mengayunkan palunya dan Naga Api itu menukik kebawah dengan ledakan panas yang sangat kuat.
Qin Chen mendesak Saint Qi miliknya dan melompat kearah Naga Api, Pedangnya bersinar dan dia memusatkan kekuatan dunia. Tebasan Pedang Qin Chen mengandung kekuatan Divine Dao Penciptaan dan dia memotong Naga Api itu menjadi dua bagian dengan kecepatan yang gila.
__ADS_1
Gelombang panas menyebar dan menyapu kesegala arah, laut dengan cepat menguap karena benturan dari kekuatan besar ini dan semua orang yang melihat dari jarak yang jauh pakaian mereka ikut terbakar karena kegilaan pertarungan ini.
Qin Chen memotong Fu Chi menjadi dua bagian dan dengan kekuatan Prinsip Waktu membuat jiwanya melebur. Qin Chen tanpa ampun melahap tubuh Fu Chi dan kekuatannya yang hilang dalam sekejap terisi kembali.
Sayap Api Petir membentang dan sosok Qin Chen terlihat sangat mengerikan dengan dominasi yang tak terkalahkan. Kematian Fu Chi kali ini akan membawa banyak kejutan dan Sekte Jurang Naga tidak akan bisa dikatakan sebagai kekuatan utama lagi.
Ahli Tingkat Saint mereka dibantai hanya dengan satu orang saja, bahkan Ahli Saint King tidak bisa menang melawan Qin Chen. Auranya menjadi semakin ganas dan Akar Hitam tumbuh menjadi lebih kuat, sorot mata Qin Chen dipenuhi dengan niat membunuh dan menatap kesatu arah.
Dua bayangan itu bergegas pergi dan merasa kalau jika mereka tetap tinggal maka nyawa mereka akan dalam bahaya. Qin Chen juga tidak tertarik mengejar mereka berdua dan kemungkinan mereka adalah mata-mata Sekte Samudra dan Sekte Jiwa Ilahi.
"Perang memang akan terjadi... siapa yang kalian pilih itu terserah kalian, tapi jika kalian memutuskan untuk menjadi musuhku maka kalian akan berakhir seperti anjing-anjing yang tidak berguna ini." Qin Chen mendesak Qi miliknya dan pergi menuju Sekte Soaring Heaven.
Li Ren dan Xiao Mo menghampiri Qin Chen dan berlutut, "Selamat karena Tuan sudah membunuh musuh-musuhnya, maafkan Bawahan ini karena terlalu lemah dan tidak bisa memberikan bantuan."
"Tidak masalah... aku yang menyuruh kalian tetap diam dan keluhan ini sudah selesai. Bagaimana dengan Array Gerbang Teleportasinya ?" Tanya Qin Chen dengan penasaran.
"Menghubungkan dua Dimensi yang berbeda akan butuh waktu setidaknya seminggu lagi sampai semuanya siap. Lokasinya juga sangat aman dan tidak akan ada satupun pihak yang dapat menemukannya." Kata Li Ren dengan hormat.
"Adanya kalian membuat pekerjaanku menjadi lebih mudah, sekarang kalian jaga tempat ini karena aku ingin pergi sebentar." Qin Chen melambaikan tangannya dan memutuskan untuk pergi.
__ADS_1
.....
Disisi lain kabar kematian Fu Chi dan jatuhnya Sekte Jurang Naga membuat Benua Utama gempar. Qin Chen adalah dalang dibalik semua kejadian ini dan banyak pihak yang merasa senang karena tindakannya.
Dong Sheng secara diam-diam datang ketempat Ye Mo, tentunya ada beberapa hal yang ingin mereka bahas tentang masalah Qin Chen sekarang. Mereka mengambil ruangan yang sepi dan berbicara empat mata untuk menentukan masa depan.
"Semua Pasukan sekarang ditarik masuk kedalam Perang, aku ingin bertanya rencana apa yang ingin kau lakukan ?" Tanya Dong Sheng dengan penasaran.
"Cih... diantara semua pihak Serikat Perdagangan milikku yang paling menderita, kekayaan yang sudah aku kumpulkan dan bahkan mereka merampok secara terang-terangan demi mendapatkan sumber daya bagi Pasukan." Kata Ye Mo yang terlihat kesal.
Tujuan perang sama sekali tidak jelas dan bukan hanya sedikit nyawa yang hilang. Lagi pula tidak ada keuntungan apapun yang bisa mereka dapatkan justru hanya kerugian besar.
"Lalu apakah harus mundur ?" Dong Sheng juga memiliki pikiran yang sama dan sedikit enggan.
"Memangnya kau sudah siap menerima konsekuensinya, jika aku mampu maka sudah sejak dari dulu aku mundur dari pada harus merugi. Fu Chi mungkin sudah mati tapi masih ada dua dari mereka yang berada di Tingkat Saint King yang legendaris." Ye Mo memahami benar situasi sekarang dan tidak ingin bertindak gegabah.
"Lalu kita juga harus mempertimbangkan keberadaan Qin Chen, kita ini masih termasuk sekutunya dan aku yakin Anak itu tidak akan melupakan kita." Kata Dong Sheng dengan tegas.
"Aku sudah mengirim orang untuk pergi kesana dan mungkin akan segera sampai, pertama kita juga harus tahu apakah situasi Qin Chen sulit atau tidak. Perang ini pasti memiliki alasan yang tidak lain adalah hadiah Medan Perang Kuno, ada sebuah rahasia tersembunyi yang mungkin kau dan aku tidak tahu." Ye Mo sejak awal sudah curiga dengan semua kejadian ini dan membuat sedikit tebakan.
__ADS_1
"Maka sisanya aku serahkan kepadamu... Sekte tidak bisa ditinggal terlalu lama, aku tidak ingin memancing banyak perhatian." Dong Sheng menggunakan jimat teleportasi dan bergegas kembali.