TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI

TRANSMIGRASI KE DUNIA KULTIVASI
Bab 74 - Pemahaman Prinsip Waktu Divine Dao Takdir


__ADS_3

Didalam Dunia miliknya Qin Chen menanam Pohon Emas, ketika Pohon Emas ditanam ukurannya dengan cepat membesar dan hampir menjulang keatas langit. Dunia berguncang hebat dan Qin Chen merasakan perubahan besar seakan meluas dengan paksa.


Kekuatan Dao yang Qin Chen rasakan terlihat sangat membingungkan namun entah mengapa dia memiliki perasaan dimana Pohon ini akan membawa pertanda bagus untuknya. Qin Chen duduk ranting pohon dan tenggelam dalam Kultivasinya, aliran Dao yang kuat membimbing jiwanya dan dia berada disebuah lautan tenang yang sangat jernih.


Qin Chen merasakan kekuatan yang luar biasa kedalam jiwanya dan terukir jelas, seperti air mengalir tanpa pertentangan atau permusuhan dan Qin Chen mulai memahami satu hal yaitu kekuatan waktu.


Jiwanya terhubung langsung dengan Pohon Emas dan energi Qin Chen meluap. Dua bayangan terbentuk dimana Qin Chen berusia 5 tahun dan sangat kecil dan sisanya adalah Qin Chen dengan gaya orang tua berambut putih.


Dunia Lonceng Emas terus menerus meluas dan energi langit dan bumi menjadi lebih padat, Qin Chen melalui waktu yang sangat lama didalam Laut itu dan semua bayangan itu kembali kedalam tubuhnya.


Kultivasinya menerobos ke Tahap Menengah Tingkat Raja tanpa dia sadari dan didalam Laut itu dia merasakan tahun demi tahun sudah terlewati.


"Aku mengerti Divine Dao Takdir ini tidak luput dalam Hukum Waktu." Qin Chen merasakan kekuatan besar pada dirinya dan mampu memperlambat waktu sampai pada batas tertentu.


Qin Chen merasakan banyak orang yang berkumpul namun tidak berani mendekati Pohon Emas tanpa perintahnya. Avatar Jiwa Qin Chen muncul didepan mereka semua dan memberikan pesan.


"Dalam jarak satu kilometer dilarang mendekati Pohon Emas atau merusaknya, jika kalian ingin berlatih maka Raja ini tidak keberatan. Aura Dunia menjadi lebih kuat dan kalian bisa melakukan apapun asal jangan merusak Pohon Emas ini." Qin Chen memindahkan letak Istana melayang kedekat Pohon Emas.


Dihalaman Istana ketiga Istrinya sudah melihat keagungan dari Pohon Emas, Qin Chen segera mendatangi mereka dan menjelaskan semuanya tentang Pohon Emas.


Mereka duduk ditaman dan Qing Yue membuatkan teh untuk mereka semua. Yun Shuang sudah tahu bahwa Qin Chen dapat dipastikan akan menang, namun situasinya sekarang sangat buruk hingga dia menjadi buronan karena membunuh Sheng Yan.

__ADS_1


Namun Qin Chen sudah membuat persiapan yang matang sejak awal, dia tidak akan membiarkan orang-orang yang ditinggalkan terluka dan pada saatnya nanti dia kembali maka semuanya sudah akan terbalik.


"Lalu kapan kau akan pergi ke Daratan Suci Iblis ?" Tanya Yun Shuang dengan penasaran.


"Segera setelah mereka pergi... paling tidak satu atau dua bulan." Jawab Qin Chen sambil memeluk Chu Lian.


"Kecepatan Kultivasimu sangat luar biasa dan kami sangat kesulitan untuk mengimbangimu, saat disana mungkin kau hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri dan jangan bermalas-malasan." Kata Yun Shuang dengan penuh perhatian.


"Jangan patah semangat... kalian bertiga itu cukup berbakat." Qin Chen mencium leher Chu Lian dan merasakan aroma wangi tubuhnya.


Chu Lian tersenyum dan berdiri menggandeng Yun Shuang, "Kami harus berlatih terlebih dahulu... jika ada sesuatu yang kau inginkan maka Qing Yue akan melakukannya."


"Serahkan saja kepadaku." Qing Yue mengangguk dan tidak menolaknya.


"Mereka tidak membuatmu kesulitan bukan ?" Tanya Qin Chen sambil tersenyum.


"Tidak... justru mereka sangat baik kepadaku." Kata Qing Yue dengan jujur.


"Karena mereka berdua berlatih maka kau yang akan melayaniku." Qin Chen duduk disamping Qing Yue dan mengobrol dengan santai sambil meminum teh.


Ada banyak hal baru yang dia ketahui dari Ras Elf dan mendapat pemahaman baru membuatnya cukup senang. Qin Yue mungkin bukan orang yang energik seperti Chu Lian dan pendiam, namun sebagai teman berbicara hal itu sudah cukup membuatnya sangat nyaman.

__ADS_1


"Ras Elf ini berkultivasi dengan cara merawat tanaman herbal dan menyerap energi spiritual saat didekatnya. Tidak heran kau sangat senang ketika melihat Kebun Obat milikku !" Kata Qin Chen sambil merangkul Qing Yue.


"Ya... tapi dengan ratusan Ras Elf itu masih belum cukup, tapi Suamiku sudah membawa Pohon Emas ini dan energinya sangat melimpah. Kami bisa menyerap energinya dan Kultivasi kami akan dua kali lipat lebih cepat." Kata Qing Yue dengan jujur.


"Baguslah... selama kau senang maka sebagai Suamimu hidupku tidak sia-sia. Setelah sampai di Daratan Iblis Suci aku akan mencari banyak Tanaman Obat untuk kalian, kau bisa membantuku merawat mereka berdua bukan ?" Tanya Qin Chen dengan santai.


"Kedua Saudari memiliki bakat dan membantu mereka adalah hal yang mudah." Qing Yue menerimanya dengan baik.


Qin Chen tersenyum dan mengusap wajah Qing Yue hingga membuatnya merah karena malu, dia perlahan memeluknya dan merasa kalau hatinya mulai melembut. Jantung Qing Yue berdegup dengan kencang dan dadanya naik turun karena gugup.


"Aku sangat menginginkanmu sekarang dan haruskah kita pidah ?" Tanya Qin Chen yang berbisik didekat telinga Qing Yue.


"Hm... tolong perlakukan aku dengan lembut." Qing Yue tenggelam kedalam pelukan Qin Chen dengan malu.


Qin Chen menjentikkan jarinya dan dalam sekejap mereka berpindah kekamar, dia mencium bibir dengan lembut dan telinga Qing Yue. Tangannya menyentuh tubuh Qing Yue dan membantunya melepaskan pakaiannya.


"Dengan kecantikan seperti ini kau memang layak disebut sebagai Ratu para Elf." Kata Qin Chen sambil menindih Qing Yue.


"Aku tidak sebagus itu sampai mendapatkan pujian dari Suamiku." Kata Qing Yue sambil memeluk Qin Chen.


"Bagus atau tidak itu adalah aku yang menentukannya, aku akan memberikan warna baru untukmu sekaligus rasa dari menjadi seorang wanita. Ini tidak akan berakhir dalam waktu yang singkat dan sebaiknya kau bersiap." Qin Chen mengambil langkah pertama dan bercinta dengan liar.

__ADS_1


Qin Chen tidak tahu apakah Qing Yue sudah luluh kepadanya atau tidak, namun Qin Chen tidak mau melepaskannya dan perasaan masih bisa tumbuh selama dia mau berusaha. Qing Yue merasakan sensasi aneh dan suaranya terus keluar, Qin Chen memegang tangannya dan membuatnya nyaman.


Sensasi yang menyenangkan membuat Qin Chen sangat senang, keringat mengalir cukup deras dan bercampur sampai memengaruhi ruangan itu. Qin Chen tidak sabar untuk mengumpulkan mereka semua dan menempatkannya disatu ranjang, setidaknya mungkin tujuannya membuat Harem akan terwujud ketika hal itu dapat dilakukan.


__ADS_2